Laporan Praktikum Saponifikasi

Laporan Praktikum saponifikasi berikut ini merupakan laporan yang admin susun dari berbagai sumber dan referensi, semoga laporan ini dapat membantu pembaca semuanya.

BAB I PENDAHULUAN

Tujuan:

Menjelaskan sifat-sifat sabun yang didasarkan pada reaksi dari proses pembuatan sabun (saponifikasi) di laboratorium.

Latar Belakang

Sabun merupakan benda yang menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia untuk kehidupan sehari-hari. Produk ini berfungsi sebagai pembersih kotoran yang paling ampuh untuk berbagai keperluan. Wujud dari sabun sangat bermacam-macam, mulai dari krim, cair hingga berbentuk padat. 

Sabun terbentuk dari proses saponifikasi minyak bercampur dengan tallow (lemak hewan). Proses saponifikasi ini merupakan reaksi yang timbul dari hidrolisis asam lemak karena adanya NaOH/ KOH/ Alkali/ asam kuat. 

Jenis lemak yang digunakan dalam pembuatan sabun bisa apa saja, asalkan mengandung campuran ester (hasil dari campuran asam karboksilat dan alkohol).  Salah satu jenis lemak padat yang dapat digunakan untuk mengetahui proses saponifikasi adalah minyak zaitun. 

Ketika sabun sudah terbentuk, maka Kita dapat mengetahui kandungan apa yang terkandung didalamnya. Sifat-sifat dari sabun akan dimunculkan, sehingga bisa diketahui seberapa tinggi kualitas sabun yang dibuat. 

Percobaan ini akan menjelaskan bagaimana proses saponifikasi yang terjadi dalam pembuatan sabun beserta cara pembuatannya hanya melalui laboratorium. Kita juga dapat mempelajari berbagai sifat sabun yang dihasilkan dari praktikum ini. 

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Sabun

1. Pengertian

Menurut Pramushinta (2011) Sabun merupakan senyawa kimia dari hasil reaksi campuran alkali dan lemak/minyak. Sabun ini juga disebut garam monovalen dari asam karboksilat. Selain itu sabun juga merupakan surfaktan yang fungsinya sebagai pembersih. 

Sebagian besar sabun yang ditemui adalah hasil campuran kalium (garam natrium) dari turunan alkali dan lemak. Sabun bisa terbentuk jika diproses pada suhu 80 hingga 100ºC. Istilah pemrosesannya disebut dengan saponifikasi. 

2. Sifat

Ada beberapa sifat yang ada pada sabun, di antaranya:
  • Bersifat basa

Sabun merupakan garam natrium yang berasal dari asam lemak tinggi sehingga akan menimbulkan reaksi hidrolisis parsial ketika bertemu air. Reaksi kimianya adalah:

 CH3(CH2)16COONa + H2O -> CH3(CH2)16COOH + NaOH

  • Menghasilkan busa atau buih

Sabun mampu menghasilkan busa. Larutan sabun yang diaduk harus berbusa atau berbuih, tetapi tidak ada reaksi jika dimasukkan pada air sadah. Buih yang dihasilkan akan muncul setelah garam di air mengendap. 

CH3(CH2)16COONa + CaSO4 -> Na2SO4 + Ca(CH3(CH2))16COO)2

  • Sebagai pembersih

Fungsi utama dari sabun adalah membersihkan kotoran dan bakteri yang menempel. Sifat pembersih tidak akan terpisahkan dari senyawa kimia ini. Sifat pembersih dari sabun merupakan hasil proses kimia koloid.

Sabun memiliki gugus polar dan non polar. Molekulnya memiliki rantai hidrogen yang bersifat hidrofobik (anti air) dan zat organiknya bersifat hidrofilik (suka air). (Fessenden, 1982).

B. Saponifikasi

Penyabunan atau saponifikasi merupakan reaksi hidrolisis yang diakibatkan oleh bercampurnya asam lemak dengan larutan yang sifatnya basa.Larutan bisa yang digunakan bisa berupa kalium hidroksida maupun natrium hidroksida 

Asam lemak akan terbentuk lagi menjadi kumpulan garam asam lemak atau disebut dengan istilah sabun. Reaksi kimia dari saponifikasi ini adalah:

C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH -> C3H5 (OH)3 + 3NaOOCR

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum saponifikasi ini kami lakukan pada:

Hari : Senin
Tanggal : 26 – oktober – 2020
Tempat : Laboratorium IPA

B. Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan dalam praktikum saponifikasi ini antara lain:

Alat 

  • Gelas ukur ukuran 50 ml
  • Gelas kimia ukuran 600 ml dan 1000 ml
  • Alumunium foil
  • Kertas saring
  • Corong
  • Pemanas air
  • Pengaduk

Bahan

  • Natrium hidroksida 2N
  • Etanol
  • Asam Cuka
  • Soda kue
  • Air mineral 
  • Gula pasir
  • Minyak kelapa
  • Lemak ikan patin
  • Minyak ikan patin

B. Prosedur Kerja atau Cara Kerja

Adapun Prosedur kerja dalam praktikum saponifikasi ini, terdapat 3 cara kerja yang harus dilakukan yakni:

1. Pembuatan sabun pertama

  • Menuangkan larutan NaOH dengan berat 37,5 gram ke dalam gelas kimia dengan campuran air sulingan sebanyak 85 ml.
  • Mencampurkan minyak ikan patin 162,5 ml dan minyak kelapa 81.5 ml pada gelas kimia lainnya.
  • Campuran minyak kelapa dan minyak ikan dipanaskan pada suhu 50ºC
  • Menuangkan campuran NaOH ke dalam campuran minyak ikan dan kelapa, selanjutnya diaduk dalam suhu 70 hingga 80ºC selama 3 jam.
  • Menambahkan larutan etanol sebanyak 75 ml ke dalam campuran bahan.
  • Mendiamkan campuran bahan hingga 30 menit dengan kondisi suhu ruang.
  • Timbang gula seberat 57,5 gram, kemudian dilarutkan pada air suling yang mendidih dengan volume 82,5 ml.
  • Menambahkan larutan pewangi dan pewarna.
  • Menuangkan larutan sabun pada cetakan yang sudah tersedia. 

2. Pembuatan sabun kedua

  • Menyiapkan air suling dengan volume 175 ml ke dalam gelas kimia.
  • Tambahkan campuran NaOH 35 gram ke dalam gelas kimia tersebut.
  • Tambahkan 200 ml lemak ikan patin ke dalam larutan campuran sabun, selanjutnya dipanaskan selama 10 menit dengan suhu 60 hingga 7 0ºC.
  • Menambahkan aroma pewangi dan pewarna.
  • Menuangkan larutan sabun ke cetakan dan biarkan hingga berubah padat.

3. Pembuatan pelembut

  • Mencampurkan soda kue sebanyak 50 gram dengan 500 ml asam cuka (lakukan dengan perlahan).
  • Larutan yang tercampur sempurna ditambah lagi dengan 40 ml gliserin.
  • Tambahkan pewarna beserta aroma pewangi jenis apa saja sesuai selera. 

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Percobaan

1. Hasil Pengamatan Pembuatan Sabun Pertama

No.PerlakuanPengamatan
1.Minyak ikan patin dan kelapa dipanaskan bersama air suling dan NaOHMenghasilkan warna kuning pada larutan, terdapat buih, terdiri dari 2 lapisan. (Perlakuan dengan suhu 60 hingga 70ºC)
2.Campuran larutan didiamkan hingga dinginTerjadi gumpalan di bagian dasar larutan.
3.Menambahkan gula pada air sulingMembentuk larutan homogen
4.Larutan minyak dicampur dengan larutan gulaLarutan campuran mulai beku dan keras hingga menggumpal.
5.Larutan sabun dimasukkan dalam cetakan yang tersediaCairan sabun sudah jadi dan dengan tekstur keras

2. Hasil Pengamatan Pembuatan Sabun Kedua

No.PerlakuanPengamatan
1.Air suling dan NaOh dicampur dalam gelas kimiaLarutan berwarna putih dan bening, suhu panas dan eksoterm.
2.200 ml lemak ikan patin dipanaskanLemak bertekstur kental
3.Larutan lemak ikan dan NaOHLarutan campuran menjadi gumpalan
4.Larutan campuran dipanaskan kembaliLarutan semakin padat dan menggumpal. (Perlakuan dengan suhu 60 hingga 70ºC)
5.Larutan sabun dibentuk pada cetakan yang tersediaCairan sabun sudah jadi dan dengan tekstur keras

3. Hasil Pengamatan Pembuatan Pelembut

No.PerlakuanPengamatan
1.500 ml asam cuka dan 50 gram soda kue dicampur dalam gelas kimiaMenghasilkan gas dan reaksi yang terjadi cukup cepat
2.Larutan campuran diaduk perlahanMenampakkan larutan homogen
3.Gliserin dan pewarna dicampur Warna larutan menjadi berubah

4. Sifat-sifat dari Sabun

No.BahanPengamatan
1.Phenolphthalein + Sabun + EtanolLarutan basa (warna ungu gelap dan terang)
2.Air panas + SabunLarutan berbuih
3.Etanol + SabunCampuran larut sempurna
4.Kalsium sulfat + larutan sabunAda endapan sabun, tidak ada busa, 
5.Sabun + Air + Kerosin (dikocok)Larutan homogen, terdapat busa
6.Air + Kerosin (dikocok)Ada 2 lapisan, bening dan homogen

5. Reaksi Kimia yang Terjadi

Reaksi Saponifikasi

C3H3(O2CR)3   + 3NaOH  -> 3RCOONa +C3H5(OH)3

Minyak/lemak + Alkali  -> Sabun +Gliserida

Reaksi NaOH dan Etanol

C3H5OH + NaOH -> C3H5ONa + H2O

Etanol + Alkali -> Natrium Etoksida + Air 

B. Pembahasan

Proses saponifikasi merupakan reaksi kimia yang diakibatkan pencampuran minyak/lemak dengan alkali dan menghasilkan gliserol serta sabun. Percobaan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu percobaan pertama menggunakan minyak ikan patin dan minyak kelapa, sedangkan untuk percobaan kedua menggunakan minyak ikan patin saja. 

1. Percobaan Pertama

Pada mulanya, larutan NaOh 37.5 gram dicampurkan dengan air suling 85 ml. Larutan berwarna putih dan memunculkan rasa panas akibat dari proses eksoterm. Kemudian, mencampurkan minyak ikan patin 162,5ml dengan minyak kelapa 81.5 ml.

Campuran kedua minyak diaduk dan dipanaskan pada suhu 50ºC. Larutan akan berwarna coklat kekuningan dan menjadi homogen. Dilanjutkan dengan menambahkan NaOH dan diaduk pada suhu 70 hingga 80ºC selama 3 jam.

Menyiapkan larutan gula untuk bahan campuran tambahan. Gula ini akan berfungsi sebagai zat pembersih sabun dan menghasilkan busa. Gula yang digunakan berwarna putih bersih dan bening, sehingga menghasilkan sabun yang berkualitas. 

Sabun dipisahkan dari gliserol menggunakan sendok, kemudian ditambah dengan pewangi dan pewarna.  Percobaan ini mampu menghasilkan sabun sesuai sifat-sifatnya yakni berbusa, dapat melarutkan minyak dan sifatnya basa.

Sabun yang pertama juga tidak bisa bekerja pada air sadah yang dibuktikan dengan pemberian  larutan kalsium sulfat, tetapi timbul dadih sabun tanpa ada busa. Larutan sabun yang didiamkan dengan aluminium foil selama 30 menit akan menjadi padat dan keras. 

2. Percobaan Kedua

Pembuatan sabun yang kedua hanya menggunakan minyak ikan patih yang dilarutkan dengan 70 gram NaOH dan 350 ml air. NaOH digunakan sebagai penetral larutan dan pemberi busa sabun. 

Semua bahan dicampurkan dan dipanaskan pada suhu 60 hingga 70ºC. Larutan membentuk gumpalan kecil dan menjadi homogen. Kemudian didiamkan hingga dingin hingga akhirnya terbentuklah 2 lapisan gliserol dan sabun. Sabun yang dihasilkan bentuknya padat. 

3. Percobaan Pembuatan Pelembut

Pembuatan pelembut didapatkan dari campuran soda kue dan asam cuka. Larutan ini menimbulkan gas-gas dalam waktu cukup cepat. Percobaan ini menghasilkan abrasif ringan. Larutan akan dicampur dengan gliserin agar sifatnya humektan (perlindungan bakteri).

BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Praktikum saponifikasi yang didapatkan dari percobaan pembuatan sabun dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Sabun dapat dibuat dengan mudah hanya dari bahan sederhana berupa minyak atau lemak dengan asam basa atau alkali yang dicampur dan dipanaskan pada suhu tepat. 
  2. Sabun yang telah terbentuk terdiri dari 2 ujung yakni ujung yang pertama akan mudah larut dalam minyak, sedangkan ujung yang kedua akan cepat larut ketika terkena air.
  3. Sifat dari sabun adalah basa. Hal ini terbukti dari perubahan warna ungu pada larutan sabun setelah diberi tambahan phenolphthalein.
  4. Sabun tidak akan memberikan reaksi di air sadah karena tidak membentuk endapan garam maupun menghasilkan busa. 
  5. Dari praktikum yang dilakukan, bisa disimpulkan jika sifat emulgator selalu melekat pada sabun. Artinya fungsi dari sabun sudah sesuai dengan sifat sabun yang dapat menyatukan kerosin dengan air.

Daftar Pustaka

Adapun Daftar Rujukan Berbagai sumber diatas, adalah sebagai berikut:

  • Diah Pramushinta.2012. Pembuatan Sabun. http://PembuatanSabun_ Inuyashaku’s Blog.html
  • Fessenden dan Fessenden. 1982. Kimia Organik Jilid 1. Jakarta : Erlangga

Download Laporan Praktikum (PDF)

Anda Dapat Mendownload laporan praktikum saponifikasi ini dalam format PDF dengan mengklik tombol download dibawah ini.

Download / Unduh

Download File

PDF (68KB)

Originally posted 2020-10-26 22:00:00.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment