Laporan Praktikum Mikrobiologi

Laporan Praktikum Mikrobiologi berikut ini merupakan laporan yang admin susun dari berbagai sumber dan referensi, semoga laporan ini dapat membantu pembaca semuanya.

BAB I PENDAHULUAN

Tujuan

Berikut merupakan tujuan Praktikum Mikrobiologi yakni:

Memahami dan mengetahui cara pembuatan medium sekaligus larutan pengencer, sterilisasi, menghitung kadar bakteri melalui teknik pewarnaan mikroorganisme dan metode hitungan cawan.

Latar Belakang

Mata pelajaran biologi sudah didapatkan sejak memasuki tingkat pendidikan SMP. Mata pelajaran ini biasanya akan lebih sering melakukan uji coba atau eksperimen dengan berbagai metode. Semakin lama, ilmu biologi akan berkembang sesuai tingkatan pendidikan.

Salah satu istilah yang sering didengar dalam bidang biologi adalah mikrobiologi. Istilah ini sebenarnya membahas mengenai ilmu yang mempelajari mikro atau mikroorganisme. Praktikum mikrobiologi bisa dilakukan untuk semua jenis mikroba asalkan tetap sesuai prinsip yang berlaku.

Mikrobiologi berfokus pada analisis mikroorganisme. Mikroorganisme adalah organisme kecil yang tumbuh dan hidup tanpa terlihat oleh kasat mata. Mikroba ini hanya dapat dilihat dengan sebuah alat bernama mikroskop atau alat sejenisnya.

Mikroorganisme yang tumbuh di alam tentu saja sangat beragam dan tidak terbatas. Tumbuh kembang dari mikroorganisme bisa dimanapun asalkan memenuhi syarat nutrien dan tempat yang tepat. Tempat atau medium yang digunakan bisa berupa medium padat, cair hingga setengah padat.

Biasanya mikroorganisme ini akan membentuk sebuah koloni jika mediumnya cocok dan tepat. Jumlah koloni yang dihasilkan tidak hanya dalam 1 atau 2 tetapi ratusan hingga jutaan. Untuk dapat mengetahui perkembangan jumlah koloni, metode yang bisa digunakan salah satunya adalah hitungan cawan.

Sifat dari mikroorganisme tidak selalu merugikan kehidupan makhluk hidup lainnya. Namun, terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang memberikan banyak manfaat, bahkan diperlukan untuk keberlangsungan makhluk lain.

Rugi atau manfaat dari sebuah mikroorganisme hanya dapat dibuktikan melalui beberapa pengujian, salah satu dasarnya adalah uji coba mikrobiologi. Praktikum ini akan dilakukan dengan cara mewarnai mikroorganisme yang sedang dianalisis.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Sterilisasi

Sterilisasi medium pada pengujian praktikum mikrobiologi biasanya akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sterilisasi alat biasa. Sterilisasi medium dan alat tetap menggunakan tekanan dan suhu sama. Jenis sterilisasi ini terbagi atas 2 jenis  yani basah dan medium.

Bahan yang dapat melalui proses sterilisasi autoklaf berupa larutan, kapas, peralatan laboratorium dan media pembiakan. Makna sterilisasi sendiri adalah proses penghancuran bentuk kehidupan berdasarkan teori fisika, mekanik dan kimia.

B. Pembuatan Medium

Medium yang bisa digunakan dalam pengamatan mikrobiologi sangatlah beragam. Pada praktikum ini akan lebih terfokus pada medium PDA atau Potato Dextrose Agar. Beberapa medium lain yang bisa dipilih adalah:

1. Medium Nutrien Agar (NA)

Buditianingsih (2010) menyebutkan jika medium NA berupa medium padat yang pembuatannya berasal dari larutan agar 2 gram dan akuades 100 ml. Larutan agar harus dipanaskan dan diaduk hingga larut sempurna.

Setelah dimasukkan dalam cawan, NA akan disterilkan menggunakan autoklaf selama 15 menit dengan suhu 121 derajat celcius. Setelah didiamkan beberapa hari, pasti akan ditemukan koloni mikroorganisme baru yang siap dianalisis.

2. Medium  APDA (Acidified Potato Dextrose Agar)

Jenis medium ini berbentuk padat dengan kandungan agar antara 1.5 hingga 1.8%. Medium ini mampu menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme cair maupun setengah padat.

Medium APDA juga memiliki kandungan molekul organik kompleks dan karbohidrat yang dibutuhkan oleh mikroorganisme.

Pembuatan medium yang baik perlu ditimbang dengan berat yang tepat dan teliti. Jika dilakukan secara asal-asalan, percobaan deteksi mikroorganisme tidak akan berjalan dengan baik dan bisa gagal total.

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum Mikrobiologi ini kami lakukan pada:

Hari: Selasa / 03 November 2020
Tempat: Laboratorium Biologi

B. Alat dan Bahan

Berikut merupakan alat dan bahan pada Praktikum Mikrobiologi ini, antara lain:

Alat

  • Cawan
  • Pipet hisap
  • Oven
  • Mikroskop
  • Gelas kimia
  • Tabung reaksi
  • Erlenmeyer

Bahan

  • Alkohol
  • Kapas
  • Air
  • Ekstrak kentang 100 ml
  • Agar 6 gram
  • Dextrose 2 gram

C. Prosedur Kerja atau Cara Kerja

Adapun langkah kerja dari praktikum mikrobiologi ini meliputi:

1. Pembuatan PDA

  • Ekstrak kentang, agar dan dextrose dicampur dalam satu wadah dan dilarutkan hingga menjadi sebuah medium.
  • PDA dilarutkan pada air suling atau aquades di dalam tabung erlenmeyer.
  • Proses pengadukan homogen.
  • Pemanasan PDA pada hot plate.
  • Tabung erlenmeyer disumbat pada salah satu ujungnya.
  • Proses sterilisasi menggunakan autoklaf.

2. Proses Pengamatan

  • Setelah PDA jadi, maka didiamkan dalam waktu 1 hari atau lebih.
  • Pengamatan hasil dengan mencatat semua perubahan yang terjadi.
  • Catatan diwujudkan dalam sebuah data dengan bentuk tabel.
  • Pengamatan juga dilakukan menggunakan mikroskop ketika koloni bakteri mulai tumbuh dan berkembang.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Percobaan

Tabel 1. Jumlah Koloni yang Tumbuh

Medium

Pengenceran

SPC

10 -3

10 -4

10 -5

PDA

130

50

37

1,3 x  10 -3

Tabel 2. Hasil penampang bakteri Lactobacillus acidophilus dan Escherichia coli

Lactobacillus acidophilusLactobacillus acidophilus
Bentuk : BasilBentuk : Basil
Warna : Biru keunguanWarna : Ungu
Gram : Positif (B)Gram : Positif (B)
Escherichia coliEscherichia coli
Bentuk : KokusBentuk : Kokus
Warna : MerahWarna : Merah
Gram : Negatif (A)Gram : Negatif (A)

B. Pembahasan

Uji coba mikrobiologi harus melalui beberapa tahapan agar informasi didapatkan selengkap mungkin. Dari data yang sudah ada pada kumpulan tabel diatas, Praktikum ini menggunakan 2 jenis sterilisasi yakni kering dan basah.

1. Sterilisasi Kering

Sterilisasi kering yang dilakukan pada praktikum mikrobiologi ini memanfaat oven sebagai alat sterilisasi kering. Disebut demikian karena proses kerjanya menghasilkan panas, sehingga membuat mikroorganisme menjadi kering.

Menurut Antonius (2006), Sterilisasi terdiri dari berbagai jenis, salah satunya Hot Air Oven atau panas kering berdasarkan ilmu fisika. Pencucian pipet dan cawan dilakukan dengan alkohol dan kapas yang dimasukkan bersamaan ke dalam oven.

Alat pipet harus disumbat di salah satu ujung agar udara dan bakteri tidak berpindah medium. Selain itu, perlu dilakukan pembungkusan menggunakan kertas agar alat tidak terkontaminasi bakteri dari luar.

Proses sterilisasi kering diterapkan dalam suhu 160 derajat celcius kurang lebih 2 jam. Perlakuan ini dimaksudkan agar bakteri mati, sehingga peralatan menjadi steril dan bersih kembali. Pendapat ini juga diperkuat dengan teori Darwis tahun 2006.

2. Sterilisasi Basah

Selain melalui sterilisasi panas kering, penghilangan bakteri bisa dilakukan dengan sterilisasi panas basah atau sterilisasi basah. Metode ini akan menggunakan medium yang sifatnya basa, kemudian dipanaskan dalam suhu 121 derajat celcius.

Waktu sterilisasi dengan metode ini tidak memakan waktu lama seperti sterilisasi kering. Menurut Antonius (2006), prosedur sterilisasi akan lebih efektif jika menggunakan autoklaf bersuhu rendah dan waktu yang singkat. Prosedur ini juga mematikan bakteri lebih akurat.

Teori dari antonius diperkuat lagi dengan pendapat Hadioetomo yang menyatakan jika sterilisasi autoklaf dapat dikerjakan dalam waktu 15 menit dengan suhu 121 derajat celcius. Kinerja autoklaf disini memaksimalkan tekanan tinggi agar bakteri cepat mati.

3. Proses Pembuatan PDA (Potato Dextrose Agar)

Medium PDA atau Potato Dextrose Agar dibuat dari ekstrak kentang, dextrose dan agar. Perpaduan ketiga bahan ini berdasarkan pendapat dari Yuliar (2008) bahwa pembuatan medium PDA hanya melalui pelarutan PDA ke dalam air dan disterilisasi autoklaf.

Larutan akan diinkubasi dalam kurun waktu 1 hari agar bakteri bisa berkembang dan memunculkan koloni baru dengan jumlah banyak. Berdasarkan praktikum yang sudah dilalui,, PDA yang dibuat mampu ditumbuhi mikroba karena muncul koloni bakteri di cawan petri.

Adanya mikroba ini sebagai penanda jika PDA yang dibuat sudah memenuhi syarat sebuah medium dalam percobaan praktikum mikrobiologi. Medium PDA memiliki nutrien cukup dan terbentuk dengan sempurna.

Namun, koloni yang tumbuh, bentuknya belum terlalu sempurna karena masa inkubasi cukup singkat. Seharusnya dilakukan lebih lama lagi dan lebih memperhatikan faktor pendukungnya. Hasil ini sesuai pendapat Khairani, jika jumlah dan bentuk koloni tergantung dari banyak faktor

4. Menghitung Jumlah Mikroba          

Uji coba PDA melalui proses pengenceran 3x di cawan petri tidak menunjukkan angka yang besar, sehingga bisa dipastikan pertumbuhan koloni cukup renggang. Jumlah koloni sebanyak 130 tampak pada pengenceran 10 -3.

Pada pengenceran 10 -4 menunjukkan adanya 50 koloni. Sedangkan pada pengenceran 10 -5 menghasilkan 37 koloni bakteri.

Hasil dari percobaan ini diperkuat dengan pendapat Harmita dan Maksum jika pertumbuhan bakteri rapat, pertanggungjawabannya cukup sulit dilakukan. Hal ini juga berlaku jika pertumbuhan koloni terlalu renggang.

Penentuan cawan petri untuk praktikum didasarkan pada jumlah koloni yang dihasilkan. Cawan yang paling layak adalah yang memiliki jumlah pertumbuhan koloni antara 30 hingga 300. Ketika proses pengenceran, peneliti bisa menambah zat pelarut yang tidak mengubah hasil.

5. Metode Pewarnaan Gram

a. Bakteri Lactobacillus acidophilus

Hasil pengamatan dari pewarnaan gram pada bakteri Lactobacillus acidophilus memiliki warna ungu dengan bentuk bacil. Hasil ini sesuai dengan bentuk morfologi bakteri yang terdiri dari 3 jenis yakni kokus, spiral dan bacil.

Bentuk bacil yang ada di bakteri Lactobacillus acidophilus ini yaitu panjang dan ramping berupa batang. Pewarnaan juga menghasilkan gram positif karena warnanya menjadi ungu saat ditetesi zat penisilin, fenol dan resisten.

b. Bakteri Escherichia Coli

Perlakuan pewarnaan gram pada bakteria Escherichia coli menggunakan pewarna lugol, etanol, safranin dan violet krista. Hasilnya akan menunjukkan warna merah dengan gram negatif.

Ketika dilihat melalui mikroskop, sifat bakteri Escherichia coli ini cenderung individual atau menyendiri dan beberapa di antaranya membentuk koloni. Bentuk bakteri Escherichia coli merata dan bulat kecil karena termasuk dalam jenis bakteri non-spora. 

Bentuk E-Coli yang bulat dengan batang panjang juga dijelaskan oleh Melliawati (2009) bahwa bentuk batang E Coli pada umumnya berukuran 1-3 ư x 0,5 dengan karakter individual, berpasangan dan rangkaian kelompok kecil.

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Adapun Kesimpulan pada Praktikum Mikrobiologi ini yakni:

  1. Sterilisasi terdiri dari 2 jenis metode yakni sterilisasi kering dan basah. Keduanya bisa digunakan sesuai medium mikroorganismenya.
  2. Bakteri bisa berkembang dengan baik di tempat tumbuhnya dan dapat diketahui ciri-cirinya berdasarkan teknik pewarnaan garam dan dilihat melalui mikroskop.
  3. Jumlah bakteri bisa dihitung dengan tepat bersama dengan para koloninya menggunakan alat counter dan loop.
  4. Jenis bakteri yang dianalisis bisa diketahui jenisnya melalui teknik pewarnaan gram dan menunjukkan hasil gram positif maupun negatif. Gram positif mendeteksi Lactobacillus acidophilus, sedangkan gram negatif mendeteksi bakteri Escherichia Coli.

Download Laporan Praktikum (PDF)

Anda Dapat Mendownload laporan Praktikum Mikrobiologi ini dalam format PDF dengan mengklik tombol download dibawah ini.

Download / Unduh

Download File
PDF (72 KB)

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment