Daur Hidup Capung

Daur Hidup Capung – Metamorfosis atau fase kehidupan dibagi menjadi dua yaitu sempurna dan tidak sempurna.

Capung adalah salah satu hewan yang masuk dalam kategori tidak sempurna. sama seperti daur hidup belalang yang sudah pernah kita bahas kemarin.

Daur hidup capung hanya terdiri dari tiga fase yaitu telur, nimfa dan dewasa. Penasaran bagaimana gambar dan penjelasannya?

Gambar Daur Hidup Capung 

Seperti yang dilihat pada gambar di atas bahwasanya capung dewasa memiliki struktur tubuh berupa kepala, kaki dan badan. Walaupun secara sekilas unik dan lucu namun sebenarnya ia adalah predator yang cukup ganas, gigi rahangnya tajam, terbang dengan gesit dan penglihatan hingga 360°. 

Walaupun terlihat simpel, nyatanya daur hidup capung melalui proses dan waktu yang cukup lama yaitu sekitar tujuh tahun. Perkembangan paling lama ada di tahap nimfa. Ketika ia sudah dewasa, capung jantan akan siap menikah dan biasanya menguasai satu wilayah tertentu.

Ciri khas capung jantan adalah warna yang lebih mencolok untuk menarik perhatian sang betina. Capung biasanya hidup di kebun, sawah, taman bunga dan hutan.

Kamu pasti pernah menemukannya di lingkungan sekitar kan?

Alur Hidup Capung 

Sangat salah jika kamu berpikiran capung tidak ada fase dalam kehidupannya. Nyatanya semua makhluk hidup pasti melaluinya. Daur hidup capung dimulai dari telur, kemudian berubah menjadi nimfa (larva) dan berubah dewasa.

Simak poin di bawah ini untuk penjelasan lengkapnya!

1. Tahap Telur

Fase ini dimulai setelah capung melakukan perkawinan antara jantan dan betina. Biasanya sang induk mencarikan tempat khusus untuk menempatkan telurnya, bisa jadi di permukaan daun atau di tempat yang dekat dengan air.

Namun terkadang mereka juga menempatkan telurnya di lingkungan yang cukup bersih dan terhindar dari polusi. Sekali kelahiran, capung akan menghasilkan sekitar 1000 butir telur. 

Bentuknya panjang dan bulat, pada bagian ujungnya terdapat lubang, fungsinya agar sperma jantan bisa masuk.  Perkembangan baru saja terjadi ketika sudah diletakkan dan menetas menjadi larva dalam jangka waktu 1-3 minggu. 

2. Tahap Nimfa

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwasanya fase kedua adalah nimfa yang baru muncul ketika telur sudah menetas. Pada tahap ini ia akan hidup di air dan menggunakan insang internal. Walaupun begitu ia juga masih tetap bisa bernafas di daratan lho. 

Larva atau nimfa hidup sebagai karnivora yang ganas, memakan siapa saja yang mendekat, baik itu berudu, anak ikan atau sesamanya agar bisa bertahan hidup. Proses pergantian kulit terjadi selama 8-12 kali sebelum ia dewasa. Tentunya hal tersebut tergantung jenis capung.

Fase nimfa ini bisa dibilang terlama dalam perkembangan capung yaitu dihabiskan dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun. Hal ini dikarenakan ia harus mengikuti proses pengerasan anggota tubuh yang bisa mendorongnya untuk terbang ketika sudah dewasa dalam jangka waktu yang cukup lama. 

3. Fase Dewasa

Nah daur hidup capung fase terakhir adalah ketika ia sudah dewasa yang ditandai dengan pergantian kulit terakhir dan tumbuhnya sepasang sayap. Nimfa akan melepaskan diri dari kulitnya dan terbang mencari air melalui bantuan dedaunan. 

Namun yang perlu kamu ketahui, walaupun capung dalam tahap ini sudah bisa terbang, tapi tubuhnya masih belum tumbuh sempurna dan warnanya belum merata. Oleh karena itu ia masih sangat rentang dan kamu bisa melihat bagian dalam isi kepalanya. 

Seiring berjalannya waktu, fisiknya tumbuh dengan sempurna dan semakin mengeras. Capung dewasa memiliki usia sekitar 4 bulan sebelum akhirnya masuk ke fase perkawinan dan memulai metamorfosis lagi seperti yang dijelaskan di atas dari awal lagi. 

Ciri-Ciri Capung 

  • Memiliki mata majemuk yang ukurannya cukup besar dan mengandung sekitar 30 ribu lensa individu. 
  • Sudut pandang penglihatannya adalah 360°. 
  • Memiliki dua pasang sayap dengan berbagai warna yang corak, ada juga yang transparan ataupun yang sulit.
  • Bagian ekornya tegak memanjang, namun pada jenis tertentu ekornya sangat tipis atau kecil (capung jarum). 
  • Memiliki kaki sebanyak 3 pasang. 
  • Memiliki warna yang sangat indah yang paling sering ditemukan adalah hijau dan merah. 
  • Kepalanya lebih besar dibandingkan dengan ukuran badan serta mengkilap. 
  • Memakan hewan kecil seperti larva, berudu dan ikan kecil. 
  • Kecepatan terbangnya mencapai 100km perjam dengan kepakan sayap 30 kali per detik. 
  • Capung mampu membedakan cahaya terpolarisasi, ultraviolet dan warna. 
  • Mampu mendeteksi refleksi dalam air. 

Daur hidup capung yang benar adalah seperti penjelasan di atas, yakni hanya terdiri dari tiga fase yaitu telur, nimfa dan dewasa.

Satu lagi yang perlu diketahui, walaupun ia memiliki corak yang cukup indah, namun ia menjadi malapetaka bagi sebagian petani karena merupakan hama tanaman. 

Daftar Pustaka
  • https://techno.okezone.com/read/2016/03/22/56/1343001/mengungkap-lima-fakta-menarik-tentang-capung
  • https://www.tokopedia.com/blog/daur-hidup-capung-edu/
  • https://bobo.grid.id/read/081923779/mengenal-siklus-hidup-capung-contoh-metamorfosis-tidak-sempurna?page=all

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment