Metabolisme Lemak

Metabolisme memiliki peranan penting dalam tubuh makhluk hidup, yakni mengubah berbagai zat makanan menjadi senyawa yang dibutuhkan.

Dalam tubuh manusia terdapat 3 jenis metabolisme, yaitu metabolisme protein, metabolisme lemak, dan metabolisme karbohidrat.

Pada pembahasan kali ini kamu akan belajar tentang metabolisme lemak. Senyawa yang dihasilkan oleh proses metabolisme berupa ATP (sumber energi).

Energi tersebut memiliki manfaat dalam sekresi kelenjar, kegiatan otot, dan lain sebagainya.

Pengertian Metabolisme Lemak

Pengertian metabolisme lemak adalah proses kimiawi yang menghasilkan energi dengan meliputi proses katabolic dan anabolic.

Proses metabolisme lemak dikenal dengan proses yang kompleks. Hal tersebut dikarenakan terdapat berbagai macam jalur atau reaksi.

Lemak dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang relatif banyak dan berfungsi sebagai sumber energi. Lemak atau lipid juga sering disebut sebagai makronutrien, kebutuhan akan nutrien yang tinggi.

Zat yang menyusun lemak adalah asam lemak dan gliserol.

Pengertian gliserol adalah salah satu jenis hidroksil di mana di dalamnya terdapat molekul organik.

Sedangkan asam lemak adalah jenis hidroksil yang terdapat rantai karbon yang sifatnya menempel dan panjang.

Salah satu ciri nutrien ialah tidak mampu larut di dalam air, melainkan dapat larut pada senyawa organic. Pada umumnya, lemak dipakai atau dimanfaatkan pada organisme seluler.

Selain itu, lemak juga memiliki hubungan dengan berbagai macam asam lemak lainnya.

Jadi dapat dikatakan bahwa lemak merupakan sumber energi selain karbohidrat dan sering disebut dengan trigliserida.

Jenis-Jenis Lemak

Ada beberapa jenis lemak, diantaranya adalah asam lemak, gliserida dan fosfogliserida. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut:

1. Asam Lemak

Asam lemak adalah asam monokarboksilat yang mempunyai rantai panjang. Asam lemak mempunyai rentang ukuran sebesar C12 hingga C24.

Terdapat 2 jenis asam lemak, yakni:

A. Asam Lemak Jenuh

Asam lemak jenuh atau saturated fatty acid tidak mempunyai ikatan rangkap pada rantainya.

B. Asam Lemak Tak Jenuh

Asam lemak tak jenuh atau unsaturated fatty acid mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada rantainya.

2. Gliserida 

Lemak gliserida terdiri atas gliserida netral atau lemak netral. Maksudnya netral ialah perbandingan antara gliserol dengan asam lemak sama.

Setiap gliserol memiliki ikatan 1,2, atau 3 asam lemak yang berbeda.

  • Monogliserida, merupakan gliserol yang berikatan dengan 1 asam lemak.
  • Digliserida, merupakan gliserol yang berikatan dengan 2 asam lemak.
  • Trigliserida, merupakan gliserol yang berikatan dengan 3 asam lemak.

Contoh trigliserida yang banyak kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah minyak dan lemak.

Kedua trigliserida tersebut mempunyai perbedaan, yakni:

A. Lemak

  • Biasanya didapatkan pada hewan.
  • Pada suhu ruang memiliki bentuk atau wujud yang padat.
  • Lemak (fat) merupakan susunan dari asam lemak jenuh.

B. Minyak

  • Pada umumnya ditemukan pada tumbuhan.
  • Pada suhu ruang memiliki wujud cair.
  • Minyak (oil) merupakan susunan dari asam lemak tak jenuh.

3. Fosfogliserida (Fosfolipid)

Di dalam lipid terdapat kandungan gugus fosfat. Lemak akan mengalami modifikasi pada saat terdapat fosfat yang menggantikan salah satu rantai pada asam lemak.

Fosfogliserida berfungsi sebagai agen emulsi dan komponen untuk menyusun membrane sel.

Proses Metabolisme Lipid

Lemak atau lipid yang diperoleh tubuh sebagai sumber energi merupakan lipid netral, yakni trigliserida.

Telah dibahas pada jenis-jenis lemak bahwa hasil pencernaan lipid berupa asam lemak dan gliserol. Selain itu, lipid bentuknya masih berupa monogliserida. 

1. Pembentukan Kilomikron

Gliserol mempunyai sifat yang tidak bisa larut dalam air, sehingga gliserol akan masuk ke dalam vena porta dan menuju ke hati.

Selain gliserol, asam-asam lemak rantai pendek lainnya juga bisa melewati jalur ini.

Sedangkan sebagian besar monogliserida dan asam lemak tidak mampu juga larut dalam air. Oleh sebab itu, monogliserida dan asam lemak akan diangkut miselus serta dilepaskan dalam enterosit (sel epitel usus).

Pada sel tersebut monogliserida dan asam lemak akan berkumpul membentuk gelembung (kilomikron).

Selain itu, dalam sel epitel usus tersebut akan terbentuk juga trigliserida (lipid) dari asam lemak dan monogliserida.

Kemudian kilomikron akan menuju ke vena kava dengan melalui pembuluh limfe sehingga menyatu dengan peredaran darah.

2. Esterifikasi

Esterifikasi merupakan sebutan dari proses pembentukan trigliserida. Kilomikron akan ditransportasikan menuju jaringan adiposa serta hati.

Lalu terjadi pemecahan kilomikron pada sel-sel hati dan jaringan adiposa. 

Pada saat itu gliserol dan asam lemak dibentuk lagi dan disimpan sebagai simpanan trigliserida.

3. Lipolisis

Proses pecahnya lemak jaringan tersebut dinamakan dengan lipolisis.

Ketika tubuh seseorang membutuhkan energi dari lemak atau lipid, maka trigliserida akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol.

Setelah itu, asam lemak dan gliserol tersebut dioksidasi dalam sel-sel membentuk energi.

Asam lemak hasil pemecahan lemak ditransportasikan ke jaringan yang membutuhkan oleh albumin. Sebutan untuk asam lemak yang ditransporkan tersebut adalah asam lemak bebas (FFA/Free Fatty Acid).

4. Oksidasi Beta

Oksidasi beta merupakan proses di mana asam lemak dioksidasi dan menghasilkan asetil KoA.

Kemudian asetil KoA dari asam lemak dan asetil KoA dari metabolisme karbohidrat serta protein akan masuk ke siklus asam sitrat.

Asetil KoA juga akan mengalami lipogenesis apabila kebutuhan energi pada tubuh telah terpenuhi.

Proses lipogenesis akan menghasilkan asam lemak lagi yang nantinya disimpan menjadi trigliserida. Adapun sebagian lemak/lipid non gliserida yang disintesis dari asetil KoA.

Dengan begitu, asetil KoA mengalami proses kolesterogenesis dan berubah menjadi kolesterol. Kolesterol dapat membentuk steroid melalui proses steroidogenesis.

Selain itu, asetil KoA juga memungkinkan untuk menghasilkan badan-badan keton, seperti aseton, aseto asetat, dan hidroksi butirat.

Proses dihasilkannya badan-badan keton tersebut dinamakan dengan ketogenesis. Keseimbangan asam dan basa dapat mengalami gangguan akibat adanya badan-badan keton.

Gangguan tersebut dinamakan dengan asidosis metabolik.

Jadi rangkaian reaksi berulang pada oksidasi beta meliputi:

  • Dehidrogenasi (asil KoA dehydrogenase)
  • Hidrasi (enoil KoA hydratase)
  • Dehydrogenase 
  • Tiolisis

Kesimpulan 

Dapat disimpulkan bahwa metabolisme lemak adalah proses mencerna atau memecah lemak.

Tujuannya adalah mengubah lemak menjadi energi yang dibutuhkan oleh organisme.

Pada manusia proses metabolisme ini terjadi di semua bagian tubuh, terutama pada otak.

Daftar Pustaka
  • https://www.dosenpendidikan.co.id/metabolisme-lipid/
  • https://www.gurupendidikan.co.id/proses-metabolisme-lemak/#ftoc-heading-13
  • https://made-blog.com/metabolisme/

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment