Laporan Praktikum Pengenalan Alat Laboratorium 5/5 (1)

Laporan Praktikum Pengenalan Alat Laboratorium berikut ini merupakan laporan yang admin susun dari berbagai sumber dan referensi, semoga laporan ini dapat membantu pembaca semuanya.

BAB I PENDAHULUAN

Tujuan:

Adapun tujuan dalam praktikum ini antara lain adalah:

  1. Untuk mengetahui berbagai jenis dan juga fungsi alat laboratorium yang sering digunakan untuk melakukan uji mikrobiologis.
  2. Untuk mengetahui tata cara penanganan dan mengoperasikan alat laboratorium sesuai dengan fungsinya.

Latar Belakang

Mikrobiologi merupakan ilmu biologi yang membahas tentang kehidupan mikroba atau organisme kecil. Ilmu biologi ini mulai banyak dikenal sejak munculnya alat mikroskop. Tidak hanya itu, munculnya mikrobiologi terjadi setelah Louis Pasteur melakukan penelitian terhadap wine yang di dalamnya terjadi proses fermentasi. Bahkan beliau juga berhasil membuat serum rabies.

Kegiatan praktikum mikroba, harus dengan alat laboratorium. Hal ini karena ukuran mikroba sangatlah kecil, bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Dalam menggunakan alat laboratorium ini, harus sesuai dengan aturan dan fungsinya agar tidak mudah rusak. Oleh sebab itu, sebelum melakukan pengamatan, harus melakukan pengenalan alat laboratorium dahulu.

Pengenalan fungsi dan cara penggunaan alat laboratorium dinilai sangat penting untuk dilakukan. Dengan begitu, para penguji tidak salah dalam menggunakan alat laboratorium tersebut. Sehingga data penelitian yang dihasilkan terbilang benar dan sesuai dengan faktanya. Dengan data tersebut, akan terlihat kualitas yang ada pada penelitian seseorang.

Praktikum merupakan sebuah kegiatan dalam mengembangkan keterampilan berupa pengamatan. Dalam kegiatan tersebut, selalu menggunakan alat laboratorium sebagai pendukung jalannya pengamatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa masing-masing alat laboratorium, memiliki fungsi dan cara penggunaannya sendiri. Maka harus mengenalnya dulu.

Berdasarkan penjelasan yang telah dilakukan, maka sangat penting untuk mengetahui nama, fungsi, dan cara penggunaan alat laboratorium. Hal ini bertujuan agar para peneliti tidak salah dalam menggunakan alat laboratorium tersebut. 

BAB II Kajian Pustaka

A. Mikroorganisme

Mikroorganisme merupakan ilmu biologi yang membahas tentang kehidupan mikroba atau organisme kecil. Kecilnya ukuran mikroba tersebut, mengharuskan para peneliti untuk menggunakan mikroskop. Hal ini bertujuan untuk mempermudah para peneliti dalam mengamati mikroba tersebut. Mulai dari protozoa, bakteri, archaea, alga, dan juga fungi. (Zulkarnain, 2012).

B. Alat Laboratorium

Kegiatan praktikum harus dilakukan di dalam laboratorium khusus. Sehingga dapat dikatakan bahwa adanya laboratorium ini, sangat penting dalam mendukung proses aktivitas belajar mengajar. Biasanya setiap laboratorium memiliki penanggung jawab sendiri. Oleh sebab itu laboratorium yang ada, harus digunakan dengan baik dan benar. (Hamidah Afreni,dkk., 2013).

Aktivitas yang dilakukan dalam laboratorium seringkali menggunakan alat gelas. Penggunaan alat tersebut, harus sesuai dengan caranya. Hal ini bertujuan agar kegiatan praktikum dapat berjalan dengan lancar dan terbebas dari kecelakaan. Oleh sebab itu dibutuhkan kesadaran dari para peneliti untuk bertindak sesuai prosedur, agar terbebas dari kecelakaan. (Moningka, 2008).

Para pengajar harus bisa memberikan pemahaman pada materi pelajaran dan juga kegiatan praktikum yang harus dilakukan kepada murid-murid. Hal ini bertujuan untuk membuat murid-murid menjadi paham tentang apa yang harus dilakukan selama praktikum. Selain itu, untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dan kecelakaan dalam praktikum. (Suharsono, dkk., 2016).

Sebelum kegiatan praktikum dilakukan, para peneliti harus mengetahui nama, fungsi, dan cara kerja pada setiap alat laboratorium yang ada. Tujuannya untuk melindungi mereka dalam bahaya dan kecelakaan selama praktikum. Bila para peneliti sudah mengetahui setiap alat laboratorium tersebut, maka kegiatan praktikum akan berjalan dengan lancar. (Rukmana, 2013).

Pada dunia mikrobiologi, selalu memanfaatkan peralatan laboratorium khusus dalam mengamati mikroba. Peralatan tersebut adalah mikroskop. Mikroskop adalah salah satu alat laboratorium yang digunakan untuk memudahkan para peneliti mengamati objek berukuran mikro atau sangat kecil. Tanpa menggunakan mikroskop, para peneliti tidak bisa melihat mikroba. (Syukri, 2012).

Pada setiap alat laboratorium memiliki fungsi untuk menunjang kegiatan praktikum. Oleh sebab itu, dalam menyimpan dan memelihara alat laboratorium harus memadai. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman terhadap masing-masing alat laboratorium tersebut. (Wirjosoemarto, 2007).

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum pengenalan alat laboratorium dilakukan pada:

Hari: Jumat / 30 Oktober 2020
Tempat: Laboratorium Kimia

B. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan praktikum pengenalan alat laboratorium, sebagai berikut:

  • Gelas kimia.
  • Gelas ukur.
  • Tabung reaksi.
  • Erlen meyer.
  • Hot plate.
  • Pipet.
  • Sikat tabung.
  • Centrifuge.
  • Loupe. 
  • Cawan petri.
  • Culture chamber.
  • Mikroskop elektron.
  • Lampu bunsen.
  • Jarum ose.
  • Timbangan analitik.
  • Autoclave.
  • Shaker water bath.

C. Prosedur Kerja atau Cara Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan dalam kegiatan praktikum pengenalan alat laboratorium, sebagai berikut:

  1. Menyiapkan semua preparat yang hendak diteliti.
  2. Mengenali dan memperhatikan semua peralatan laboratorium yang ada.
  3. Mendokumentasi semua peralatan laboratorium yang hendak diteliti.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Hasil penelitian dari kegiatan praktikum pengenalan alat laboratorium sebagai berikut.

NoNama
1.Gelas kimia
2.Gelas ukur
3.Tabung reaksi
4.Erlen meyer
5.Hot plate
6.Pipet
7.Sikat tabung
8.Centrifuge
9.Loupe
10.Cawan petri
11.Culture chamber
12.Mikroskop elektron
13.Lampu bunsen
14.Jarum ose
15.Timbangan analitik
16.Autoclave
17.Shaker water bath

B. Pembahasan

Kegiatan praktikum tentang pengenalan alat laboratorium sangatlah penting untuk dilakukan. Khususnya peralatan yang sering digunakan untuk meneliti mikroorganisme. Untuk kegiatan praktikum yang pertama, kami dikenalkan tujuh belas alat laboratorium lengkap dengan fungsi dan cara penggunaannya. Mulai dari gelas ukur, pipet, mikroskop, timbangan, hingga loupe.

1. Gelas Kimia

Fungsi dari gelas kimia adalah untuk mengukur volume pada zat cair yang tidak membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Tidak hanya itu gelas kimia juga digunakan untuk memanaskan cairan dan juga menampung zat kimia. Karakteristik gelas kimia adalah terbuat dari kaca yang bisa tahan terhadap panas. Kemudian diameter gelas kimia ini sangatlah besar.

2. Gelas Ukur

Gelas ukur memiliki fungsi dalam mengatur volume yang ada pada zat kimia cair. Pada gelas ukur ini, tidak membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Karakteristik pada gelas ukur adalah memiliki bentuk tinggi dan dilengkapi dengan skala di bagian dindingnya. Kemudian bahan dasar pembuatan gelar ukur ini adalah plastik dan juga kaca yang tidak tahan panas.

3. Tabung Reaksi

Tabung reaksi berfungsi untuk menciptakan reaksi pada zat kimia dengan takaran sedikit. Biasanya tabung ini memiliki tutup dan tahan panas. Untuk proses penggunaannya sangatlah mudah. Awalnya bersihkan tabung reaksi dahulu. Kemudian kalibrasi menggunakan aqua. Lalu usap dengan kertas isap atau kain lap. Selanjutnya masukkan sampel ke dalam tabung reaksi. 

4. Erlen Meyer

Erlen meyer biasa digunakan dalam menghomogen dan meracik bahan komposisi media. Tidak hanya itu, alat ini juga berfungsi untuk kultibasi mikroba dan menampung aquades. Karakteristik alat ini adalah memiliki bentuk yang mengecil di bagian atasnya. Kemudian ada skala di bagian dindingnya. 

5. Hot Plate

Hot plate berfungsi untuk mendistribusikan mikroba fermentasi dan juga memanaskan larutan. Sehingga akan mempercepat proses pengadukan. Uniknya dengan hot plate ini, para peneliti bisa membuat media bakteri. 

6. Pipet 

Pipet biasa dipakai untuk memindahkan sebuah cairan dalam bentuk tetesan kecil. Bentuk pipet layaknya tabung kaca. Kemudian di bagian ujungnya dilengkapi dengan kran untuk mengeluarkan cairan yang sudah diserap. Cara penggunaannya hanya dengan menekan karet di atasnya agar menyerap cairan. Kemudian lepaskan karet untuk mengeluarkan cairannya.

7. ikat Tabung

Sikat tabung biasa dipakai untuk membersihkan tabung reaksi bagian dalam. Dengan menggunakan sikat tabung ini, akan memudahkan para peneliti untuk membersihkan bagian yang tidak bisa dijangkau dengan tangan. 

8. Centrifunge

Centrifuge memiliki kemiripan dengan tabung reaksi. Fungsi dari centrifuge adalah pemisah antara larutan dengan endapan.

9. Loupe 

Loupe bisa disebut sebagai alat perbesaran. Hal ini karena fungsi alat tersebut adalah sebagai pembantu penglihatan mata, agar bisa melihat benda yang berukuran sangat kecil seperti bakteri. 

10. Cawan Petri

Cawan petri biasa digunakan untuk mengembangbiakan sel yang terbuat dari kaca dan bentuknya seperti lingkaran. Biasanya alat ini digunakan sebagai wadah untuk mengkultur spora.

11. Culture Chamber 

Culture chamber memiliki fungsi untuk membuat bakteri, jamur, ragi, dan mikroba tumbuh dalam suhu tertentu. Dalam alat ini, sudah tersedia pengatur waktu dan suhunya. Sehingga dengan culture chamber ini, para peneliti bisa menumbuhkan sebuah bakteri yang diinginkan.

12. Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron seringkali digunakan untuk melihat objek yang berukuran kecil dan tidak dapat terlihat dengan mata biasa. Mulai dari bakteri dan virus.

13. Lampu Bunsen

Lampu bunsen digunakan untuk melakukan sterilisasi panas. Dengan menggunakan lampu ini, akan membuat kondisi objek menjadi lebih steril.  

14. Jarum Ose

Jarum ose yang dipakai untuk mengambil mikroorganisme dalam isolasi, inkubasi, atau transfer dengan media lainnya. Sehingga para peneliti tidak mengambil mikroorganisme dengan menggunakan tangan langsung.

15. Timbangan Analitik

Timbangan analitik berfungsi untuk mengetahui ukuran massa benda. Biasanya timbangan ini dipakai ketika membutuhkan ukuran yang harus sesuai dengan aturannya. Untuk tingkat akurasi timbangan analitik bisa mencapai ±0,0001 gram. Kemudian dilengkapi dengan penutup yang berbahan dasar kaca.

16. Auto Clave

Auto clave yang biasa digunakan dalam proses sterilisasi endospora seperti bakteri. Sehingga proses penggunaan alat ini dengan bantuan uap bersuhu tinggi. Dengan begitu objek penelitian bisa dilakukan dengan bersih. 

17. Shaker Water Bath

Shaker water bath adalah alat yang dipakai untuk proses inkubasi pada kegiatan analisis mikrobiologi. Selain itu, alat shaker water bath ini juga digunakan untuk menciptakan suhu dalam keadaan konstan. Sehingga suhu di dalam ruangan selalu dalam keadaan stabil dan teratur.

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari kegiatan praktikum pengenalan alat laboratorium sebagai berikut.

  1. Pemahaman pada fungsi dari alat laboratorium, sangatlah bermanfaat bagi proses kegiatan praktikum.
  2. Pengetahuan terhadap cara penggunaan alat laboratorium, dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam kegiatan praktikum.
  3. Pemahaman pada fungsi alat laboratorium, bisa menghindari kegagalan ketika kegiatan praktikum berlangsung.
  4. Kegiatan praktikum pengenalan alat laboratorium dilakukan dengan menggunakan tujuh belas barang, antara lain cawan petri, shaker water bath, gelas ukur, centrifuge, hot plate, pipet, sikat tabung, erlen meyer, loupe, culture chamber, jarum ose, timbangan analitik, lampu bunsen, autoclave, tabung reaksi, mikroskop cahaya, dan gelas kimia.

Daftar Pustaka

Adapun Daftar Rujukan Berbagai sumber diatas, adalah sebagai berikut:

  • Hamidah Afreni, dkk. 2013. Manajemen laboratorium biologi beberapa SMA swasta di kota Jambi. Jurnal Sainmatika Vol 7(1), ISSN 1979-0910
  • Moningka. 2008. Kimia fisika. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Rukmana. 2013. Alat Laboratorium Mikrobiologi. Universitas Tadulako. Palu.
  • Syukri, S. 2012. Kimia Dasar. ITB. Bandung.
  • Wirjosoemarto. 2007. Pengenalan Alat-Alat Praktikum Ekologi Terrestrial. Jurnal Ekologi. Vol. 4 No.1.
  • Zulkarnain. 2012. Mikrobiologi Dasar. Palu : Universitas Tadulako.

Download Laporan Praktikum (PDF)

Anda Dapat Mendownload laporan praktikum pengenalan alat laboratorium ini dalam format PDF dengan mengklik tombol download dibawah ini.

Download / Unduh

Download File
PDF (52 KB)

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment