Laporan Praktikum Karbohidrat

Dari pembahasan kali ini tentang laporan praktikum karbohidrat yang merupakan kelanjutan dari laporan praktikum bioligi yang pernah admin waktu lalu.

Contoh laporan kali ini juga admin susun dari berbagai sumber, tentunya informasi yang diberikan juga lebih banyak. Lebih jelasnya, yuk langsung saja simak dibawah ini!

Contoh Laporan Praktikum Karbohidrat

Contoh Laporan Praktikum Karbohidrat
Contoh Laporan Praktikum Karbohidrat

Karbohidrat adalah komponen bahan pangan yang tersusun dari 3 unsur utama yaitu karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O).

Tujuan dari percobaan ini untuk mengidentifikasi karbohidrat secara kualitatif, untuk membedakan monosakarida dan disakarida serta kadar gula secara kasar. 

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia akan membutuhkan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Energi tersebut dihasilkan dari makanan yang dikonsumsi. Tapi tidak semua makanan akan langusung diolah tubuh menjadi energi seperti protein dan lemak.

Hal lain dengan karbohidrat, yang akan langsung di olah tubuh menjadi energi. Gunanya karbohidrat akan menjadi sumber energi utama bagi tubuh. Karbohidrat juga menjadi nama kelompok zat-zat organik yang memiliki struktur molekul yang berbeda-beda.

Karbohidrat akan terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen(O) dengan rumus kimia (CH2O)n. Rumus umum ini memberikan kesan zat karbon yang diikat dengan air (dihidrasi),sehingga diberi nama karbohidrat. Persamaan lain yang merupakan ikatan-ikatan organik yang menyusun kelompok karbohidrat ini berbentuk polialkohol.

Pada umumnya, untuk karbohidrat berupa serbuk putih dengan sifat yang suka larut dalam pelarut nonpolar, akan tetapi mudah larut dalam air. Kecuali polisakarida bersifat tidak larut dalam air. Amilum dengan air dingin akan membentuk suspensi dan bila dipanaskan akan terjadi pembesaran berupa pasta dan bila didinginkan akan membentuk koloid yang kental semacam gel.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Karbohidrat

Menurut Ngili 2009, karbohidrat memiliki sifat pereduksi akibat adanya gugus karbonil. Senyawa ini juga memiliki gugus hidroksil. Oleh karena itu, karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton atau bisa juga turunan senyawa-senyawa tersebut.

Pengertian atom karbon yang terhidrasi dengan rumus (CH2O)n adalah asal mula dari karbohidrat. Pengertian ini juga sebenarnya sudah tidak tepat lagi, karena banyak senyawa karbohidrat yang tidak mengandung atom hidrogen dan oksigen. Perbandingan 2:1 yang terjadi, misalnya gula deoksiribosa yang mempunyai rumus C5H10O4.

Disamping itu banyak karbohidrat yang mengandung atom lain seperti nitrogen, sulfur dan lain-lain yang menunjukkan ketidak sesuainya dengan rumus karbohidrat tersebut. Dengan demikian, nama karbohidrat ini hingga sekarang masih terus dipergunakan.

B. Kalisifikasi Karbohidrat

Umumnya untuk rumus karbohidrat, biasanya dapat diketahui dengan adanya senyawa ini menjadi suatu polimer yang tersusun atas monomer-monomer. Berdasarkan monomer yang menyusunnya dan untuk karbohidrat juga bisa dibedakan menjadi 3 golongan, monosakarida, disakarida dan polisakarida.

a. Monosakarida

Monosakarida atau gula sederhana, namun kebanyakan senyawa-senyawa yang mengandung 5 dan 6 atom karbon. Karbohidrat yang mengandung 5 karbon disebut pentosa. Kebanyakan gula sederhana adalah polihidroksi aldehida yang biasa disebut Aldosa dan polihidroksi keton disebut Ketos.

Glukosa didalam industri pengan lebih dikenal sebagai dekstrosa atau juga gula anggur. Nah dialam, glukosa banyak terkanding didalam buah-buahan dan juga sayuran. Frukosa yang dikenal sebagai gula buah atau gula dengan rasa yang paling manis. Dialam untuk kategori fruktosa banak terkandung didalam madu (bersama dengan glukosa).

b. Disakarida

Jenis karbohidrat yang satu ini banyak dikonsumsi oleh manusia didalam kehidupan sehari-hari. Setiap molekul disakarida akan terbentuk dari gabungan 2 molekul monosakarida. Contoh disakarida yang digunakan dalam konsumsi sehari-hari adalah sukrosa.

Selain itu, juga terbentuk dari gabungan 1 molekul glukosa dan fruktosa dan juga laktosa yang terbentuk dari gabungan 1 molekul glukosa & galaktosa, kemudia maltosa yang terdiri dari 2 molekul glukosa .

Didalam produk pangan, sukrosa adalah pembentuk hampir 99% dari gula pasir atau gula meja (table sugar) yang biasa digunakan dalam konsumsi sehari-hari sedangkan laktosa merupakan karbohidrat yang banyak terdapat didalam susu sapi dengan konsentrasi 6.8 gr untuk setiap 100 ml.

c. Polisakarida

Karbohidrat yang didalamnya terikat lebih dari satu gula sederhana dengan mengabungkan dalam ikatan glikosida. Kadang, disebut juga glikan yang berbeda didalam kandungan unit monoskarida, panjang rantai, dan percabangannya.

Memiliki 2 jenis polisakarida, yakni homopolisakarida yang mengandung hanya satu jenis unit monomor. Contohnya, asam hialuronat pada jaringan pengikat dengan kandungan berganti-ganti residu dari dua jenis gula. Penyimapan polisakarida tanaman dan glikogen pada hewan.

C. Fungsi Karbohidrat

Didalam konteks imu gizi karbohidrat ini mempunyai fungsi yang cukup banyak menurut Budianto (2009), antaranya adalah :

  • Menjadi sumber energi utama (1 gr = 4 kalori),
  • Ikut terlibat dalam metabolisme lemak (terkait dengan sintesis lemak).
  • Menghemat protein (protein spatter). Tapi asupan karbohidrat harus mencukupi tubuh yang akan terhindar dari glukoneogenesis asam amino.
  • Glukosa juga sebagai sumber energi utama bagi otak dan sistem syaraf.
  • Menjadi energi cadangan dalam bentuk glikogen (glikogenesis) yang disimpan di hati dan otot,
  • Serat berfungsi memperbaiki kinerja peristaltik usus dan pemberi muatan pada sisa makanan, punya efek hipolipidemik, efek hipoglikemik dan lainnya.

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum uji karbohidrat ini kami lakukan pada :

Hari :

Tempat :

B. Alat dan Bahan

Berikut ini adalah alat dan bahan yang kami gunakan dalam Praktikum Karbohidrat ini, sebagai berikut:

Alat

  • Tabung reaksi
  • Rak tabung reaksi
  • Pipet tetes
  • Penjepit tabung reaksi
  • Gelas ukur
  • Penangas air

Bahan

  • Pereaksi fehling (fehling A + fehling B)
  • H2SO4 pekat
  • Pereaksi molish (larutan α-napthol 10% dalam ethanol/mathanol)
  • Pereaksi seliwanoff (0,05% resorsinol dalam HCl 3N)
  • Larutan sampel (tepung beras, tepung jagung, larutan gula, madu, glukosa, fruktosa dan maltosa)

C. Prosedur Kerja atau Cara Kerja

Inilah berbagai langkah dalam Praktikum Kabohidrat:

a. Uji Fehling pada Karbohidrat

  • Campurkan fehling A dan fehling B
  • Masukkan 1 ml larutan sampel pada masing-masing tabung reaksi
  • Tambahkan 2 ml pereaksi fehling pada masing-masing larutan sampel
  • Panaskan dengan penangas air selama 5 menit. Amati perubahan yang terjadi

b. Uji Molish pada Karbohidrat

  • Masukkan 2 ml larutan sampel pada masing-masing tabung reaksi
  • Pipet 3 tetes pereaksi molish
  • Kocok perlahan selama 5 detik
  • Tambahkan 2 ml larutan H2SO4. Amati perubahan yang terjadi

c. Uji Seliwanoff pada Karbohidrat

  • Masukkan 1 ml pereaksi seliwanoff pada 7 tabung reaksi
  • Tambahkan 2 tetes larutan sampel
  • Panaskan dengan penangas air maksimal selama 5 menit. Amati perubahan yang terjadi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Percobaan

NoPerlakuanHasil Pengamatan
1.Tepung beras 1 ml + pereaksi fehling 2 ml + pemanasanTerbentuk warna biru muda + ada endapan ungu
2.Tepung jagung 1 ml + pereaksi fehling 2 ml + pemanasanTerbentuk warna hijau pekat + ada endapan
3.Larutan gula 1 ml + pereaksi fehling 2 ml + pemanasan Terbentuk warna hijau kekuningan
4.Madu 1 ml + pereaksi fehling 2 ml + pemanasanTerbentuknya warna hijau kekuningan
5. Glukosa 1 ml + pereaksi fehling 2 ml + pemanasanTerbentuknya warna merah bata
6.Fruktosa 1 ml + pereaksi fehling 2 ml + pemanasanTerbentuk warna orange
7.Maltosa 1 ml + pereaksi fehling 2 ml + pemanasanTerbentuk warna kecoklatan
NoPerlakuanHasil Pengamatan
1.Tepung beras 2 ml + 3 tetes pereaksi molish + H2SO4 2 mlTerbentuk endapan ungu ++
2.Tepung jagung 2 ml + 3 tetes pereaksi molish + H2SO4 2 mlTerbentuk endapan ungu ++
3.Larutan gula 2 ml + 3 tetes pereaksi molish + H2SO4 2 mlTerbentuk cincin ungu ++
4.Madu 2 ml + 3 tetes pereaksi molish + H2SO4 2 mlTerbentuk cincin ungu ++
5. Glukosa 2 ml + 3 tetes pereaksi molish + H2SO4 2 mlTerbentuk cincin ungu ++
6.Fruktosa 2 ml + 3 tetes pereaksi molish + H2SO4 2 mlTerbentuk cincin ungu ++
7.Maltosa 2 ml + 3 tetes pereaksi molish + H2SO4 2 mlTerbentuk cincin ungu ++

B. Pembahasan

Pengamatan pada praktikum kali ini mengenai karbohidrat, nah yang merupakan polidroksi aldehid atau keton. Yakni jenis karbohidrat yang terdiri dari 3 kelompok (Monosakarida, Disakarida dan Polisakarida).

Monosakarida sendiri adalah jenis yang paling sederhana. Jika dibandingkan dengan disakarida, yang merupakan senyawa yang dihidrolisis mengahasilkan 2 hingga 6 gula monosakarida. Nah, Sakarida adalah monomer-monomer yang berasal dari monosakarida.

Memiliki 2 percobaan yang dilakukan dipraktikum karbohidrat ini , yaitu uji Fehling dan uji Molish. Kami juga menggunakan 7 sampel dalam praktikum ini yakni : Tepung beras, Tepung Jagung, Larutan gula, Madu, Glukosa, Fruktosa dan Maltosa.

a. Uji Fehling pada Karbohidrat

Pada uji fehling ini dibuat dengan mencampurkan larutan fehling A dan fehling B, maka diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. Didalam pereaksi Fehling, ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO.

Dalam pereaksi ini membuat ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana basa akan diendapkan sebagai Cu2O. Uji positif akan menghasilkan warna merah bata. Percobaan itu juga dilakukan dengan mencampurkan 1 ml sampel dan 2 ml pereaksi fehling, lalu dipanaskan dengan pemanas air.

Tujuan dari pemanasan tersebut supaya gugus aldehida di sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH membentuk asam karboksilat. Lalu Cu2O (endapan merah bata) yang terbentuk merupakan hasil sampingan dari reaksi pembentukan asam karboksilat. Sedangkan untuk tepung beras dan tepung jagung hasilnya negatif, karena mengandung amilum yang merupakan polisakarida.

Larutan gula dan madu akan memunculkan hasil negatif, karena keduanya mengandung Sukrosa. Sukrosa memang tidak mengandung gugus aldehida dan keton bebas hingga tidak dapat bereaksi dengan pereaksi Fehling.

b. Uji Molish Pada Karbohidrat

Pengujian molish ini bertujuan agar bisa memastikan adanya kandungan karbohidrat didalam suatu senyawa atau makanan. Pereaksi ini dibuat dengan mencampurkan α-napthol 10% dan ethanol, yang akan bereaksi dengan furfular dalam membentuk senyawa kompleks. Lalu berwarna ungu yang disebabkan oleh daya hidrasi asam sulfat pekat terhadap katbohidrat dan akan membentuk cincin berwara ungu pada larutan yang mengandung karbohidrat.

Pencampuran 2 ml larutan sampel dengan 3 tetes pereaksi molish, kemudian ditambahkan dengan 2 ml H2SO4 pekat. Tujuan ditambahkannya H2SO4 pekat untuk menghidrolisi ikatan pada sakarida untuk menghasilkan fulfular. Hingga semua sampel dinyatakan positif mengandung karbohidrat, maka menghasilkan warna ungu tersebut.

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

  • Pada gula sederhana (monosakarida dan sakarida) yang merupakan gula pereduksi, kecuali sukrosa. Namun, untuk polisakarida bukan gula pereduksi. Kandungan gula pereduksi dapat ditunjukkan dengan pereaksi Fehling.
  • Pada uji Molisch merupakan uji untuk mengidentifikasi adanya karbohidrat pada suatu sampel. Sehingga, hasil positif akan menghasilkan warna ungu.
  • Disampel yang memberikan hasil positif adalah tepung beras, tepung jagung, larutan gula, madu, glukosa, fruktosa dan maltosa, hingga semua sampel termasuk kedalam karbohidrat.

DAFTAR PUSTAKA

Edawati, Luluk. 2010.“Perpindahan Massa Karbohidrat menjadi Glukosadari Buah Kersen dengan Proses Hidrolisis”.Jurnal Penelitian IlmuTeknik Volume 10 (1): 1-5.

Ngili, Yohanis. 2009. Biokimia Struktur dan Fungsi Biomolekul.GrahaIlmu: Yogyakarta.

Poedjiadji, A. 2007.Dasar-dasar Biokimia. Universitas Indonesia Press:Jakarta.Risnoyatiningsih, Sri. 2011.

Jurnal Teknik Kimia Vol.5, No.2.UPN:Surabaya.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment