Ekosistem Air

Ekosistem air, pembahasan yang berkaitan tentang air memang tidak pernah ada habisnya. Seperti yang kita tahu, lebih dari 2/3 luas permukaan bumi tertutup oleh air.

Wilayah perairan ini sebagian berupa lautan dan sebagian kecil adalah wilayah perairan di daratan, contohnya sungai dan danau.

Karena perbedaan ini, ekosistem air di laut, ekosistem sungai, dan ekosistem danau tidaklah sama.

Pengertian Ekosistem Air

Ekosistem air adalah sistem ekologi yang komponen abiotiknya didominasi oleh air.

Air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan. Oleh sebab itu, ekosistem perairan dan kualitas air harus dijaga.

Ada banyak cara untuk menjaganya, yang paling mudah adalah dengan tidak membuang sampah di sungai dan lautan.

Komponen Ekosistem Air

komponen ekosistem ini di bagi menjadi 2 yakni:

1. Komponen Abiotik

Komponen Abiotik pada ekosistem ini adalah suhu, arus air, kadar garam, dan intensitas cahaya matahari.

2. Komponen Biotik

Sedangkan untuk komponen biotik dari ekosistem ini adalah tumbuhan dan berbagai hewan didalam perairan.

Jenis Ekosistem Perairan

Ekosistem perairan ada beberapa jenis, misalhnya:

1. Ekosistem Air Laut

Ciri khas sistem ekologi ini adalah kadar garam yang tinggi di dalam air.

Di samping itu, lautan juga dibagi lagi menjadi beberapa zona berdasarkan kedalaman atau intensitas cahaya, contohnya zona litoral (dangkal)

2. Ekosistem Air tawar

Ekosistem air tawar memiliki kadar garam yang rendah dan biasanya terletak di daratan.

Rantai Makanan pada Ekosistem Air

Interaksi utama yang terjadi pada ekosistem air adalah hubungan makan dan dimakan.

Hubungan ini tersusun atas berbagai organisme yang memiliki tingkatan kedudukan yang berbeda-beda, yaitu konsumen, produsen, dan dekomposer.

Di bawah ini beberapa contoh rantai makanan yang ditemukan di berbagai jenis ekosistem air.

1. Alga → Kepiting → Burung Pelikan → Dekomposer

Contoh rantai makanan ini dapat dengan mudah ditemui di ekosistem perairan yang terletak di muara sungai atau hutan mangrove.

Dalam interaksi ini, alga berperan sebagai produsen dan dimakan oleh kepiting.

Selanjutnya, kepiting akan dimangsa oleh burung pelikan. Burung berparuh unik ini suatu hari mati dan bangkainya diurai oleh hewan pengurai atau dekomposer. 

2. Fitoplankton → Ikan → Singa Laut → Hiu → Dekomposer

Rantai makanan di atas terdapat di area pantai atau estuari. Pada contoh tersebut, fitoplankton berperan sebagai produsen dan dimakan oleh ikan.

Selanjutnya, singa laut yang lapar akan memangsa ikan tersebut.

Singa laut yang sedang berenang mencari ikan di perairan, lalu dimakan oleh ikan hiu. Ikan predator tersebut lama-lama mati.

Bangkainya akan mengendap di dasar laut dan diurai oleh dekomposer.

3. Ganggang → Ikan Kecil → Ikan Gabus → Buaya → Dekomposer

Rantai makanan pada ekosistem rawa memiliki produsen yang diperankan oleh ganggang.

Tumbuhan air ini menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan kecil. Kemudian, ikan gabus memangsa ikan kecil tersebut.

Konsumen tertinggi pada rantai makanan ini, buaya, kemudian memangsa ikan gabus.

Buaya suatu hari mati dan tubuhnya diurai oleh organisme pengurai. 

4. Fitoplankton → Keong → Burung Bangau → Buaya → Dekomposer

Pada rantai makanan ekosistem air tawar ini, fitoplankton dimakan oleh konsumen tingkat I, yaitu keong.

Hewan bercangkang tersebut selanjutnya dimangsa oleh konsumen yang lebih tinggi, yaitu burung bangau.

Konsumen tertinggi pada rantai makanan ini adalah buaya dan ia memangsa burung bangau yang sedang lengah.

Suatu hari, buaya mati dan bangkainya diurai oleh organisme pengurai hingga menjadi partikel yang sangat kecil.

5. Eceng Gondok → Serangga Air → Katak → Ular → Dekomposer

Eceng gondok yang tumbuh di permukaan perairan tawar menjadi sumber makanan bagi berbagai serangga air.

Serangga yang berperan sebagai konsumen tingkat I ini lalu dimakan oleh katak, konsumen tingkat II.

Sebagai binatang amfibi, katak juga berkeliaran di tepi sungai, tempat ular terkadang mencari makan.

Sehingga, katak pun dimakan oleh ular. Setelah beberapa waktu, ular mati dan diurai menjadi partikel mikroskopik oleh dekomposer.

6. Alga → Ikan Kecil → Ikan Tuna → Manusia → Dekomposer

Dalam rantai makanan yang ada di ekosistem laut ini, ikan kecil mengkonsumsi alga.

Selanjutnya, ikan tuna memangsa ikan-ikan kecil tersebut. Ikan tuna yang berenang di lautan lalu ditangkap oleh nelayan.

Kemudian ikan tuna dimasak dan dimakan oleh manusia. Lama-kelamaan, manusia akan mati.

Jasad manusia lalu dikubur dan dekomposer mengurainya di dalam tanah hingga menjadi partikel yang sangat kecil.

7. Fitoplankton → Udang → Ikan Salmon → Beruang → Dekomposer

Rantai makanan ini umum ditemukan di wilayah perairan subtropis.  Produsen pada rantai makanan tersebut, fitoplankton, dimakan oleh udang.

Selanjutnya, udang akan dimangsa oleh konsumen tingkat II, ikan salmon.

Beruang coklat lalu memburu dan memangsa ikan tersebut. Suatu hari, beruang coklat mati dan tubuhnya diurai menjadi partikel mikroskopik.

Partikel ini membuat tanah kaya akan zat hara yang dibutuhkan tumbuhan untuk hidup.

Organisme yang menjadi komponen ekosistem air dapat digolongkan menjadi produsen dan beberapa tingkatan konsumen, seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel Rantai Makanan pada Ekosistem Air

Setelah melihat rantai makanan di atas, untuk mempermudah kamu mengingatnya, berikut tabel rantai makanan pada ekosistem air.

TingkatanOrganisme
ProdusenGanggang, eceng gondok, alga, dan fitoplankton
Konsumen Tingkat IUdang, kepiting, ikan kecil, keong, dan serangga air
Konsumen Tingkat IIKatak, ikan salmon, ikan gabus, ikan tuna, burung bangau
Konsumen Tingkat IIIHiu, manusia, dan buaya
Dekomposer/PenguraiBakteri, jamur, dan organisme kecil

Contoh Organisme pada Ekosistem Air

Organisme yang ada pada ekosistem air memiliki keanekaragaman yang tinggi. Beberapa contoh makhluk hidup tersebut adalah:

1. Ganggang

Ganggang atau alga adalah tumbuhan air yang menjadi salah satu produsen di ekosistem air asin maupun air tawar.

Tanaman air ini tumbuh hingga 2 m dan berkelompok.

2. Ikan Tuna

Ikan tuna merupakan ikan yang khas karena dapat berenang dengan cepat dan dapat mempertahankan suhu tubuhnya meski air di sekitarnya sangat dingin.

Ukuran ikan ini dapat mencapai lebih dari 1 m dan merupakan sumber makanan bagi manusia.

3. Ikan Hiu

Ikan hiu adalah salah satu predator mematikan di lautan. Dalam beberapa kasus, ikan hiu pernah menggigit orang yang sedang berenang di pantai.

Meski berbahaya, beberapa nelayan tetap memburunya karena sirip ikan hiu dipercaya memiliki khasiat tertentu.

4. Burung Pelikan

Paruh besar dan unik pada burung ini memudahkannya dalam memangsa ikan, udang, dan hewan air lainnya.

Burung pelikan ada beberapa jenis, yang terbesar dapat mencapai berat 15 kg dan bentangan sayapnya hingga 3,5 m.

5. Ikan Sepat

Sepat adalah ikan yang berukuran relatif kecil. Ikan ini tinggal di perairan air tawar terutama yang berair tenang.

Hewan tersebut hidup dengan mengkonsumsi lumut, tumbuhan air, dan organisme yang lebih kecil dari dirinya.

Kesimpulan

Ekosistem air tergolong ke dalam beberapa jenis, contohnya sistem ekologi air tawar, air asin, alami, dan buatan.

Tiap ekosistem tersebut memiliki komponen penyusun yang tidak sama sehingga ekosistemnya pun juga berbeda.

Daftar Pustaka
  • https://www.kompasiana.com/ramadhanfikri9179/5b8801d06ddcae158338dca4/macam-macam-ekosistem-air
  • https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/ekosistem-air
  • https://www.dosenpendidikan.co.id/ekosistem-perairan/
  • https://dosenbiologi.com/biologi-dasar/contoh-rantai-makanan-di-air

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment