Rotasi dan Revolusi Bumi: Pengertian, Dampak, Manfaat

Seluruh permukaan bumi mengalami siang dan malam, musim terbagi menjadi musim panas, musim dingin, musim hujan, dan musim kemarau, semua hal tersebut terjadi karena rotasi dan revolusi bumi.

Perbedaan waktu antar negara juga terjadi akibat dari hal tersebut. Tapi sebenarnya apa yang dinamakan dengan rotasi dan revolusi itu, apakah hanya bumi semata yang mengalami rotasi dan revolusi.

Pengertian rotasi dan revolusi

Sebenarnya tidak hanya bumi saja yang mengalami rotasi dan revolusi, benda-benda angkasa juga berotasi dan berevolusi sesuai waktu yang dibutuhkan.

Setiap benda tentu berbeda dalam menyelesaikan satu rotasi dan revolusi, tergantung kekuatan pada benda tersebut.

1. Rotasi

Rotasi
Rotasi

Pengertian rotasi benda angkasa adalah berputarnya benda angkasa tersebut pada sumbu, atau poros benda tersebut. Semua benda angkasa mengalami rotasi ini, baik bulan dan juga planet.

Waktu yang dibutuhkan bumi untuk menyelesaikan satu kali rotasi adalah 24 jam, sementara planet lain berbeda-beda.

Planet Venus membutuhkan membutuhkan waktu sekitar 234 hari bumi. Sementara planet Mars membutuhkan waktu 24,6 jam untuk sekali berotasi.

Jadi setiap benda angkasa memiliki masa rotasi yang berbeda-beda, tergantung pada letaknya dan juga kekuatan gravitasi benda tersebut.

2. Revolusi

Revolusi benda angkasa
Revolusi benda angkasa

Pengertian revolusi benda angkasa adalah proses benda angkasa mengelilingi pusatnya, maka bulan berevolusi pada planet sekaligus berevolusi pada bintangnya.

Sebagai contoh, bulan mengelilingi bumi tapi juga ikut mengelilingi matahari bersama planet. Untuk waktunya, bumi membutuhkan waktu 365 hari untuk menyelesaikan satu kali revolusi.

Waktu satu kali revolusi ini kemudian dikenal sebagai satu tahun. Tapi mengapa kita tidak pernah merasakan bumi melakukan rotasi dan revolusi, ini terjadi karena adanya gravitasi yang melindungi kita.

Proses rotasi dan revolusi

Lalu bagaimana prosesnya sehingga bumi atau benda angkasa yang lainnya bisa melakukan rotasi dan revolusi tersebut.

Apakah mereka digerakan oleh suatu hal, atau memang itu kejadian alam. Oleh karena itulah, mari simak jawabannya pada tulisan dibawah ini.

1. Proses rotasi

Proses rotasi
Proses rotasi

Pada dasarnya, proses rotasi bumi pada porosnya terjadi karena gerak gravitasi bumi dan juga matahari beserta gravitasi bulan.

Gerak rotasi bumi dipengaruhi oleh gravitasi bulan, sehingga kita akan menemukan kekuatan tarik menarik antara benda-benda angkasa tersebut.

Pergerakan rotasi sendiri adalah melawan arah jarum jam, jadi pergerakan adalah bergerak ke arah timur. Semua planet bergerak melawan arah jarum jam, tapi ada beberapa planet yang malah searah dengan jarum jam.

2. Proses Revolusi

Revolusi benda angkasa
Revolusi benda angkasa

Proses revolusi yang terjadi pada seluruh benda angkasa memang menakjubkan, semua benda mengelilingi pusatnya, bulan mengelilingi planetnya, bulan bersama planet mengiringi pusat bintang.

Lalu bintang bersama dengan seluruh planet yang ada di dalam gaya tariknya mengelilingi pusat galaksi dimana bintang itu berada. Bintang kita adalah matahari maka bumi mengelilingi matahari.

Bersama matahari, bumi dan planet lainya di tata surya kita mengelilingi pusat galaksi bima sakti. Lalu pusat galaksi dan seluruh tata suryanya mengelilingi pusat alam semesta.

Waktu yang dibutuhkan matahari mengelilingi pusat galaksi adalah 226 juta tahun, waktu yang sangat panjang.

Proses revolusi yang terjadi pada bumi akan menyebabkan perbedaan waktu, terjadinya musim dan lainnya. Pergeseran matahari yang condong ke utara dan selatan adalah akibat dari revolusi ini.

Baca Juga: iklim Matahari dan Klasifikasinya

Dampak dari rotasi dan revolusi

Bumi melakukan rotasi dan revolusi tentu akan menghasilkan dampak tersendiri. Karena tidak mungkin bumi bergerak sedemikian tersebut tapi tidak pernah mengakibatkan dampak sama sekali.

1. Dampak rotasi bumi

Dalam sekali rotasi bumi membutuhkan waktu 24 jam penuh, akibat yang mudah sekali kita rasakan adalah adanya siang dan malam. Tapi sebenarnya masih banyak akibat lain dari akibat rotasi bumi tersebut.

Siang dan malam ini bisa terjadi karena permukaan bumi yang menghadap pada matahari berbeda-beda. Pada permukaan yang menghadap pada matahari maka itulah adalah siang hari.

Sedangkan permukaan yang tidak menghadap matahari maka akan gelap total, dan itulah yang dinamakan dengan malam hari.

a. Adanya gerak semu pada matahari

Adanya gerak semu pada matahari
Adanya gerak semu pada matahari

Gerak semu matahari adalah, kamu seolah melihat bahwa matahari terbit dari timur kemudian tenggelam di barat, proses itu menurut mata kita mengatakan jika matahari mengelilingi planet bumi.

Padahal sebaliknya, proses itu dinamakan gerak semu matahari karena mata kita sudah tertipu.

Sebenarnya bumilah yang berputar pada matahari, begitu pula dengan planet lainnya. Semua tata surya kita pusatnya adalah matahari.

Jadi yang mengelilingi itu bukan matahari pada bumi, tapi bumi mengelilingi matahari.

b. Perbedaan waktu

Perbedaan waktu
Perbedaan waktu

Selain itu, proses rotasi bumi pada sumbunya mengakibatkan adanya perbedaan waktu antar tempat di bumi. Jika kita membaca maka ada 24 zona waktu di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri terdapat 3 zona waktu, yakni waktu Indonesia barat atau WIB, meliputi wilayah pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan barat, dan tengah.

Waktu Indonesia tengah atau WITA, zona ini meliputi wilayah Pulau Kalimantan utara, timur dan selatan, Pulau Sulawesi, Kepulauan sunda kecil, Nusa Tenggara.

Waktu Indonesia timur (WIT) yang meliputi wilayah Pulau Maluku, Maluku utara, pulau Papua dan Papua barat.

c. Perbedaan pada gravitasi bumi

Perbedaan pada gravitasi bumi
Perbedaan pada gravitasi bumi

Secara teori, rotasi bumi juga memiliki akibat sebagai perbedaan percepatan gravitasi antar wilayah di bumi.

Gravitasi di wilayah khatulistiwa lebih rendah jika dibandingkan dengan wilayah kutub bumi.

Hal ini terjadi karena proses rotasi bumi pada sumbunya membuat bumi tidak berbentuk bulat sempurna. Akibatnya memiliki perbedaan bentuk di khatulistiwa dan pada kutubnya.

Inilah penyebab percepatan gravitasi berbeda-beda.

d. Penyebab dari coriolis

Penyebab dari coriolis
Penyebab dari coriolis

Coriolis adalah arus air laut, proses rotasi juga memiliki pengaruh yang cukup kuat akan arus air laut, pada bumi bagian utara maka proses arusnya berlawanan dengan arah jarum jam.

Sedangkan yang ada di selatan bagian bumi akan searah dengan jarum jam.

e. Terjadinya perubahan arah angin

Terjadinya perubahan arah angin
Terjadinya perubahan arah angin

Selain arus air laut yang berubah karena rotasi bumi, arah angin juga ikut berubah seiring dengan adanya rotasi bumi.

Pembelokan arah angin ini mendatangkan manfaat bagi manusia. Terlebih jika angin yang datang adalah angin yang merugikan bagi manusia itu sendiri.

Angin yang datang dengan lacu tinggi, akibat dari rotasi bumi bisa dibelokkan sehingga tidak datang dengan satu arah saja. Dan juga akibat dari rotasi kekuatan laju angin bisa berkurang.

f. Perbedaan tebal dari atmosfer

Perbedaan tebal dari atmosfer
Perbedaan tebal dari atmosfer

Selain itu, proses rotasi bumi juga akan berakibat pada perbedaan dari ketebalan atmosfer satu wilayah dari wilayah yang lainnya.

g. Adanya satelit buatan

Adanya satelit buatan
Adanya satelit buatan

Satelit itu terbagi menjadi dua macam, yakni satelit alami seperti bulan, dan satelit buatan seperti stasiun luar angkasa. Karena rotasi bumi maka satelit buatan tidak hanya berada dalam satu titik saja.

Melainkan bisa berada di berbagai titik yang ada di seluruh dunia, sehingga fungsinya bisa berjalan sempurna.

2. Dampak revolusi bumi

Jika dalam dampak rotasi kita menemukan waktu malam dan waktu siang, maka dampak dari revolusi bumi adalah adanya perbedaan lama waktu antara satu wilayah dengan wilayah lainnya yang ada di bumi.

a. Terjadinya perbedaan waktu malam dan siang

Terjadinya perbedaan waktu malam dan siang
Terjadinya perbedaan waktu malam dan siang

Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, revolusi bumi akan menyebabkan perbedaan lama waktu pada siang hari dan malam hari di satu wilayah.

Pada tanggal 21 Maret- 21 September, maka matahari berada di atas kutub utara sehingga wilayah bumi bagian utara akan lebih lama terpapar sinar matahari.

Pada 21 September – 21 Maret matahari berada di wilayah bumi bagian selatan, sehingga bumi bagian utara sedikit mendapatkan sinar matahari.

Sehingga bumi bagian selatan hingga kutub mengalami siang yang lebih lama. Sementara bumi bagian utara mengalami malam yang lebih panjang.

b. Perubahan rasi bintang

Perubahan rasi bintang
Perubahan rasi bintang

Rasi bintang atau yang sering kamu sebut sebagai gugusan bintang, seperti gemini, scorpio, aquarius dan lainnya bisa berubah-ubah ketika proses terjadinya revolusi bumi pada matahari.

c. Perubahan musim

Perubahan musim
Perubahan musim

Terjadinya perubahan musim juga merupakan akibat dari revolusi bumi pada matahari. Musim di daerah khatulistiwa hanya dua macam yakni musim hujan, dan kemarau saja.

Tapi yang didekat kutub atau tidak berada di wilayah khatulistiwa memiliki banyak musimnya.

Musim yang ada diluar wilayah khatulistiwa adalah musim semi, musim gugur, musim panas dan musim dingin.

d. Adanya sistem penanggalan

Adanya sistem penanggalan
Adanya sistem penanggalan

Sistem penanggalan masehi seperti yang kita kenal sekarang ini adalah dampak dari revolusi bumi.

Jika bumi tidak mengalami revolusi maka tidak akan mungkin didapatkan kalender sebagai penanda hari.

Manfaat adanya rotasi dan revolusi

Jika kita berbicara tentang manfaat apa saja yang terjadi dari rotasi dan revolusi bumi maka pasti akan menemukan banyak sekali manfaatnya. Pada tulisan yang terakhir ini kami akan membahas hal tersebut.

1. Adanya penanda waktu bekerja

Adanya penanda waktu bekerja
Adanya penanda waktu bekerja

Selanjutnya, proses rotasi pada bumi bermanfaat sebagai penanda waktu bekerja oleh manusia. Dengan adanya jam, maka manusia bisa bekerja dengan maksimal pada jam yang telah ditentukan.

Adanya waktu siang dan malam, juga memberikan manfaat bagi manusia, yakni siang hari adalah waktunya untuk beraktivitas.

Sedangkan pada malam hari adalah waktunya untuk melakukan istirahat, setelah bekerja pada siang hari.

2. Perbedaan musim

Perbedaan musim
Perbedaan musim

Perlu diketahui, perbedaan musim yang ditimbulkan dalam revolusi bumi juga menguntungkan. Karena setiap daerah tidak akan terkena musim panas, atau dingin sepenuhnya tapi terus berganti sesuai dengan waktunya.

Khususnya di Indonesia, karena berada di wilayah khatulistiwa maka musimnya hanya ada dua macam yakni musim kemarau dan musim hujan.

Tapi akibat dari revolusi kita bisa melakukan penanaman pada musim hujan. Kita harus bersyukur karena adanya revolusi maka musim bisa berganti-ganti.

3. Adanya penanggalan

Adanya penanggalan
Adanya penanggalan

Penanggalan yang ada di dunia ini ada dua macam yang banyak digunakan oleh berbagai negara yakni penanggalan Bulan dan Matahari. Kedua penanggalan tersebut akibat dari proses revolusi bumi, dan juga bulan.

Dengan adanya penanggalan inilah maka proses kerja dalam suatu tempat bisa berjalan dengan teratur, tidak mendapatkan kesalahan sama sekali.

Proses penanggalan inilah yang juga menyebabkan kamu tahu kapan waktu saat kamu lahir dahulu kala.

Disamping itu, rotasi dan revolusi akan terus berjalan hingga dunia sudah habis masanya kelak. Tapi proses itu akan berjalan lambat, tapi syaratnya adalah ekosistem yang ada di bumi harus dijaga.

Karena kuatnya rotasi dan revolusi bumi terjadi karena bumi memiliki gravitasi, jika gravitasinya berkurang maka otomatis bumi tidak akan pernah mampu melakukan rotasi dan revolusi tersebut.

Daftar Pustaka

  • idschool.net/ sd/akibat- revolusi- bumi- dan- rotasi-bumi
  • idschool.net/ sd/akibat- revolusi- bumi-dan -rotasi-bumi
  • asagenerasiku .blogspot.com /2012/02 /revolusi- bumi-dan-pengaruhnya .html
  • gim-bi.com/ rotasi- dan-revolusi -bumi/

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment