Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Contohnya

Jika Kamu bersentuhan dengan dunia tulis menulis di ruang publik, maka Kamu tak boleh melewatkan pemahaman tentang tata cara penulisan daftar pustaka.

Hal ini karena daftar pustaka merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan. Apalagi jika Kamu menulis untuk kepentingan profesional. Sayangnya, tak sedikit orang yang menganggap remeh hal ini.

Mungkin karena dalam sebuah karya tulis (baik itu buku, makalah, skripsi, jurnal,maupun artikel ilmiah), penempatan daftar pustaka ada di bagian paling akhir dari tulisan.

Tapi sungguh, itu tidak bisa jadi alasan untuk tidak menggunakannya.

Pengertian Daftar Pustaka

Pengertian Daftar Pustaka
Pengertian Daftar Pustaka

Pengertian daftar pustaka adalah suatu susunan tulisan yang ada di bagian akhir suatu karya yang sifatnya ilmiah.

Dalam istilah lain, daftar pustaka sering juga disebut sebagai bibliografi. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yang secara bahasa artinya adalah penulisan buku.

Wujud dari bibliografi atau daftar pustaka berupa daftar sistematis buku atau karya-karya lainnya yang menjadi sumber rujukan dalam suatu karya.

Sebuah karya yang dipublikasikan, jika dalam penulisannya merujuk kepada sumber-sumber tertentu, sebaiknya menampilkan sumber tersebut.

Tujuan Penulisan Daftar Pustaka

Dibuatnya daftar pustaka dalam sebuah karya tentu saja ada tujuannya. Makanya hal ini kemudian dapat dikatakan perlu. Adapun tujuan penulisan daftar pustaka antara lain:

1. Menghargai Penulis Sebelumnya

Menghargai Penulis Sebelumnya
Menghargai Penulis Sebelumnya

Tujuan yang pertama adalah sebagai bentuk respek kepada penulis karya yang dirujuk sebagai sumber.

Bagaimanapun, penulis tersebut sudah melakukan berbagai kerja-kerja yang keras dan serius ketika menuliskan karyanya, maka tak etis juga bila Kamu tak sama sekali menghargainya.

Nah, salah satu bentuk penghargaan yang sederhana adalah dengan menuliskan karyanya jika dikutip sumbernya.

Hal ini juga menunjukan pengakuan orang yang merujuk karya penulis tersebut bahwa teori, gagasan, atau ide yang ditulisnya adalah buah pikir orang lain.

2. Membantu Pembaca untuk Menggali Informasi Lebih Dalam

Membantu Pembaca untuk Menggali Informasi Lebih Dalam
Membantu Pembaca untuk Menggali Informasi Lebih Dalam

Dengan mencantumkan daftar pustaka dalam sebuah karya, seorang penulis sama saja membantu pembaca untuk memberikan jalan dalam mencari informasi lebih dalam.

Dengan cara mencari serta membaca langsung ke buku sumber yang tercantum dalam daftar pustaka.

Nah, ini tentu saja hal yang baik dan sama saja memberikan manfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, penulis sebaiknya melampirkannya.

3. Menghindari Tuduhan dan Kebijakan Mengenai Penjiplakan (Plagiarisme)

Menghindari Tuduhan dan Kebijakan Mengenai Penjiplakan (Plagiarisme)
Menghindari Tuduhan dan Kebijakan Mengenai Penjiplakan (Plagiarisme)

Dalam dunia akademik, sekarang yang nama plagiarisme mendapatkan perhatian yang lebih serius.

Tak sedikit akademisi yang reputasinya hancur atau bahkan gelarnya dicopot gara-gara masalah plagiat dalam karya yang dibuatnya.

Oleh karena itu para penulis, termasuk jika Kamu menulis dan mengutip informasi (apalagi dengan utuh/satu kesatuan pikiran), maka pentingnya memberinya tanda kutip dan secara jujur menyebutkan bahwa informasi itu bersumber dari mana.

Jika tidak demikian, Kamu bisa digugat oleh penulis yang Kamu jiplak. Nggak mau kan? Makanya tulislah di daftar pustaka.

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka
Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

Aturan penulisan daftar pustaka tidak seragam. Caranya berbeda tergantung dari mana Kamu mengambil sumber, Apakah itu buku, internet, jurnal, atau lainnya?

Kamu tidak bisa menerapkan satu aturan untuk semua tempat penulisan. Oleh karena itu, Kami akan menyajikan aturan penulisan ini berdasarkan sumber pengambilan informasinya.

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

Buku adalah salah satu sumber yang sering dirujuk oleh orang ketika menuliskan informasi dalam karya tulisanya. Tentu saja, Kamu perlu mengetahui tata cara penulisan daftar pustaka dari buku.

1. Penulisan Nama Penulis

Penulisan Nama Penulis
Penulisan Nama Penulis

Nama penulis buku adalah hal wajib Kamu tulis. Penulisannya dalam daftar pustaka ditaruh pada bagian paling depan.

Namun, yang harus diperhatikan adalah penulisannya adalah dengan menyimpan nama belakang penulis lebih awal ketimbang nama depannya.

Setelah nama paling belakang dituliskan, Kamu bisa memberi tanda koma (,) lalu melanjutkan mengisinya dengan nama depannya.

Bagaimana jika penulisnya berjumlah lebih dari satu orang?

Untuk penulis pertama (utama), Kamu tetap menggunakan aturan yang serupa di atas.

Sedangkan untuk penulis kedua atau bahkan ketiga dan seterusnya, tidak perlu dibalik. Tulis saja sesuai nama urutan aslinya, dari depan hingga belakang.

Mengenai gelar akademik, tidak perlu Kamu tuliskan.

2. Penulisan Tahun Terbit

Penulisan Tahun Terbit
Penulisan Tahun Terbit

Setelah menulis nama penulis, Kamu bisa lanjutkan menulis tahun terbitnya. Namun yang harus digaris bawahi, yang dimaksud tahun terbit itu adalah tahun cetakan yang Kamu pakai.

Hal ini perlu dicatat karena bisa saja buku tersebut telah dicetak berulang kali dan setiap cetakan memiliki revisi. Baik penambahan ataupun pengurangan dibanding cetakan yang lainnya.

3. Penulisan Judul Buku

Penulisan Judul Buku
Penulisan Judul Buku

Judul buku juga perlu dituliskan dalam daftar pustaka.  Ia adalah identitas pokok dari suatu buku yang paling mudah untuk dilihat, ditampakkan, dan dicari oleh orang.

Aturan menulisnya, Kamu tulis saja apa adanya dengan menggunakan tipe huruf miring atau dalam bahasa penulisan disebut dengan italic.

Dengan demikian judul ini akan terlihat menonjol dibandingkan identitas buku yang lain.

4. Penulisan Kota Terbit dan Nama Penerbit

Penulisan Kota Terbit dan Nama Penerbit
Penulisan Kota Terbit dan Nama Penerbit

Bagian paling ujung dalam penulisan adalah kota terbit dan nama penerbit. Kota terbit adalah kota dimana buku tersebut diterbitkan, sedangkan nama penerbit adalah perusahaan yang menerbitkan buku tersebut.

Cara penulisannya adalah dengan menuliskan kota tersebut lalu beri tanda titik dua (:), kemudian barulah Kamu tulis penerbitnya.

Terakhir, untuk penulisan daftar pustaka dengan sumber buku ini, setiap unsur yang Kamu tulis perlu dibatasi dengan tanda titik (.)

Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

Selain sumber buku, sumber yang sering jadi rujukan lainnya adalah internet. Bahkan, dewasa ini internet menjadi lebih favorit ketimbang buku.

Meski harus diakui, ada guru atau dosen yang skeptis alias meragukan keabsahan sumber internet karena banyak sumber yang tidak bisa dipercaya.

Ketidakpercayaan di atas biasanya karena penulisnya anonim atau kurang dikenal sehingga diragukan keahliannya.

Namun lain lagi tentu jika yang dijadikan rujukan olehmu adalah tulisan dari penulis yang bukan anonim dan memiliki latar belakang yang menunjukan kapasitas keahliannya.

Nah, adapun tata cara penulisan daftar pustaka dari internet adalah sebagai berikut:

1. Penulisan Nama Penulis 

Penulisan Nama Penulis
Penulisan Nama Penulis

Jika Kamu mengutip dari internet, pastikan ada nama penulisnya. Tidak boleh anonim sehingga tak bisa dipertanggung jawabkan.

Adapun dalam penulisannya, aturannya tidak berbeda dengan pengutipan dari sumber buku.

2. Tahun Penayangan

Tahun Penayangan
Tahun Penayangan

Jika dalam buku dikenal tahun terbit, maka dalam sumber internet yang Kamu cari adalah data yang menunjukan kapan artikel atau tulisan itu pertama kali ditayangkan.

Biasanya, dalam blog atau website yang terpercaya, data tahun penayangan itu ditunjukkan di bawah judul.

3. Penulisan Judul

Penulisan Judul
Penulisan Judul

Sama sebagaimana sumber buku, penulisan judul juga ditulis dengan lengkap. Hanya saja, perbedaannya terletak pada jenis huruf yang digunakan.

Penulisan judul tak perlu menggunakan huruf miring, namun mesti diapit dengan tanda kutip dua (“).

4. Penulisan URL

Penulisan URL
Penulisan URL

Poin keempat ini tidak ada dalam penulisan sumber buku, hanya dalam sumber internet saja.

Kamu perlu menyalin alamat URL dari halaman yang Kamu ambil informasinya. Lalu menempelkannya di daftar pustaka.

5. Penulisan Waktu Pengambilan

Penulisan Waktu Pengambilan
Penulisan Waktu Pengambilan

Di bagian paling ujung, Kamu bisa menuliskan kapan Kamu mengakses atau mengambil informasi dari situs tersebut. Tulislah secara lengkap. Mulai dari tanggal. bulan, tahun, hingga jamnya.

Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel Koran, Jurnal, atau Majalah

Terakhir, sumber yang juga sering dirujuk adalah artikel atau karya-karya non buku yang diterbitkan secara cetak. Seperti dari jurnal.

Kamu perlu juga mengetahui tata cara penulisan daftar pustaka dari jurnal, koran, serta majalah.

Sumber yang satu ini secara tingkat kepercayaan sudah tidak perlu terlalu diragukan lagi.

Hal ini karena penulis jurnal, majalah, atau koran biasanya adalah orang-orang yang memang memiliki kepakaran tertentu. Sehingga mereka berbicara dengan ilmunya.

Berikut tata caranya:

1. Penulisan Nama

Penulisan Nama
Penulisan Nama

Nama wajib ditulis. Meskipun dalam jurnal atau koran ada editornya, yang Kamu tulis tetap hanya penulisnya.

Cara penulisannya sama dengan cara pengambilan sumber dari buku. Nama belakang di awal, dilanjutkan tanda koma (,), baru nama depannya.

2. Penulisan Tahun

Penulisan Tahun
Penulisan Tahun

Penulisan tahun diterbitkannya jurnal atau artikel juga sama dengan buku.

3. Penulisan Judul

Penulisan Judul
Penulisan Judul

Penulisan judul dari sumber ini sama dengan penulisan dari sumber internet. Tidak perlu huruf miring namun menggunakan tanda kutip dua (“).

4. Penulisan Judul Jurnal dan Nama Majalah atau Koran

Penulisan Judul Jurnal dan Nama Majalah atau Koran
Penulisan Judul Jurnal dan Nama Majalah atau Koran

Untuk penulisan ketiga hal ini, Kamu bisa menuliskannya dengan huruf miring atau italic dengan didahului oleh kata (dalam) sebelum menyebut judul jurnal atau nama majalah dan koran

5. Kota Terbit

Kota Terbit
Kota Terbit

Penulisan kota terbit sama dengan penulisan sumber dari buku.

6. Penerbit

penerbit
penerbit

Penulisan penerbit juga sama dengan penulisan dari sumber buku.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Untuk memudahkan pemahamanmu, berikut ini Kami lampirkan juga contoh penulisan daftar pustaka yang benar dari berbagai sumber.

Dengan melihat contohnya secara langsung, mudah-mudahan menjadi lebih tergambar dalam benakmu tentang bagaimana semestinya daftar pustaka ditulis jika Kamu membuat sebuah karya.

1. Contoh dari Sumber Buku

Contoh dari Sumber Buku
Contoh dari Sumber Buku

Identitas buku:

Judul: Mujahidah Muslimah

Penulis: Ira Aini

Penerbit: Nuansa Cendikia

Kota Terbit: Bandung

Penulisan daftar pustakanya adalah sebagai berikut:

Aini, Ira. 2013. Mujahidah Muslimah. Bandung : Nuansa Cendikia.

2. Contoh dari Sumber Internet

Contoh dari Sumber Internet
Contoh dari Sumber Internet

Identitas artikel:

Penulis: Abu Humaira

Judul: Antara Semangat dan Motivasi Guru

Tanggal Tayang: 16 Februari 2015

Waktu akses: 20 September 2020

URL: www.republikimpian.com/antara-semangat-dan-motivasi-guru

Penulisan daftar pustakanya sebagai berikut:

Humaira, Abu.2015. ”Antara Semangat dan Motivasi Guru”, www.republikimpian.com/antara-semangat-dan-motivasi-guru, diakses pada 20 September 2020.

3. Contoh Penulisan dari Jurnal

Contoh Penulisan dari Jurnal
Contoh Penulisan dari Jurnal

Identitas artikel:

Judul jurnal: Gaya Bahasa: Jurnal Bahasa Indonesia Volume 5

Judul artikel: Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu di Jawa Barat

Penulis: Fauzan Adzhima

Penerbit: Kantor Jurnal Bahasa Dunia

Kota terbit: Pandeglang

Tahun terbit: 2018

Contoh penulisan daftar pustakanya:

Adzhima, Fauzan. 2018. “Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu di Jawa Barat” dalam Jurnal Bahasa Indonesia Volume 5 (hlm.180-186). Pandeglang: Kantor Jurnal Bahasa Dunia.

4. Contoh Penulisan dari Koran atau Majalah

Contoh Penulisan dari Koran atau Majalah
Contoh Penulisan dari Koran atau Majalah

Identitas artikel:

Judul koran: Harian Sentausa

Judul artikel: Merekam Derita Rakyat

Penulis: Husein Hasan

Penerbit: PT Hudaya

Kota terbit: Sumbawa

Tahun terbit: 2017

Contoh penulisan daftar pustakanya:

Hasan, Husein. 2017. “Merekam Derita Rakyat” dalam Harian Sentausa. Sumbawa: PT Hudaya

Nah, demikianlah tata cara penulisan daftar pustaka yang bisa Kami sajikan. Mudah-mudahan apa yang Kami sajikan ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi yang mempermudah Kamu dalam memahami tentang daftar pustaka.

Sumber

  • id.m.wikipedia.org/wi ki/Daftar_ pustaka
  • www.studiobelajar. com/ penulisan- daftar- pustaka/
  • gmb-indonesia. com/2019/02 /20/penulisan- daftar-pustaka/

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment