Pencemaran Udara dan Solusinya

Pencemaran udara merupakan isu lawas yang sampai saat ini masih terus meninggi dan belum sempurna ditanggulangi.

Kualitas udara di beberapa kota besar Indonesia, khususnya Jakarta masih dalam angka yang mengkhawatirkan.

Padahal Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia karena 50% lebih wilayahnya diselimuti hutan hijau yang lebat.

Title tersebut sangat tidak relevan, apabila Anda melihat gambar yang menampilkan kondisi kota yang udaranya tercemar.

Sebenarnya, apa saja penyebab dan cara mengatasinya? 

Penyebab Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah permasalahan serius yang mengancam kesehatan makhluk hidup dan mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas.

Lingkungan menjadi rusak, sehingga memiliki kualitas udara yang tidak bagus untuk dihirup. 

Adapun penyebab pencemaran udara terbagi menjadi dua, yaitu faktor manusia dan faktor alam.

Dikategorikan sebagai faktor manusia karena manusialah yang melakukan tindakan yang berdampak pada pencemaran udara. 

Sedangkan faktor alam berhubungan dengan fenomena yang secara natural terjadi di lingkungan sekitar.

Contoh faktor alam yang memicu pencemaran udara antara lain:

  • Letusan gunung berapi karena menyemburkan gas dan abu vulkanik ke udara.
  • Kebakaran hutan yang terjadi secara alami misalnya kemarau panjang, tekanan panas yang muncul dari lapisan tanah dalam, sambaran petir, maupun pengaruh aktivitas vulkanis.
  • Kegiatan mikroorganisme. 

Selanjutnya, aktivitas manusia yang menyebabkan pencemaran udara antara lain: 

  • Pertambangan dan penggalian yang menghasilkan polutan berupa debu.
  • Pembuangan limbah industri dan rumah tangga yang menghasilkan polutan gas.
  • Pembakaran sampah industri, rumah tangga, dan mesin kendaraan bermotor yang menghasilkan polutan asap.
  • Pembangunan infrastruktur umum seperti gedung dan jalan yang menghasilkan polutan debu serta asap.
  • Pembuatan keramik, aspal, dan semen yang menghasilkan polutan debu, gas, serta uap.
  • Peleburan baja yang menghasilkan polutan debu serta gas.
  • Pengolahan mineral dan pemurnian minyak bumi yang menghasilkan polutan uap, gas, serta debu.

Contoh tersebut hanya beberapa saja karena masih banyak aktivitas manusia yang bisa mencemari udara.

Tidak mengherankan kalau manusia memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kesehatan lingkungan. Ironisnya, manusialah juga yang harus menerima dampaknya.  

Jenis Bahan Pencemar Udara Berdasarkan Sifatnya

Membahas mengenai pencemaran berarti Anda harus mengetahui istilah polutan. Adapun yang dimaksud dengan polutan adalah bahan yang menyebabkan pencemaran udara.

Berdasarkan sifatnya, polutan terbagi menjadi 3 yaitu:

1. Polutan Fisik

Disebut sebagai polutan fisik karena bahan yang mencemari lingkungan berupa benda-benda fisik, seperti besi tua yang berkarat dan pecahan keramik. 

2. Polutan Kimiawi

Jenis polutan kimiawi adalah bahan yang termasuk dalam senyawa kimia dengan konsentrasi yang tinggi, sehingga berisiko membahayakan makhluk hidup

3. Polutan Biologis

Disebut polutan biologis karena bahan yang mencemari udara berupa mikroorganisme dan makhluk hidup lain seperti gulma serta bakteri jahat. 

Jenis Bahan Pencemar Udara Berdasarkan Sumbernya

Sedangkan berdasarkan sumbernya, polutan terbagi menjadi 2 antara lain:

1. Polutan Primer

Jenis polutan primer adalah bahan pencemar yang secara langsung dihasilkan oleh sumber pencemar seperti pabrik. 

2. Polutan Sekunder

Disebut sebagai polutan sekunder karena bahan pencemar dihasilkan dari proses persinggungan antara lebih dari satu polutan primer di udara. Jadi, tidak secara langsung diproduksi oleh sumber pencemar. 

Bahan Pencemar yang Sering Dilepaskan ke Udara

Sebenarnya jenis polutan tergolong sangat banyak. Berikut beberapa contoh bahan pencemar yang paling sering dihasilkan dan dilepaskan ke udara: 

1. Gas SO dan SO2

Sulfur monoksida (SO) dan sulfur dioksida (SO2) adalah gas belerang yang bisa menjadi polutan bagi udara.

Bentuk gas belerang yang melakukan kontak dengan nitrogen oksida akan menghasilkan senyawa asam.

Saat senyawa asam tersebut menyatu bersama uap air di awan, maka akan menurunkan hujan asam.

Semakin tinggi kadar asam yang jatuh ke permukaan bumi, maka risiko bahayanya bagi makhluk hidup akan semakin besar. 

2. Gas CO dan CO2

Karbon monoksida merupakan polutan yang dihasilkan langsung dari pembakaran tidak sempurna.

Sedangkan karbon dioksida berasal dari pembakaran dalam kegiatan industri, pembakaran hutan, mesin kendaraan, dan pesawat. 

Gas CO yang terlepas dan terhirup oleh manusia dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu kejang dan keracunan.

Begitupun juga dengan gas CO2 yang bisa menyebabkan pemanasan global, apabila terbentuk melebihi batas standar yakni 0.0035%. 

3. Gas CFC

Apabila Anda memiliki lemari es pasti sudah tidak asing dengan nama gas ini, kan?

Biasanya pada pintu kulkas tertempel label bertuliskan bebas CFC. Gas CFC merupakan kepanjangan dari Kloro Fluoro Karbon. 

Selain lemari es, gas CFC juga dihasilkan dari AC dan parfum. Contoh pencemaran udara oleh gas CFC adalah yang Anda kenal dengan fenomena penipisan dan pembentukan lubang pada lapisan ozon. 

Hal tersebut karena gas CFC yang dilepaskan ke udara akan membumbung tinggi dan bereaksi secara aktif dengan O3 atau lapisan ozon. 

4. Partikel

Tidak hanya gas, bahan polutan juga bisa berupa partikel yang ukurannya sekitar 10 mikrometer.

Beberapa contoh partikel yang termasuk polutan antara lain:

  • Asap yang terbentuk dari butiran padat dan cair
  • Kabut yang terbentuk dari butiran air
  • Plume yang merupakan asap dari hasil pembakaran pabrik
  • Fume yang merupakan hasil dari proses kondensasi logam
  • Debu yang terbentuk dari butiran padat
  • Mist yang terbentuk dari butiran cair sehingga hampir mirip dengan kabut

Selain membahas mengenai pencemaran udara, mungkin kamu juga tertarik membaca mengenai:

Dampak Pencemaran Udara

Setelah mengetahui penyebab dan jenis polutan, lalu apa saja dampak pencemaran udara bagi makhluk hidup dan lingkungan? 

1. Menimbulkan Berbagai Penyakit

Penyakit yang sering diderita manusia akibat pencemaran udara adalah asma, kanker paru-paru, radang paru-paru, dan berbagai penyakit kardiovaskular.  

2. Memperlambat Perkembangan Anak

Kualitas udara yang memburuk tidak baik bagi kesehatan paru-paru, terlebih lagi pada anak-anak yang masih rentan.

Oleh sebab itu, kondisi paru-parunya yang terganggu terancam tidak dapat berfungsi secara maksimal. 

3. Meningkatkan Risiko Kematian Janin

Ibu hamil yang terlalu sering terkena paparan polusi akan membahayakan bagi janin yang dikandung.

Selain pertumbuhan yang tidak optimal, kemungkinan terburuk adalah janin mengalami kematian.

4. Memicu Perubahan Iklim yang Tidak Menentu 

Gas hasil pembakaran baik dari mesin kendaraan maupun kegiatan industri merupakan polutan yang memiliki andil besar dalam pencemaran udara sekitar. 

Tidak mengherankan kalau di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, kualitas udaranya sangat buruk.

Anda bisa membayangkan berapa jumlah gas yang dilepaskan dari ribuan kendaraan yang lalu lalang dan ratusan pabrik yang beroperasi. 

Hal tersebut membuat suhu atmosfer terus naik, sehingga berdampak pada ketidakstabilan iklim.

Bahkan lama kelamaan, iklim secara global dapat berubah akibat bahan polutan yang melebihi kadar toleransi. 

5. Meningkatkan Risiko Turunnya Hujan Asam

Walaupun masih berupa air, namun hujan asam sangat berbahaya karena tiap butiran mengandung asam sulfat dan asam nitrat dalam kadar yang tinggi. 

Turunnya hujan asam dapat mematikan tanaman, merusak bangunan, merusak ekosistem air, dan menyebabkan kerusakan paru-paru karena racun yang terkandung.

Solusi Mengatasi Pencemaran Udara

Apabila Anda merasa ngeri dan tidak ingin terkena dampak yang sudah dijelaskan, maka harus melakukan penanggulangan pencemaran udara sekecil apapun tindakan tersebut.

Kunci utamanya hanya satu yaitu rutin, sehingga lama-lama akan menjadi kebiasaan. 

Berikut cara mengatasi pencemaran udara yang dimulai dari hal kecil, namun berdampak besar: 

  • Menanam banyak tumbuhan yang bersifat anti polutan
  • Menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi
  • Menghindari membakar sampah dengan sembarangan tanpa teknis yang benar
  • Meminimalisir penggunaan listrik
  • Menghilangkan kebiasaan merokok
  • Memanfaatkan barang-barang bekas yang masih layak pakai untuk didaur ulang
  • Mengkonsumsi produk yang diolah secara organik

Udara yang tercemar menjadi permasalahan serius yang dihadapi semua orang termasuk Anda.

Secara tidak sadar, mungkin Anda juga ikut andil dalam mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, kesadaran untuk menanggulangi pencemaran udara harus terus ditingkatkan.

Daftar Pustaka
  • https://ilmugeografi.com /ilmu-bumi/udara/penyebab -pencemaran-udara
  • https://lingkunganhidup.co /pencemaran-udara- pengertian-penyebab-dampak -solusi/
  • https://www. gooddoctor.co.id/tips- kesehatan/info-sehat/ dampak-pencemaran-udara- bagi-kesehatan-tubuh/
  • http://www.indonesian -publichealth.com/jenis -dan-akibat-pencemaran -udara/
  • https://hellosehat. com/hidup-sehat/tips -sehat/dampak-pencemaran- udara-buat-kesehatan/

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment