Daur Hidup Jangkrik

Daur Hidup Jangkrik – Jangkrik merupakan hewan yang memiliki antena di bagian kepalanya. Perkembangannya tergolong metamorfosis tidak sempurna.

Hal ini dikarenakan jangkrik hanya mengalami tiga tahap perubahan yaitu telur, nimfa dan menjadi dewasa. Metamorfosis dilakukan agar jangkrik bisa mempertahankan populasinya.  

Gambar Daur Hidup Jangkrik 

Di Indonesia tercatat ada sekitar 123 spesies jangkrik yang masing-masing memiliki ciri tersendiri. Panjang induknya sekitar 2-3 cm dengan warna tubuh yang bervariasi. Namun yang paling sering ditemui adalah bercorak hitam dan coklat.

Seperti yang dilihat pada gambar di atas, daur hidup jangkrik tidak mengalami fase pupa, sehingga hanya ada tiga fase saja yaitu telur kemudian menjadi nimfa dan dewasa. Beberapa ahli biologi berpendapat bahwa ketika memasuki fase nimfa itu sama dengan masa remaja jangkrik. 

Fase nimfa (remaja) ini ditandai dengan tumbuhnya sayap namun belum sempurna.

Apabila sudah memasuki masanya, ia akan berganti kulit dan menjadi jangkrik dewasa yang mengeluarkan suara nyaring. Penasaran bagaimana penjelasan alur lengkapnya?

Alur Daur Hidup Jangkrik 

Setelah mendapat penjelasan dari beberapa gambar di atas, pastinya kamu dapat menyimpulkan jika perkembangan jangkrik dimulai dari telur, menjadi nimfa hingga dewasa.

Begini penjelasan lengkapnya:

1. Telur

Fase pertama adalah telur yang berbentuk lonjong, secara sekilas terlihat seperti ulat. Dimulai dari meletakkan telurnya di dalam tempat yang aman, jangkrik biasanya akan menyimpannya di pasir atau tanah.

Namun jika diternakkan, sudah pasti ia bertelur di media kapas ataupun kain berkedalaman 5-15 mm. 

Telur tersebut diletakkan secara berkelompok dengan jumlah sekitar 4-120 butir sekali kelahiran. Telur akan menetas ketika sudah berusia 13-25 hari. Nimfa akan keluar dari celah kecil yang terletak di ujung telur (operculum).

2. Fase Nimfa

Setelah masuk  hari ke 12, telur akan menetas dan menjadi nimfa atau yang dikenal dengan jangkrik muda.

Mereka akan bermain-main di sekitar habitatnya dan menjalani seleksi alam yang cukup efektif. Apabila dia dapat menemukan makanannya sendiri maka akan bertahan hidup. 

Peluang kehidupannya jauh lebih besar ketika ia sengaja diternakkan. Kerentanan hidup jangkrik muda ini dikarenakan gerakannya masih lambat dan belum memiliki eksoskeleton yang terletak di bagian luar tubuhnya. Fase nimfa ini dilalui selama 21-25 hari setelah ia menetas. 

Dalam masa pertumbuhan, nimfa akan berkali-kali mengalami pergantian kulit. Proses ini terbilang cukup cepat yaitu sekitar 15 menit saja.

Otot di dalam tubuh akan bereaksi dan melepaskan eksosteleton yang berwarna putih. 10 menit kemudian warnanya sudah kembali seperti biasa. 

3. Fase Dewasa 

Daur hidup jangkrik yang terakhir adalah dewasa yang ditandai dengan munculnya sayap yang sempurna.

Fase ini dialami ketika ia berumur 45-60 hari dan siap untuk bereproduksi selama 7-15 hari setelah fase kedewasaannya dimulai. 

Saat memasuki masa reproduksi, jangkrik akan terlihat lebih agresif, perilaku memakan sesama mulai muncul, walaupun sudah disediakan stok makanan yang cukup melimpah.

Jangkrik jantan akan melakukan perkawinan dan akan dimakan oleh betina. 

Sang betina akan bertelur dalam jangka waktu 10-13 hari setelah ia kawin dan akan menetas sekitar 13-25 hari. Dari sinilah fase kehidupan baru jangkrik dimulai.

Walaupun tanpa perkawinan sebenarnya betina tetap bisa bertelur, hanya saja tidak bisa menghasilkan individu baru.  

Satu lagi yang perlu diketahui bahwasanya jangkrik tergolong dalam filum Arthropoda dan kelas Insecta. Oleh karena itu, terkadang ia sedikit menjijikkan karena membawa kuman. Namun kelebihannya daging jangkrik mengandung banyak protein dan gizi.

Baca Juga: Daur Hidup Belalang

Ciri-Ciri Jangkrik 

  • Tubuhnya terdiri dari ruas-ruas dan beberapa bagian yaitu kepala, perut dan dada. 
  • Perutnya terletak di bagian belakang.
  • Pada umumnya kepala jangkrik berwarna merah. 
  • Memiliki dua antena yang ada di dekat mata. 
  • Matanya bersifat majemuk dan hanya berfungsi ketika malam hari saja untuk mencari mangsa. 
  • Memiliki tiga sistem pernapasan yaitu spirakel, trakea dan trakeid. 
  • Perutnya berwarna hitam. 
  • Memiliki 6 pasang kaki, berbeda dengan serangga lainnya yang memiliki 3 pasang kaki. 
  • Sepasang kaki di bagian belakangnya berfungsi untuk melompat. 
  • Spirakel berfungsi sebagai penghubung udara yang akan menuju trakea. 
  • Dagingnya bermanfaat untuk pertumbuhan anak, membuat wajah awet muda, penguat imun tubuh, mencegah berbagai macam penyakit, sebagai makanan burung dan masih banyak lagi yang lainnya. 
  • Termasuk ke dalam kelas serangga dan mudah ditemukan di sawah, kebun dan beberapa rumah yang cukup kotor. 

Setelah mengetahui daur hidup jangkrik, jika kamu merasa terganggu langkah yang tepat adalah membasminya ketika masih berupa nimfa.

Namun jika sengaja dibudidayakan, maka informasi daur hidup ini sangat bermanfaat. Dengan begitu kamu bisa memberikan nutrisi dan perlakuan yang tepat agar bisa cepat menghasilkan keuntungan. 

Daftar Pustaka
  • https://brainly.co.id/tugas/32359195
  • https://jagad.id/jangkrik-klasifikasi-gambar-dan-ciri-ciri/
  • https://jagad.id/metamorfosis-jangkrik/
  • https://jenis.net/daur-hidup-jangkrik/
  • https://www.terraveu.com/daur-hidup-jangkrik/#Manfaat_Daging_Jangkrik

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment