Contoh Review Jurnal 5/5 (1)

Review jurnal merupakan sebutan yang familiar bagi mahasiswa dan anak sekolah.

Bahkan mungkin Anda sudah pernah membaca dan mempelajari contoh review jurnal dari berbagai bidang.

Gambaran Isi Artikel Ini

Langsung aja deh,

Inti dari artikel yang kamu baca ini adalah saya akan memberikan contoh review jurnal dari berbagai macam bidang.

Selain itu,

Saya juga memberikan hasil review jurnal saya sendiri + saya sertakan jurnal aslinya sebelum di review.

Jadi kamu bisa lihat perbedaan sesudah dan sebelum di review.

Pokoknya artikel ini lengkap deh,

Dijamin kalau kamu benaran baca sampai akhir, kamu bisa analisis dan review jurnal apapun.

Pengertian Review

Sabar,

kenalan dulu,

kalau mau langsung contoh bisa geser ke bawah atau klik disini.

Pengertian review adalah sebuah tindakan untuk mengevaluasi sesuatu hal. Sedangkan review jurnal memberi manfaat sebagai gambaran tentang nilai atau kualitas dari sebuah jurnal.

Pada umumnya di dalam contoh critical review jurnal memuat tentang kelemahan dan kelebihan jurnal tersebut.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai contoh hasil review jurnal dari berbagai bidang.

Anda juga dapat download beberapa contoh hasil review jurnal yang nanti saya sajikan, sehingga Anda dapat mempelajarinya.

Tugas Review Jurnal Oleh Mahasiswa

NB: Ada hasil review Jurnal + Jurnal Asli sebelum di review, Jadi Kamu bisa lihat perbedaannya.

Admin sendiri adalah mahasiswa,

Sering sekali melakukan analisis dan review jurnal bahasa inggris (internasional) dan bahasa indonesia (nasional).

Jika kamu mau melihat hasil review jurnal saya dan teman-teman saya semasa kuliah, berikut hasil kami.

Oh ya, ada jurnalnya juga

jadi selain hasil review jurnal, kamu juga bisa lihat jurnal aslinya sebelum kami melakukan review.

Bagi kamu yang ingin mengikuti panduan ini, silahkan siapkan jurnal dulu, jika belum ada bisa baca artikel “cara download jurnal gratis” (klik).

Jika sudah download bisa lanjut ke sini.

1. Review Jurnal Mahasiswa Pertama

Ok langsung aja.

Biodata mahasiswa pertama sebagai berikut,

NAMA: RAHMAT SOLAEMANSYUR
NIM: P2A819007
JURUSAN: S2-PENDIDIKAN KIMIA

Untuk jurnal yang di akan di review kamu bisa download dibawah.

Download / Unduh

Jurnal yang akan di review
*PDF (795KB)

Berikut hasil review jurnal nya.

JudulSINTESIS MASKER GEL NANOSELULOSA DARI BAHAN DAUN UBI JALAR MERAH
JurnalJurnal Ilmiah Indonesia
Volume & HalamanVol.2 & 16-27
Tahun2017
PenulisAhmad Fikri
ReviewerRahmat Solaemansyur
Tanggal06-12-2019
Latar BelakangIndonesia adalah negara yang kayak akan flora dan fauna. Banyak sekali jenis-jenis makana dan buah-buahan yang ada di Indonesia. Negara kita mbanyak mengkonsumsi beras(padi) sebagai bahan pokok dan komoditas pangan utama.

Dewasa ini ternyata ada salah satau komditas pangan Indonesia lainnya, yakini ubi jalar. Indonesia sendiri mampu memroduksi ubi jalar ini dengan jumlah yang sangat banyak, yakni kisaran 2,4jt ton tepatnya pada tahun 2015.

Tanaman ubi jalar ini salah satunya banyak di budidayakan di provinsi jawa, terutama jawa barat. Dari angka 2,4 juta ton tadi, ternaya jawa barat menymbang setidaknya 456.000 ton pada tahun 2015.

Produksi ubi jalar diprovinsi jawa barat tersebar di berbagai kabupaten besar di jawa barat. Salah satu kabupatennya yakni kabupaten kuningan. Produksi ubi jalar yang banyak tentu juga akan menghasilkan limbah yang banyak. Benar saja, ternayat dalam produksinya, limbah-limbah seperti batang, daun, akar ubi jalar tidak dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Banyak factor yang melatarbelakangi masalah ini, latar belakang yang paling jelas adalah karna kurangnya pengetahuan pemanfaatnya limbah-limbah ini. Jika ditinjau dari ilmu pengetahuan, sebenarnya banyak manfaat yang dapat di ambil dari limbah-limbah ini. Misalnya adalah bahan aktif pada limbah tersebut seperti karbohidrat protein dan lipid.

Untuk itulah perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan limbah-limbah tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba memanfaatkan dan mengambil zat aktif dalam limbah ubi jalar. Khsusunya adalah karbohidrat. Daun ubi jalar, batang dan kulitnya ternyata memiliki nilai karbohidrat sebanyak 8.82%. karbohidrat ini bias di extraksi menjadi selulosa dan di hidrolisis menjadi nanoselulosa.

Nanoselulosa sendiri merupakah bahan atau senyawa yang memiliki material anti bakteri, bias dimanfaatkan sebagai penyembuh luka dan memperbaiki kultur jaringan. Dari sekian banyak manfaat yang telah disebutkan diatas dan dengan mempertimbangkan nilai ekonomis dari suatu produk yang akan di olah, maka dipilihlah pembuatan masker gel dari Nanoselulosa karna banyak manfaatnya untuk kulit dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Metode PenelitianMetode penelitian yang digunakan adalah metode pra-eksperimen one-shot case study. Dimana maksudnya adalah metode penelitian ini memungkinkan peneliti untuk melakukan penelitian yang serupa dengan eksperimen namum dalam pelaksanaanya tidak sebagaimana eksperimen pada umumnya. Sebab eksperimen yang digunakan pada penelitian ini tidaklah menggunakan kelas control.

Selain metode diatas, ternayata ada tambahan metode penelitian lain yakni peneliti memberlakukan studi literatur untuk membantu memudahkan proses penelitian. Studi literatur disini adalah metode penelitian yang memungkinkan kita sebagai peneliti untuk mendapatkan informasi dan data dari beberapa sumber literasi yang dimiliki dan dibaca oleh penliti.

Adapun setting penelitiannya berada dilaboraturium kampus Universitas islam Al-Ihya kuningan jawa barat. Kecamatan cigugur.
Pembahasan1. Uji karbohidrat
Adapun secara singkat dapat ditunjukan pada table dibawah ini. Dalam table terlihat jelas bahwa nilai kadar karbohidrat lebih tinggi dari pada protein.

2. Karakterisasi FTIR
Hasil FTIR pada sampel selulosa ditunjukan pada gambar dibawah ini. Jika dianalisis spektrum berikut maka kita tahu bahwa pada sampel menunjukan adanya gugus fungsi -OH dan C-O. kita tahu bahwa selulosa memiliki 3 gugus fungsi -OH dan C-O. hal tersebut menunjukan selulosa berhasil di isolasi dari daun ubi jalar merah.

3. Karakteristik TEM
Gambar berikut ini (bawah) menunjuka marfologi nanoselulosa yang bentuknya sepeti kristalin. Hal ini disebabkan karna putusnya amorp pada rantai selulosa. Bagian amorp adalah bagia yang tidak teratur. Sendangkan bagian kristalin adalah bagian yang teratur. Ion H+ dan H2SO4 berikatan dengan unsur O sehingga menjadikan unsur O tidak setabil, sehingga menyebabkan ranta pada bagian amoprh putus dan membentuk sebuah nonoselulosa kristalin (NC).

4. Karakteristik SEM
Gambar A dan B dibawah ini memberikan gambaran hasil karakteristik SEM masker GEL nanosilika pada perbesaran 5000X dan 10.000X. perbesaran tersebut menunjukan permukaan yang halus dan tertutup. Hal tersebut menunjukan nanoselulosa memiliki permukaan yang halus dan menempel kuat pada matriks PVA.

(Gambar A)

(Gambar B)

5. Uji Tarik
Gambar A dan B dibawah ini menunjukan kekuatan tari dan perpanjangan (elongasi) yang menurun dari 0% NC ke 3% NC. Setelah diamati ternyata penurunan nilai kekuatan tari dan perpanjangan ini disebabkan oleh ikatan intramolekul antara PVA dengan Nanoselulosa. Menurut sun-young lee gaya intermolekul mempengaruhi nilai kekuatan pada PVA film.

(Gambar A)

(Gambar A)

Adapun nila modulus estilasi yang meningkat dari sampel 0% NC sampai 7% NC. Hal ini karna nanoselulosa yang diguanan cenderung memiliki bentuk kristalin. Struktur inilah yang membuat nanoselulosa memiliki MPa yang meningkat (Gambar C).

(Gambar C)

6. Uji UV-VIS
Pada sampel NC setelah dianalisi menunjukan hasil seperti pada gambar dibawah ini.

Pola grafik pada sampel NC 3%, NC 5% dab NC 7% menunjukan pola yang fluktuatif. Penyebabnya karna adanya tonjolan pda permukaan sampel. Dimana tonjolan pada sampel dan ketebalan sampel yang bebrda menunjukan nilai transmisi menjadi fluktuatif.
Kelebihan1. Dijelaskan secara lengkap berbagai macam pengujian seperti uji karbohidrat, uji karakteristik FTIR, uji karakteristik TEM, karakteristik SEM, uji Tarik dan UV-VIS.

2. Urutan dan pedoman untuk sitesis masker gel sudah di jabarkan secara mendetail, sehingga bias diikutin dengan jelas.

3.Pada pengujian Nanoselulosa dari tiap-tiap uji yang ada. Peneliti memberikan banyak sekali informasi karna perbedaan varisai pada masing2 sampel seperti 3% NC 5%NC 7% NC dan seterusnya.
Kekurangan1. Tidak dijelaskan manfaat masing-masing pengujian.

2. Tidak disebutkan atau tidak ada gambaran mengenai standarisai uji yang layak.

3. Tidak dijelaskna variasi mana yang paling baik pada masing-masing nanoselulosa.
KesimpulanSetidaknya ada 4 kesimpulan dalam penelitian ini, yang saya ringkas sebagai berikut:

1. Sintesis atau pembuatan masker gel nanoselulosa dari bahan daun ubi jalar merah berhasil dilakukan.

2. Morfologi dari permukaan masker gel nanoselulosa menunjukan permukaan yang halus dan tertutup (bagus).

3. Sifat optik menunjukan nilai transmitansi tertinggi ditunjukan pada sampel NC 5%. Nilai transmitansi dipengaruhi banyaknya fiber nanoselulosa.

4. Nilai modulus elastisitas yang optimum ditunjukan pada NC 7% yaitu 2,60 N/mm2. Nilai tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan produk masker gel komersial yaitu 11,23 N/mm2.

Hasil review jurnal bisa anda unduh di bawah.

Download / Unduh

Download Hasil Review Jurnal Mahasiswa pertama
*Word (3MB)
*PDF (229KB)

2. Review Jurnal Mahasiswa ke-dua

Biodata mahasiswa ke-dua sebagai berikut,

NAMA: RAHMAT SOLAEMANSYUR
NIM: P2A819007
JURUSAN: S2-PENDIDIKAN KIMIA

Kok rahmat lagi?

iya satu mahasiswa menganalisis dan review jurnal 2x.

Untuk jurnal yang di akan di review kamu bisa download dibawah.

Download / Unduh

Jurnal yang akan di review
*PDF (280KB)

Berikut hasil review jurnal nya.

JudulPembuatan Komposit Selulosa Asetat-Silika Sekam Padi
JurnalProsiding Seminar Nasional MIPA
Volume & Halaman
Tahun2016
PenulisFaisal Putra Syahrani*, E. Evy Ernawati, Solihudin, Haryono, Roekmi-ati Tjokronegoro
ReviewerRahmat Solaemansyur
Tanggal06-12-2019
Latar BelakangPemanfaatan limbah disektor pertanian dilakukan untuk mengembangkan teknologi perngolahan limbah pertanian dan diarahkan untuk kegiatan atau material yang bermanfaat. Potensi limbah pertanian yang saat ini berada dalam ambang dan jumlah besar adalah penggilingan padi berupa sekam padi. Dalam dunia Pendidikan, sekam padi jika dianalisi ternyata mengandung selulosa 35%, hemiselulosa 25%, lignin 20%, dan silika 17%. Komponen-kompnen tersebut dapat ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai material termasuk material komposit.

Banyak penelitian yang telah dicobakan dari bahan sekam padi, seperti membuat serat nanoselulosa dengan fluoresensi tinggi, kristal nanoselulosa, selulosa asetat dan penggunaan selulosa padi untuk biomedis. Dari sinilah ternyata keberadam selulosa dalam sekam padi memndapatkan perhatian khusus karena memungkinkan untuk dibuat komposit selulosa-silika.

Selulosa ini dapat dimodifikasi melalui reaksi esterifikasi menghasilkan selulosa asetat. Selnajutnya Selulosa asetat telah dipakai secara luas antara lain produknya sebagai material membran, filter rokok, tekstil, plastik, dan industri makanan serta farmasi. Komposit selulosa asetat dengan silika dilakukan untuk meningkatkan sifat fisiknya. Komposit selulosa asetat silika dapat digunakan sebagai bahan pada pembuatan membran untuk pemisahan etilena/etana dan propilena/propane, dimana membran osmosa ini adalah memberan terbalik untuk pemurnian yang mempunyai sanitas tinggi.

Pada Penambahan silika pada pembuatan membran dari selulosa asetat dapat meningkatkan diameter pori, porositas permukaan, dan kerapatan pori. Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa selulosa dan silika dari sekam paditernyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku suatu komposit. Khusunya Dalam penelitian ini akan dijelaskna cara yang perlu dilakukan dalam pembuatan komposit selulosa-silika dari sekam padi dengan metode perlakuan alkali, delignifikasi, tiga kali pengulangan perlakuan alkali, dan dua kali ekstraksi silika dengan larutan kalium karbonat. Komposit selulosa-silika ini digunakan sebagai bahan untuk membuat membran komposit selulosa asetat silika.
Metode PenelitianAdapun Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat-alat gelas, corong Buchner, desikator, kui, oven, pengaduk magnetik, tanur, termometer, dan FTIR Agilent Technologies tipe Cary 600.

Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah sekam padi yang diperoleh dari Desa Gegerkalong, Bandung.

Bahan-bahan kimia yang digunakan adalah:
1. Akuades
2. asam asetat glasial p.a
3. asam asetat anhidrida p.a
4. asam nitrat p.a
5. asam sulfat p.a
6. etanol p.a
7. hidrogen peroksida p.a
8. nheksana p.a
9. natrium hidroksida p.a.

A. Preparasi sekam padi awal 50 mesh
1. Skam padi
– Dicuci dengan aquades
– Dikeringkan dengan oven (110 OC , 24J jam)

2. Sekam padi ketring
– Dihaluskan
– Diloloskan pada ayakan 50mesh

B. Dewaxing
1. Sekam padi (50mesh)
– Sebnayak 82 gram direfluks selama 6 jam
– Dibilas dan disaring
– Dikeringkan (90 OC selama 14 jam)

C. Perlakuan alkali
– Dilarutkan Residu hasil dewaxing dalam H2O2 (1,5%)
– Ditambah NaOH 5M hingga pH 10
– Didamkan selama 14 jam (T=45 OC)
– Diaduk dengan pengaduk magnetic
– Disaring
– Dibilas dng etanol an akuades
– Dikeringkan ( 55 OC selama 16Jam)

D. Delignifikasi
– Endapan hasil perlakuan alkali pertama direfluks selama 15 menit dengan asam asetat 80%:asam nitrat 70% (10:1) dengan rasio 1:27,5
– Larutan disaring dan dicuci dengan etanol dan akuades
– kemudian dikeringkan pada suhu 60oC selama 16 jam.
– Endapan hasil delignifikasi dilakukan pengulangan perlakuan alkali berulang sebanyak 3 kali.

E. Refluks dengan larutan kalium karbonat
– Endapan hasil perlakuan alkali ketiga direfluks dengan larutan kalium karbonat dengan perbandingan mol silika:kalium karbonat:air 1:2:150 selama 3 jam
– disaring dalam keadaan panas dengan corong Buchner
– Residu yang didapatkan, dibilas dengan etanol
– residu hasil refluks dengan larutan kalium karbonat direfluks kembali menggunakan larutan kalium karbonat dengan perbandingan mol yang berbeda, yaitu 1:1:150
Pembahasan1. Preparasi Sekam Padi
Awalnya Sekam padi dicuci dengan air untuk memisahkan kotoran (debu dan pasir) dalam sekam padi. Sekam padi yang digunakan memiliki Strukur sekam padi yang liat dan kaku dan akan mempersulit proses isolasi selulosa-silika sehingga sekam padi dihaluskan lebih dahulu, dalam penelitian ini sampai lolos saringan 50 mesh. Hasil analisis sekam padi diperoleh kadar hemiselulosa, selulosa, dan lignin masing-masing 31,43%, 22,44%, dan 20,12%. Adapun didapatkan Kadar hemiselulosa dan lignin yang tinggi sangat berpengaruh pada kualitas selulosa, sehingga perlu dilakukan pengurangan kadar hemiselulosa dan lignin tersebut.

2. Pembentukan Selulosa-Silika Sekam Padi
Berikut disajikan gambar Fotograf residu dari setiap proses.

(Gambar)
Jika kita amati Pada gambar tersebut terlihat jelas terjadi perubahan warna residu dari coklat menjadi putih. Hal ini menjelaskan bahwa terjadi penurunan kadar lignin, mulai dari sekam padi awal hingga perlakuan alkali ketiga. Perubahan warna endapan yang signifikan terdapat pada endapan hasil delignifikasi. Namun, endapan hasil perlakuan alkali ketiga menghasilkan warna endapan yang lebih putih dibandingkan dengan endapan lainnya. Kita ketahui bahwa lignin memiliki gugus kromofor, sehingga terekstraknya lignin pada suatu suatu senyawa ditandai dengan perubahan warna pada residu yang dihasilkan.

3. Pembuatan Komposit Selulosa Asetat-Silika Sekam Padi
Setelah di analisi, adapun Hasil analisis gugus fungsi pada komposit selulosa asetat-silika sekam padi ditunjukkan pada Gambar berikut.

(Gambar)
Pada gambar terlihat adanya serapan pada bilangan gelombang 3537, 1766, dan 1096 cm-1 yang masing-masing mengidentifikasikan adanya vibrasi ulur O-H, C=O, dan C-O. Munculnya pergeseran bilangan gelombang dari selulosa-silika sekam padi menjadi komposit selulosa asetat-silika sekam padi, menunjukkan gugus O-H dari selulosa telah mengalami perubahan, dimana sebagian gugus OH telah disubtitusi oleh gugus asetil. Munculnya serapan pada bilangan gelombang 1766, 1748, 1763, dan 1766 cm-1 untuk masing-masing selulosa asetat standar, komposit selulosa asetatsilika perlakuan alkali ketiga, komposit selulosa asetat-silika refluks pertama, dan komposit selulosa asetat-silika refluks kedua menunjukkan gugus C=O dari gugus asetil. Berdasarkan spektogram selulosa asetat standar, hanya komposit selulosa asetat-silika esktraksi karbonat kedua yang tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga hanya komposit selulosa asetat-silika refluks kedua yang sudah sesuai dengan selulosa asetat standar.
Kelebihan1. Semua analisi data dan pengujian di tunjukan dengan statistika yang seusia dan bagus.

2. Runtutan pemikiran dan ide latarbelakang pengambilan masalah sudah bagus.

3. Dijelaskan juga masing-masing variasi dan hasilnya
Kekurangan1. Tidak dijelaskan manfaat masing-masing uji.
KesimpulanBerdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kadar hemiselulosa dan lignin terendah adalah hasil tahap perlakuan alkali ketiga (3,55% dan 2,83%), sedangkan kadar silika terendah adalah hasil tahap refluks dengan larutan kalium karbonat kedua (20,50%). Delignifikasi efektif menurunkan kandungan hemiselulosa dan lignin sedangkan refluks dengan larutan kalaium karbonat untuk menurunkan kadar abu (silika). Analisis FTIR menunjukkan komposit selulosa asetat-silika sekam padi ektraksi kalium karbonat kedua mempunyai serapan gugus fungsi yang relatif sama dengan spektogram selulosa asetat standar.

Hasil review jurnal bisa anda unduh di bawah.

Download / Unduh

Download Hasil Review Jurnal Mahasiswa Ke-dua
*Word (1MB)
*PDF (141KB)

3. Review Jurnal Mahasiswa ke-tiga

Biodata mahasiswa ke-3 sebagai berikut,

NAMA: MUNAWIR NURSYAHROBBY
NIM: P2A819005
JURUSAN: S2-PENDIDIKAN KIMIA

Untuk jurnal yang di akan di review mahasiswa ke-3 ini bisa kamu download dibawah.

Download / Unduh

Jurnal yang akan di review
*PDF (561KB)

Berikut hasil review jurnal nya.

JudulPembuatan Nanokomposit Polivinil Alkohol/Nanoserat Selulosa yang Diisolasi dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis Guineensisjack) dengan Metode Ledak Uap
JurnalKimia FMIPA Unmul
Volume & HalamanVolume 14 Halaman 120-126
Tahun2017
PenulisDwi Indria Cherlina
Saharman Gea
Hamonangan Nainggolan
ReviewerMunawir Nursyahrobby (P2A819005)
Tanggal06-12-2019
Latar BelakangPenggunaan plastic sintesis sangat marak digunakan di berbagai bidang, seperti diindustri pertanian dan makanan. Plastic sintesis ini sulit terurai dan merusak lingkungan, maka diperlukan suatu bahan yang dapat menggantikan peran plastic tersebut di masa depan. Salah satunya yang dapat menjadi pilihan yaitu biokomposit selulosa sebagai bahan terbarukan dan mudah terurai. Selain itu pemilihan selulosa ini karena selulosa merupakan biopolymer yang berlimpah di alam, bersifat dapat diperbaharui, mudah terurai dan tidak beracun.
Metode PenelitianMetode penelitian diawali dengan pembuatan larutan PVA 10%, kemudian dipanaskan selama 2 jam. Kemudian dilanjutkan dengan penyiapan tandan kosong kelapa sawit yang dihaluskan dengan blender dan diayak. Proses selanjutnya yaitu dilakukan isolasi α-selulosa, setelah itu diisolasi Nanoserat selulosa dari α-selulosa tadi. Barulah kemudia dibuat nanokomposit PPA/Nanoserat selulosa dengan cara menambahkan variasi berat NSS kedalam larutan PVA 10%, kemudian dicampurkan menggunakan stirrer selama 2 jam dan dicetak menggunakan Teflon dan terakhir di oven sampai berat konstan.
PembahasanBerdasarkan hasil analisa morfologi NSS dengan menggunakan TEM diketahui bahwa partikel-partikel nanoserat selulosa yang saling berpisah satu dengan yang lain dan diketahui ukuran dari partikel dari NSS yang dihasilkan dengan menggunakan software
imagej, dimana NSS yang dihasilkan tidak memiliki ukuran yang homogen dan berdasarkan data yang didapatkan NSS memiliki ukuran diameter rata-rata sekitar 44,6 nm. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa NSS telah berhasil diisolasi dari α-selulosa yang berasal dariserat TKKS. Selanjutnya dilakukan uji mekanik, diketahui bahwa variasi berat PVA/NSS (80:20) merupakan variasi berat yang paling baik karena dapat meningkatkan kekuatan tarik dan modulus young dari nanokomposit. Hal ini disebabkan oleh kekuatan rantai yang melekat pada nanoserat selulosa dan distribusi homogeny dari nanoserat selulosa. Hasil TGA yang terbaik juga ditunjukkan oleh 80:20 karena pada variasi ini penurunan penguapan air dansenyawa yang memiliki berat molekul yang rendah.
KelebihanPada jurnal telah diuji nanoserat selulosa dengan berbagai variasi campuran. Uji yang dilakukan sudah cukup lengkap seperti dilakukan uji mekanik untuk melihat modulus young dari komposit, kemudian uji morfologi dengan TEM dan SEM sehingga diketahui kualitas komposit yang dihasilkan.
KekuranganTidak ada standard kualitas komposit secara internasional pada industry yang menjadi acuan dalam pembuatan komposit ini, dan penerapan di bidang enterpreunernya masih kurang karena pada jurnal tidak terlalu dibahas secara detail produk apa yang dihasilkan secara massal di industry.
Kesimpulanα-selulosa telah berhasil diisolasi dari serat TKKS dengan menggunakan metode ledak uap. Hasil analisa sifat mekanik, morfologi, dan ketahanan termal dari nanokomposit PVA/NSS
menunjukkan bahwa variasi berat NSS sebesar 20% memberikan hasil yang terbaik dengan nilai uji tarik sebesar 17,41 MPa dan nilai modulusYoung’S 0,9 GPa, suhu dekomposisi 267,23oC dengan massa residu sebesar 11,80% danpermukaan yang lebih rata dan homogen.

Hasil review jurnal bisa anda unduh di bawah.

Download / Unduh

Download Hasil Review Jurnal Mahasiswa Ke-tiga
*Word (21KB)
*PDF (106KB)

4. Review Jurnal Mahasiswa ke-4

Biodata mahasiswa ke-4 sebagai berikut,

NAMA: MUNAWIR NURSYAHROBBY
NIM: P2A819005
JURUSAN: S2-PENDIDIKAN KIMIA

Seperti yang udah saya sebutkan,

satu mahasiswa 2 jurnal.

Untuk jurnal yang di akan di review mahasiswa ke-4 ini bisa kamu download dibawah.

Download / Unduh

Jurnal yang akan di review
*PDF (5MB)

Berikut hasil review jurnal nya.

JudulIsolasi Nanoselulosa dari Pelepah Pohon Salak Sebagai Filler pada Film Berbasis Polivinil Alkohol (Pva)
JurnalProsiding Seminar Nasional Kulit, Karet dan Plastik ke-6
Volume & HalamanHalaman 223-236
Tahun2017
PenulisLiska Triyastiti
Didik Krisdiyanto
ReviewerMunawir Nursyahrobby (P2A819005)
Tanggal06-12-2019
Latar BelakangSalak merupakan komoditas utama di Yogyakarta, pada perawatannya pelepah salak harus dipangkas secara berkala. Hal ini mengakibatkan banyaknya limbah pelepah salak yang dihasilkan, namun pemanfaatannya masih kurang. Maka perlu dilakukan hilirisasi dari persoalan tersebut dengan cara mengolah pelepah salak untuk dijadikan sebagai filler pada PVA(Polyvinil Alkohol) karena kadar selulosa pada salak dapat meningkatkan sifat mekanis dari PVA.

Pembuatan PVA ini dimaksudkan untuk menggantikan penggunaan plastic sintetis karena merusak lingkungan, maka dibuatlah kemasan alternatif yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan yaitu PVA, namun PVA sangat dipengaruhi kelembapan di sekitar, semakin tinggi kelembaban maka airakan semakin banyak diserap, sehingga mengurangi nilai kuat tarik, meningkatkan elongasi dan kekuatan sobek dari film PVA.

Dipilihlah pelepah salak sebagai filler untuk mengatasi persoalan tersebut, selain itu karena banyaknya limbah pelepah salak yang dihasilkan dan kurang dalam pemanfaatannya.
Metode PenelitianMetode penelitian diawali dengan mengisolasi α-selulosa dari pohon salak, selanjutnya dibuat nanoselulosa dari α-selulosa dengan metode hidrolisis garam dengan cara ditambahkan H2SO4 40% (v/v), di refluks dan di stirrer.

Selanjutnya di buat film komposit PVA dengan memanaskan pada suhu 80 C dan di stirrer dan didinginkan. Kemudian dicetak pada Teflon dengan diameter 120 mm.
PembahasanBerdasarkan hasil uji mekanis bahwa kekuatan tarik komposit film PVA tertinggi pada penambahan nanokristal selulosa 10% yaitu 14.3799 MPa, sedangkan kuat tarik terendah adalah 10.8609 MPa
diperoleh dari penambahan nanokristal selulosa 30%.

Diketahui bahwa semakin banyak nanokristal selulosa yang ditambahkan maka akan menurunkan kuat tarik dari komposit film.
KelebihanLatar belakang dipaparkan secara runut dan jelas sehingga pembaca dapat benar benar mengetahui enterpreuner dari jurnal ini mulai dari awal membaca latar belakang, topik yang di angkat menarik dan inspiratif sehingga dapat menjadi opsi industry ramah lingkungan di masa depan.
KekuranganPada jurnal tidak terdapat standard produksi Film secara industry sehingga dapat dilakukan produksi secara missal film PVA-selulosa ini yang sesuai dengan standard pabrik sehingga nantinya dapat benar benar menggantikan penggunaan plastic sintetis.
KesimpulanMetode isolasi dengan perlakuan kimiawi dan mekanis dapat mengahasilkan nanokristalselulosa dengan karateristik nanoselulosa dengan FTIR dengan munculnya serapan khas padabilangan 894 cm-1 menunjukan vibrasi ulur pada sambungan glikosidik antar unit glukosa dalamrantai selulosa.

Hasil XRD menunukkan kristalinitas nanoselulosa meningkat dari 43% (pelepahsalak) menjadi 58.42% dengan ukuran kristal pelepah salak 21.09 nm sedangkan nanoselulosa lebih
kecil yaitu 16.52 nm.

Penggunaan nanoselulosa sebagai pengisi dalam film komposit PVAsebanyak 10%, 20% dan 30% dapat menurunkan nilai kuat tarik dan persen pemanjangan putus(elongation at break), karena diduga terjadinya agregasi dan aglomerasi pada film komposit yang
dihasilkan.

Hasil review jurnal bisa anda unduh di bawah.

Download / Unduh

Download Hasil Review Jurnal Mahasiswa Ke-4
*Word (20KB)
*PDF (105KB)

5. Review Jurnal Mahasiswa ke-5

Biodata mahasiswa ke-5 sebagai berikut,

NAMA: Anisa Puspita Sari
NIM: P2A819011
JURUSAN: S2-PENDIDIKAN KIMIA

Untuk jurnal yang di akan di review mahasiswa ke-5 ini bisa kamu download dibawah.

Download / Unduh

Jurnal yang akan di review
*PDF (372KB)

Berikut hasil review jurnal nya.

JudulNanokomposit karet alam/silikon sebagai otot sintetik dengan sifat mekanik seperti otot manusia
JurnalJurnal ilmu Fisika
Volume & HalamanVolume 10 dan halaman 38-45
Tahun2018
PenulisRiri Murniati
ReviewerAnisa Puspita Sari (P2A819011)
Tanggal06-12-2019
Latar BelakangKaret alam banyak terdapat di Indonesia, sehingga banyak inovasi yang akan dikembangkan melalui karet alam ini. Seiring berkembangnya teknologi, karet alam dapat dimanfaatkan pada bidang medis (kedokteran). Dalam dunia kedokteran, seringkali membutuhkan tubuh manusia yang sudah dibekukan (cadavar) untuk dimanfaatkan sebagai objek pembelajaran.

Namun, karena terdapat beberapa permasalahan seperti masalah moralitas dan pada jangka waktu tertentu cadavar dapat mengalami pembusukan. Sehingga, perlunya inovasi kerangka tubuh manusia sintetik yang perlahan dapat menggantikan cadavar manusia. Pada jurnal ini meneliti tentang nanokomposit karet alam sebagai otot sintetik dengan sifat mekanik yang seperti otot manusia.
Metode PenelitianTahap-tahap pembuatan cadavar dari pembuatan nanokomposit karet alam:

1. Tahap Perancangan dan Pembuatan Cetakan (Mold)
– Dibuat cetakan dari besi steinless stell dengan ukuran 10cm x 7cm x 3cm

2. Tahap Sintesis
– Dibuat precursor material komposit dengan variasi bahan dasar karet yang digunakan (latex cair, dan karet silicon).
– Dicampurkan bahan kimia dalam table dibawah ini dengan mixer selama waktu tertentu.
– Table Formula of the material

(Tabel)

3. Tahap karakterisasi material
– Karakterisasi mekanik diukur menggunakan Universal Testing Machine, untuk mempelajari struktur permukaan secara atomik akan diuji dengan AFM (bisa diperoleh informasi mengenai: gambar 3D, kehalusan/kekasaran permukaan, dan kekuatan tarikmenarik)
– Komposisi material diuji menggunakan FT-IR
– untuk memperoleh gambaran permukaan serta komponen material secara kuantitatif akan diuji dengan SEMEDX
PembahasanPada jurnal ini, pembuatan cadavar dilakukan dengan campuran karet dengan agent yang tidak diberikan filler sebagai pembanding terhadap karet komposit, bila diberikan filler apakah akan terdapat perbaikan karakteristik atau tidak. Sehingga, dibuat karet tanpa filler yang berfungsi sebagai variable kontrol pada eksperimen ini.

Pada hasil karakterisasi komposisi lateks yang lebih banyak, material akan memiliki kekuatan yang lebih baik seiring dengan tingginya nilai modulus young yang mengindikasikan ketahanan suatu material saat ditarik. Kombinasi karet alam dan karet silikon dapat menghasilkan ketahanan tarik komposit yang baik pada komposisi yang tepat.
KelebihanMencantumkan karakteristik mekanik berbagai bagian tubuh manusia yang dapat digunakan sebagai standar untuk membandingkan dengan hasil pengujian modulus Young sampel.
Kekurangan1. Hanya membahas campuran karet dengan agent yang tidak diberikan filler.

2. Dari hasil penelitian jurnal ini, meskipun beberapa material sudah menyerupai organ bagian dalam manusia, namun nilai ini masih jauh dengan organ tubuh bagian luar dari manusia seperti otot yang dapat mencapai 49 Mpa.
KesimpulanKomposisi bahan karet alam (lateks cair) dan karet sintetis (silikon): Lateks 100%, Lateks 75% dan Silikon 25%, Lateks 50% dan Silikon 50%, Lateks 25% dan Silikon 75%, dan Silikon 100%.

Berdasarkan komposisi material dengan komposisi lateks yang lebih banyak akan memiliki kekuatan yang lebih baik. Berdasarkan hasil pengujian modulus Young sampel dapat dikomparasikan dengan cadavar manusia maka komposit lateks 50% dan Silikon 50% pengujian 1 menyerupai kerongkongan serta pengujian 2 memiliki karakteristik mekanik yang menyerupai usus manusia.

Karet komposit lateks 75% dan Silikon 25% pengujian 1 dan pengujian 2 memiliki karakteristik menyerupai tulang rawan pada lutut pria remaja.

Hasil review jurnal bisa anda unduh di bawah.

Download / Unduh

Download Hasil Review Jurnal Mahasiswa Ke-5
*Word (52KB)
*PDF (83KB)

6. Review Jurnal Mahasiswa ke-6

Biodata mahasiswa ke-enam sebagai berikut,

NAMA: Frandi Mardiansyah
NIM: P2A819010
JURUSAN: S2-PENDIDIKAN KIMIA

Untuk jurnal yang di akan di review mahasiswa ke-6 ini bisa kamu download dibawah.

Download / Unduh

Jurnal yang akan di review
*PDF (171KB)

Berikut hasil review jurnal nya.

JudulKarakteristik Kimia Enkapsulasi Ekstrak Biji Jintan Hitam ( Nigella sativa) dan Biji Wijen (Sesamum indicum) dengan Metode Fermentasi
JurnalIlmu dan Teknologi Pangan
Volume & HalamanVolume 6 dan Halaman 533-541
Tahun2018
PenulisYudha Agus Pranata Barutu, Herla Ruamarilin dan Zulkifli Lubia
ReviewerFrandi Mardiansyah
Tanggal06-12-2019
Latar BelakangDiera yang semakin modern engan teknologi yang semakin canggih ini membuat dunia penelitian semakin meningkat dari waktu ke waktu, hal ini tidak lepas pula pada penelitian senyawa bioaktif.

Penelitian tentang senyawa ini semakin meningkat, hal ini dikarenakan banyaknya manfaat senyawa biokaktif ini banyak sekali, yang paling banyak dikenal adalah senyawa biokatif digunakan sebagai bahan antioksidan yang mengobati berbagai macam penyakit degeneratif seperti hiperkolesterolemia, diabetes, kanker, hiperurisemia dan lain-lain.

Sudah banyak jenis tanaman fungsional yang diteliti namun masih ada beberapa jenis tanaman fungsional yang pemanfaatannya belum di ungkap atau di teliti lebih lanjut seperti biji jintan hitam dan biji wijen.

Metode fermentasi dapat mempengaruhi karakteristik kimia dan fitokimia dari suatu bahan yang menggunakan berbagai jenis mikroba. Pada penelitian ini digunakan metode fermentasi untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap karakteristik kimia bahan yang telah mengalami proses fermentasi. Biji jintan hitam banyak mengadung berbagai nutrisi dan senyawa aktif seperti nigellone dan thymoquinone.

Sedangkan biji wijen mengandung senyawa bioaktif seperti tokoferol, lignan larut lemak, lignan glukosida yang bermanfaat untuk antioksidan. Biji jintan hitam dan biji wijen ini di manfaatkan dalam bentuk ekstrak.

Dengan banyak nya manfaat dari biji jintan hitam dan biji wijen yang telah disebutkan maka dibutuhkan suatu bentuk olahan yang dapat menyimpan ekstraks biji jintan hitam dan biji wijen agar bertahan lama dan praktis, karena senyawa yang terkandung dalam kedua biji tersebut bersifat mudah rusak.

Dengan permasalahan tersebut maka dibuatlah suatu teknologi enkapsulasi yang berguna untuk melindungi senyawa biokatif yang terdapat didalam ekstraks biji jintan hitam dan biji wijen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik enskapsulasi ekstrak biji jintan hitam dan biji wijen.
Metode PenelitianPada penelitian ini menggunakan bahan yaitu biji jintan hitam, biji wijen dan ragi tempe, dan alat yang digunakann adalah oven pengeringan, timbangan analitik digital rotary evaporator, shaker, desikator, pengangas air, termometer, kompor listrik, glass ware dan lain-lain.

Penelitian ini dilakukann dengan menggunakan metode penelitian bangun yaitu rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu, perbandingan biji jintan hitam dan biji wijen sebagai faktor I dan Jenis bahan penyalut sebagai faktor II. Penelitian ini dilakukan dengan lima tahap yaitu persiapan sampel biji jintan hitam, pembuatan ekstrak biji jintan hitam, persiapan sampel biji wijen, pembuatan ekstrak biji wijen, pembuatan enkapsulat campuran ekstrak biji jintan hitam dan biji wijen.

Pada penelitian ini juga dilakukan beberapa analisis diantaranya Analisis dengan metode oven dari AOAC, analisis kadar abu dengan modifikasi Sudarmadji, analsis Kadar protein metode kjeldahl dari AOAC, analsis kadar lemak metode soxhlet dari AOAC, kadar serat kasar dari Apriyantono, kadar gula pereduksi metode Luff Schrooll dari Sudarmadji, dan rendemen ekstrak dari Diba. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan perlakuan yang memberikan pengaruh berbeda nyata atau sangat nyata diuji dengan uji lanjut menggunakan uji Least Significant Range (LSR).
Pembahasan1. Kadar Air
Pada uji kadar air dapat dilihat bahwa kombinasi perbandingan ekstrak biji jintan hitam dengan biji wijen dan jenis bahan penyalut memberikan pengaruh berbeda yang sangat nyata. Hal ini disebabkan karena kadar air yang dihasilkan oleh enkapsulat berhubungan dengan kadar air bahan yang digunakan.

Semakin tinggi jumlah perbandingan ekstrak biji jintan hitam dan semakin rendah jumlah perbandingan ekstrak biji wijen maka kadar air enkapsulat akan semakin tinggi. Kadar air ekstraks biji jintan hitam yang dapat adalag sebesar 7, 3138% dan biji wijen sebesar 5,1211%.

2. Kadar Abu
Pada uji kadar abu diperoleh pengaruh berbeda sangat nyata pada jenis bahan penyalut terhadap kadar abu enkapsulat. Hasil kadar abu tertinggi ditunjukan pada perlakuan N3 dan terendah pada N1. Kadar abu dipengaruhi oleh kadar abu dari masing-masing bahan penyalut yang digunakan.

3. Kadar Protein
Pada uji kadar protein yang dilakukan didapatlah bahwa terdapat pengaruh berbeda yang sangat nyata antara penbandingan ekstrak biji jintan hitam dengan bjji wijen dan jenis penyalut terhadap kadar protein enkapsulat. Dengan nilai kadar protein yang didapat 23,3900% pada biji jintan hitam dan 22,8338% pada biji wijen
KelebihanKelebihan jurnal adalah cukup lengkap baik dari data yang didapatkan dan juga uji yang dilakukan, hal ini bisa dilihat bahwa pada penilitian ini dilakukan beberapa uji seperti uji kadar air, uji kadar abu, dan uji kadar protein antara perbandingan ekstrak biji jintan hitam dengan ekstrak biji wijen dan jenis penyalut. Persentase kadar yang didapat juga banyak dan lengkap sehingga pembaca mudah mengerti hasil dari penelitian yang dilakukan.
KekuranganPada jurnal ini terdapat beberapa kekurangan yaitu yang pertama tidak dibuatnya bagan alir mengenai metode penelitian yang dilakukan, hal ini membuat pembaca sedikit kesulitan memahami prosedur kerja penelitian ini dan yang kedua adalah tidak disebutkannya standar yang baik atau standar nasional dari setiap kadar yang di hasilkan sehingga pembaca tau setiap kadar yang dihasilkan mana yang sudah memenuhi standar.
KesimpulanKesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa Perbandingan ekstrak biji jintan hitam dengan ekstrak biji wijen memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan kadar gula pereduksi tetapi memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar abu dan kadar serat kasar enkapsulat. Jenis bahan penyalut memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein tetapi memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar lemak, kadar serat, dan kadar gula pereduksi enkapsulat.

Hasil review jurnal bisa anda unduh di bawah.

Download / Unduh

Download Hasil Review Jurnal Mahasiswa Ke-6
*Word (20KB)
*PDF (55KB)

7. Review Jurnal Mahasiswa Ke-7

Sebenarnya ada 13 mahasiswa, jadi total ada 7 x 2 = 14 review.

Tapi kalau di input semua nanti bakal jenuh juga.

6 review jurnal di atas sudah saya pilih kan dari yang terbaik.

Ok, Next kita akan pindah ke jurnal internasional di bawah ini.

Contoh Review Jurnal Internasional

untuk memulai review jurnal international, pastikan kamu sudah punya kemampuan bahasa inggris yang bagus.

Atau setidaknya sudah punya aplikasi penerjemah yang cocok, karena kebanyakan Jurnal internasional menggunakan bahasa inggris.

Berikut contoh review jurnal internasional yang dapat Anda pelajari:

Judul Artikel:Enhanced mechanical and thermal properties of electrically conductive TPNR/GNP nanocomposites assisted with ultrasonication.
Pengarang:Mohd Farid Hakim Mohd Ruf, Sahrim Ahmad, Ruey Shan Chen, dan Dalila Shahdan.
Nama Jurnal:Plos ONE
Tujuan penelitian:Untuk mengetahui kandungan GNP yang dipengaruhi oleh sifat mekanik, elektrik, dan termal dari TPNR, serta mengetahui efek sonikasi akibat campuran LNR/GNP.
Material:Natural rubber(NR)/karet alam, graphene nanoplatelets (GNP), polipropilen (PP).
Metode penelitian:Prosedur pada penelitian ini diawali dengan ultrasonikasi antara GNP dan LNR pada daya 290 W selama 104 jam. Kemudian pada temperatur 180 C dilakukan pencampuran antara NR, PP, dan campuran GNP/LNR selama 13 menit. Pencampuran tersebut menggunakan rotating screw speed 100 rpm.

Rasio material NR/PP/LNR dibuat sebesar 20/70/10, sedangkan variasi untuk GNP dibuat sebanyak 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 wt%. Setelah itu, dilakukan pencetakan campuran dengan teknik compression molding disertai cold/hot pressing.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tekanan adalah 18 menit dan besar tekanannya ialah 6,9 MPa. Berbagai karakterisasi yang diuji dalam penelitian ini adalah uji lentur, uji XRD, uji tarik, uji impak, dan uji TGA serta DSC.
Hasil dan Pembahasan:Kekuatan mekanik dari komposit dapat meningkat dikarenakan adanya volume fraksi GNP serta ultrasonikasi. Akan tetapi, peningkatan kekuatan mekanik terdapat titik maksimalnya, yaitu pada GNP 1,5% dan pada waktu ultrasonikasi 3 jam.

Kurva XRD mempunyai derajat kristalinitas yang lebih tinggi dengan dibuktikan oleh GNP sebesar 2%. Selain itu, ketahanan termal pada stabilitas termal dapat mengalami peningkatan karena adanya penambahan GNP.
Kesimpulan:Partikel GNP yang ada di dalam material TPNR dapat terdistribusi secara baik dengan adanya perlakukan pra-ultrasonikasi GNP/LNR selama 3 jam. Selain itu, partikel GNP yang terdistribusi dapat menghasilkan peningkatan sifat mekanik pada komposit.

GNP memiliki sifat mekanik yang optimal pada nilai 1,5 wt%. Pada stabilitas termal, partikel GNP mampu memberikan efek yang positif. Konduktivitas listrik yang dihasilkan lebih baik dibandingkan dengan campuran elastomer konvensional.

Hal tersebut dibuktikan dengan terbentuknya nanokomposit. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa GNP/TPNR mempunyai potensi pada penerapan aplikasi konduktif.
Keunggulan:Keunggulan yang dimiliki oleh artikel ini adalah dapat mengevaluasi sifat material secara lengkap.
Kekurangan:Artikel ini masih memiliki kekurangan, karena tidak ada kajian mengenai sensitivitas uap air dan sifat optic pada bahan nanokomposit.

Unduh hasil review jurnal ini.

Download / Unduh

Hasil Review Jurnal Internasional
*Word (19KB)
*PDF (48KB)

Contoh Review Jurnal Pendidikan

Ada banyak sekali jurnal yang membahas tentang pendidikan. Perhatikan contoh review jurnal ilmiah tentang pendidikan berikut:

Judul Jurnal:Penelitian Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Fisika dengan Menggunakan Pembelajaran Pendekatan Sains.
Pengarang:Azela Nasyifa
Penerbit:Jurnal elektronik pada program Pascasarjana di Universitas Pendidikan Pasca Husada.
Latar Belakang:Hal yang menjadi latar belakang dibuatnya jurnal ini adalah adanya hubungan antara hasil pembelajaran dengan proses. 
Tujuan:Penelitian yang dilakukan pada jurnal ini bertujuan untuk mengetahui capaian belajar dari seorang siswa ketika belajar materi Fisika.
Sampel:Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 150 siswa dari 4 kelas di SMA Negeri 3 Jakarta Utara. Selain itu, diambil juga beberapa siswa secara random dari 3 kelas yang berbeda.
Metode:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang sifatnya semu. Dalam hal ini digunakan juga metode post test untuk mengukur pencapaian belajar siswa pada mata pelajaran sains. 
Hasil dan Pembahasan:Ada perbedaan yang ditemukan dari proses Sains dan hasil belajar antara siswa yang melakukan metode pembelajaran saintifik dengan metode pembelajaran secara langsung. Perbedaan tersebut ditunjukkan dengan taraf yang signifikan, yakni sebesar 0,000, p < 0,05.
Kesimpulan:Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar serta keterampilan siswa akan lebih baik dengan menggunakan metode pembelajaran saintifik, dibandingkan dengan metode pembelajaran langsung.

Unduh hasil review jurnal ini.

Download / Unduh

Hasil Review Jurnal Pendidikan
*Word (17KB)
*PDF (45KB)

Contoh Review Jurnal Psikologi

Semua bidang pendidikan bisa di analisis dan di berikan peniliaan.

salah satunya cabang psikologi juga dapat kita analisis dengan review jurnal yang sudah terbit.

Contoh review jurnal nya sebagai berikut:

Judul Jurnal:Hubungan Berbagai Perbuatan Antisosial dan Kriminal yang Mungkin Dimiliki Oleh Psychopaty dengan Sampel Berupa Mahasiswa.
Pengarang:Saryani Rihati
Penerbit:Jurnal Jurusan Psikologi
Tahun:2016
Latar Belakang:Psikopati adalah salah satu gangguan kepribadian pada manusia yang kompleks dengan gejala berupa egosentrisme, kedangkalan, impulsive, dan kurangnya rasa penyesalan. Pada umumnya orang yang menderita psikopati akan cenderung bertingkah laku criminal dan antisosial.

Gejala psikopat dapat dilihat dari dua hal, yakni pidana dan non-criminal. Ada berbagai teori yang menjelaskan tentang hubungan perilaku yang ditunjukkan antisosial dengan faktor biologis, sosial, dan psikologis.
Tinjauan Pustaka:Prinsip utama yang dipakai pada penelitian ini adalah teori aliran psikoanalisis. Teori yang dicetuskan oleh Sigmund Freud tersebut menjelaskan tentang pembentukan kepribadian yang dimiliki oleh individu.
Metode Penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara kuantitatif. Langkah pertama ialah mengumpulkan data yang kemudian akan dianalisis secara regresi
Sampel:Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel berupa mahasiswa sebanyak 300 orang. Sampel tersebut terdiri dari 25% laki-laki dan 75% perempuan dari Universitas Atmajaya
Hasil:Pada penelitian ini berhasil menunjukkan sikap-sikap psikopat yang cenderung berpikir antisosial, dan sikap criminal. Rata-rata mahasiswa yang digunakan dalam penelitian ini tidak terlihat memiliki sifat criminal, kecenderungan antisosial, serta ciri-ciri psikopat.

Adapun beberapa mahasiswa yang memiliki ciri-ciri psikopat, kecenderungan untuk anti sosial, dan berpikiran untuk bertindak criminal. Meskipun persentase mahasiswa yang terindikasi memiliki sifat psikopat masih rendah, namun hal ini harus segera diatasi.

Semakin banyaknya populasi yang memiliki pemikiran mengarah ke tindakan kriminal, maka akan semakin banyak mahasiswa yang akan berperilaku anti sosial.

Unduh hasil review jurnal ini.

Download / Unduh

Hasil Review Jurnal Psikologi
*Word (18KB)
*PDF (45KB)

Contoh Review Jurnal Kesehatan

Berikut contoh review jurnal kesehatan dan analisisnya:

Judul Jurnal:Analisis Sikap Pekerja Informal Non PBI yang Belum Terdaftar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2014 di Kabupaten Brebes.
Pengarang:Chatila Maharani dan Septiana Ika Purwandari
Tahun Terbit:2014
Tujuan Penelitian:Penelitian pada jurnal ini bertujuan untuk memahami sikap karyawan informal non PBI dengan melibatkan program JKN.
Metode Penelitian:Metode penelitian yang digunakan termasuk jenis deskriptif. Hal ini bertujuan agar didapatkan gambaran tentang kondisi kesehatan di Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan dengan cara pendekatan kuantitatif.
Hasil Penelitian:Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 347 responden. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik accidental. Berikut hasil penelitian yang didapatkan dari 347 responden:

56,6% karyawan informal non PBI telah mengikuti program JKN.
43,5% karyawan tidak mengikuti program JKN.
83,3% memilih untuk menjadi bagian dari PBI.
25,4% memilih untuk tidak menjadi bagian dari PBi dengan membayar denda.
Masyarakat yang mendukung seluruh pelayanan JKN rata-ratanya sebesar 86,76%.
Masyarakat yang mendukung dana yang dilaksanakan BPJS kesehatan rata-ratanya sebesar 78,84%.
Kesimpulan:Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagian besar karyawan informal non PBI mendukung serta mendukung program JKN.
Kelebihan:Salah satu kelebihan dari jurnal ini yaitu memuat hasil dari peneliti-peneliti sebelumnya yang jenis penelitiannya sama.
Kekurangan:Adapun kekurangan yang dimiliki jurnal tentang kesehatan ini, yakni tidak ada penjelasan tentang pengertian pendekatan kuantitatif, statistic deskriptif, dan  teknik accidental sampling.

Unduh hasil review jurnal ini.

Download / Unduh

Hasil Review Jurnal Kesehatan
*Word (18KB)
*PDF (45KB)

Tips Membuat Review Yang Bagus

Menurut pengalaman admin,

Ada beberapa yang perlu kamu tuliskan dalam review jurnal agar hasilnya bagus dan mendapatkan poin tinggi.

Dibawah ini saya berikan tips review jurnal, BTW ini tips nya murni dari pemikiran saya, tidak ada di website lain.

Semua berdasarkan pengalaman semasa kuliah.

Simak 3 tips review jurnal versi academia.co.id:

1. Gunakan bahasa sendiri

Maksudnya tuh ketik atau tulis dengan penalaran kamu sendiri.

Kalo bisa jangan copy-paste.

jadi gimana caranya?

kamu bisa ambil ide pokok pada tiap paragraf nya, lalu dari masing-masing ide pokok bisa di gabungkan dan di buat kesimpulan.

Oh ya untuk menemukan ide pokok pada paragraf, kamu bisa baca artikel saya mengenai “bagaimana cara menentukan ide pokok” disana.

2. Gunakan bahasa baku dan sesuai EYD

Untuk jurnal internasional, umumnya berbahasa inggris.

Jadi kamu harus terjemahkan dulu,

Pada proses terjemahan hingga penulisan kembali menjadi sebuah review jurnal, pastikan menggunakan kata baku dan sesuai eyd.

Kenapa?

karena memang untuk menulis karya ilmiah itulah syaratnya.

Kalo kamu masih belum mengerti dan ingin belajar kata baku, bisa ke artikel pembahasan mengenai “kata baku dan tidak baku” (klik aja)

3. Gunakan template review jurnal

Tips ke-3 ini lebih ke format review.

Maksudnya adalah usahakan membuat review jurnal menggunakan tabel review yang standar.

Umumnya dosen / guru kamu memberi tabel kosong yang nantinya kamu di minta mengisi tabel tersebut.

Tabel itu disebut juga dengan template review jurnal.

Kenapa harus pakai tabel?

Dengan tabel, kamu akan lebih terarah mengenai apa-apa aja yang harus kamu baca di suatu jurnal sehingga kamu bisa fokus pada poin yang ingin kamu cari saja.

Gak semua yang tertulis di jurnal harus di baca.

Lalu gimana jika kamu gak dikasih tempalte sama dosen / guru?

tenang, saya udah siapkan template yang biasa saya pakai.

kamu bisa pakai template review jurnal saya dibawah ini.

Format / Tabel review jurnal

Gimana?

Sudah agak pahamkan?

Jika kamu mau memulai analisis / review jurnal sendiri, kamu bisa menggunakan template / format yang saya gunakan, sebagai berikut:

Judul
Jurnal
Volume & Halaman
Tahun
Penulis
Reviewer
Tanggal
Latar Belakang
Metode Penelitian
Pembahasan
Kelebihan
Kekurangan
Kesimpulan

Download Format / template review jurnal diatas.

Download / Unduh

*Word (16KB)
*PDF (44KB)

Kesimpulan

Dalam menyusun review jurnal, sebaiknya dibuat dengan padat atau singkat namun mampu mencakup seluruh isi jurnal.

Selain itu, penting sekali untuk memperhatikan aspek kebahasaan yang digunakan dalam membuat review jurnal.

Daftar Pustaka
  • https://www.cryptowi.com/review-jurnal/#Contoh_Review_Jurnal_Pendidikan
  • https://www.yuksinau.id/contoh-review-jurnal/#Contoh_Review_Jurnal_Kesehatan
  • https://ajopiaman.com/review-jurnal-internasional-cara-dan-contoh/

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment