Siklus Hidup Nyamuk

Siklus Hidup Nyamuk – Nyamuk, siapa yang tidak mengenal binatang yang satu ini. Serangga penghisap darah ini memang termasuk binatang yang mengganggu.

Selain dapat menyebabkan gatal gatal, nyamuk juga bisa menyebabkan penyakit yang berbahaya seperti malaria dan demam berdarah.

Salah satu cara mencegah penyakit karena nyamuk adalah dengan memutus siklus hidup nyamuk.

Seperti yang kalian ketahui bahwa nyamuk suka sekali dengan air karena hidup nyamuk memang bergantung dengan air termasuk dalam hal berkembang biak.

Hal unik dari nyamuk ialah bahwa nyamuk betina hanya melakukan kawin satu kali dalam seumur hidup dan menggunakan sisa hidupnya untuk bertelur. Lalu, seperti apa jenis daur hidup nyamuk? Berikut ulasannya.

Metamorfosis / Siklus Hidup Nyamuk

Daur hidup atau metamorfosis adalah sebuah proses perubahan bentuk pada hewan selama masa perumbuhannya.

Proses metamorfosis nyamuk termasuk kategori metamorfosis sempurna, yaitu terdiri dari telur, larva, pupa dan nyamuk dewasa. Lalu, seperti apa sih urutan metamorfosis pada nyamuk?

1. Telur

Telur
Telur

Seperti yang sudah disebutkan tadi, daur hidup nyamuk dimulai dari telur. Setelah nyamuk jantan dan betina kawin, maka nyamuk betina akan mencari air untuk melepas telur.

Tidak seperti serangga lain, telur nyamuk tidak bisa hidup jika tidak di dalam air. Setelah menemukan genangan air maka nyamuk betina akan melepas telurnya.

Nyamuk bisa menghasilkan sekitar 50 sampai 300 telur setiap kali berkembang biak. Telur tersebut berukuran sangat kecil dan berwarna putih.

Namun, telur berwarna putih ini akan berubah menjadi hitam setelah beberapa jam di air.

Telur telur nyamuk akan menetas setelah 48 jam di dalam air dan berubah menjadi larva atau biasa juga disebut dengan jentik jentik.

2. Larva

Larva
Larva

Setelah menetas telur akan berubah menjadi jentik jentik atau larva. Jentik jentik ini memiliki bentuk seperti benang berwarna hitam yang bergerak gerak dengan membentuk gerakan s yang biasa terlihat di genangan air.

larva ini berbafas dengan menggunakan siphon dan untuk makan, larva ini bisanyan memakan organisme yang ada di air atau bahkan sesama jentk jentik.

Larva nyamuk akan bertahan selama kurang lebih 8 sampai 10 hari dan mengalami pergantian kulit sebanyak 4 kali.

Dalam kurun waktu tersebut ukuran jentik jentik akan semakin besar sebelum akhirnya berubah menjadi pupa atau kepompong.

3. Pupa

Pupa
Pupa

Urutan ketiga dari daur hidup nyamuk yaitu pupa atau kepompong. Seperti kupu kupu, nyamuk juga berubah menjadi pupa atau kepompong setelah menjadi larva.

Dalam fase ini tubuh nyamuk mulai terbentuk seperti bagian sayap, antena dan sistem pernafasannya.

Pupa nyamuk tetap hidup di air dan bisa berlangsung antara satu sampai dua hari sebelum berubah menjadi nyamuk.

Berbeda dengan kepompong kupu kupu yang diam, maka pupa nyamuk masih bisa bergerak di dalam air dengan cara berguling.

Ini adalah tahap penyempurnaan tubuh nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa.

4. Nyamuk Dewasa

Nyamuk Dewasa
Nyamuk Dewasa

Dalam kurun waktu satu atau empat hari, sayap dan kaki nyamuk akan terbentuk sempurna dan pupa berubaha menjadi nyamuk dewasa.

Setelah memiliki sayap, antena dan enam kaki tubuh nyamuk akan mengapung dan tidak menyentuh air melainkan hanya kakinya saja. Kemudian, nyamuk akan terbang dan jadilah nyamuk dewasa.

Ketika terbang, nyamuk akan menghsap darah, mencari pasangan dan memulai kembali daur hidupnya seperti awal yaitu menghasilkan telur.

Meskipun dikenal sebagai serangga penghisap darah, namun sebenarnya tidak semua nyamuk menghisap darah melainkan hanya nyamuk betina saja. Setelah dewasa, nyamuk tersebut akan hidup kurang lebih selama satu bulan.

Penyakit yang Disebabkan Oleh Nyamuk

Seperti yang kalian ketahui jika nyamuk bisa menyebabkan beberapa penyakit yang berbahaya seperti demam berdarah.

Selain itu, masih ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang harus kalian waspadai. Apa saja?

1. Demam Bedarah

Demam Bedarah
Demam Bedarah

Yang pertama ada demam berdarah atau DBD. Kalian tentu sudah tidak asing dengan penyakit yang satu ini.

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus.

Demam berdarah ini biasanya banyak terjadi ketika musim penghujan. Adapun gejala yang muncul ketika seseorang terkena virus dengue ini yaitu demam tinggi, dan sakit kepala.

Selain itu juga timbul nyeri sendi, muncul bintik bintik merah di kulit, mual dan muntah, nyeri pada belakang mata dan kelelahan.

Jika kalian mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter agar segera diberi penanganan yang tepat karena jika tidak segera ditangani bisa berakibat fatal.

2. Malaria

Malaria
Malaria

Malaria termasuk dalam salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Penyakit malaria ini disebabkan parasit yang terdapat pada nyamuk anopheles.

Ketika kalian digigit oleh nyamuk ini maka plasmodium akan masuk ke dalam aliran darah kalian. Untuk itu, penting untuk menjaga lingkungan agar tidak ada pertumbuhan nyamuk.

Adapun gejala yang ditimbullkan jika kalian terkena penyakit ini yaitu demam tinggi, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan muntah muntah.

Biasanya gejala akan muncul setelah 10 sampai 15 hari terkena gigitan nyamuk yang membawa parasit ini.

Jika kalian merasakan gejala tersebut maka segera hubungi dokter karena jika tidak segera diobati maka bisa berakibat fatal.

3. Chikungunya

Chikungunya
Chikungunya

Selanjutnya ada chikungunya. Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk aedes albopictus dan aedes aegypti.

Adapun gejala yang ditimbulkan yaitu hampir sama seperti demam berdarah seperti demam tinggi, dan sakit kepala.

Selain itu juga muncul bintik bintik merah, menggigil hanya saja pada chikungunya juga terjadi nyeri pada sendi pada siku atau lutut.

Nyeri pada sendi dan otot tersebut bisa menyebabkan pengidapnya sulit bergerak atau berjalan. Gejala ini bisa terjadi hingga berhari hari bahkan berbulan bulan.

4. Demam Kuning

Demam Kuning
Demam Kuning

Penyakit yang muncul karena gigitan nyamuk selanjutnya ialah demam kuning atau yellow fever.

Demam kuning adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk jenis aedes atau haemagogus.

Seperti namanya penyakit ini bisa menyebabkan kulit dan mata menjadi berwarna kuning.

Adapun gejalanya yaitu sakit kepala, menggigil, sakit punggung, muntah dan lama lama akan menyebabkan kulit menjadi kuning serta dapat menyebabka kerusakan organ tubuh.

5. Kaki Gajah

Kaki Gajah
Kaki Gajah

Penyakit yang satu ini adalah penyakit karena gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kaki gajah atau filariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui semua jenis nyamuk.

Untuk gejalanya yaitu demam, radang, pembengkakan atau pembesaran pada kelenjar getah bening, lengan, tungkai dan lainnya.

Penyakit ini harus segera ditangani karena bisa menyebabkan pembengkakan selama bertahun tahun.

6. Zika

Zika
Zika

Untuk penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terakhir adalah penyakit zika. Penyakit ini disebabkan oleh virus zika yang ditularkan melalui virus aedes aegypti.

Adapun gejala yang ditimbulkan yaitu demam, nyeri sendi, mata merah, sakit kepala, muncul bintik bintik merah dan gatal.

Virus ini sangat berbahaya jika menginfeksi ibu hamil karena dapat mengganggu perkembangan janin dan bisa menyebakan bayi mengalami kecacatan.

Cegah Penyakit dengan Memutus Rantai atau Siklus Hidup Nyamuk

Seperti yang sudah tertulis diatas, nyamuk dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berbahaya.

Dan salah satu cara mencegah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yaitu perlu dilakukan pemutusan daur hidup nyamuk agar nyamuk tidak berkembang semakin banyak. Lalu, bagaimana caranya?

1. Menguras

Menguras
Menguras

Mungkin kalian sudah tidak asing dengan langkah pembasmian nyamuk dengan tiga langkah yaitu 3M, menguras, menimbun dan menutup.

Nyamuk sangat menyukai air, oleh karena itu penting bagi kalian untuk menguras baik kolam terutama bak kamar mandi secara rutin untuk mencegah perkembangan larva.

2. Menimbun

Menimbun
Menimbun

Yang kedua yaitu menimbun. Kalian perlu menimbun barang barang yang kiranya dapat menampung air dan menjadi tempat perkembangan nyamuk seperti botol bekas.

Jika di rumah kalian terdapat botol atau kaleng bekas yang sekiranya dapat menjadi tempat berkembang nyamuk segera timbun atau didaur ulang.

3. Menutup

Menutup
Menutup

Yang terakhir ialah menutup. Menutup yang dimaksud disini yaitu menutup segala genangan air yang ada di dalam maupun di luar rumah seperti kendi, pot dan sejenisnya.

Selain dengan menggunakan langkah 3M di atas, ada langkah langkah lain yang bisa kalian lakukan guna memutus daur hidup nyamuk. Apa saja? berikut ulasannya.

1. Memutus Siklus Hidup Nyamuk dengan Membersihkan Penampungan Air

Memutus Siklus Hidup Nyamuk dengan Membersihkan Penampungan Air
Memutus Siklus Hidup Nyamuk dengan Membersihkan Penampungan Air

Nyamuk akan bertelur di tempat tempat lembab seperti bak mandi maupun tempat lain seprti pot bunga, ember dan sejenisnya.

 Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk menguras dan membersihkan tempat tempat tersebut secara rutin supaya tidak menjadi sarang nyamuk.

2. Menggunakan Lotion

Menggunakan Lotion
Menggunakan Lotion

Ini merupakan langkah yang baik untuk mencegah terkena gigitan nyamuk. Kalian bisa menggunakan lotin anti nyamuk baik ketika keluar rumah atau pun ketika di dalam rumah.

Dengan menggunakan lotion kalian tidak perlu khawatir tergigit nyamuk. Kalian bisa mengoleskan lotion sesuai petunjuk penggunaan pada kemasan.

Selain menggunakan ltion anti nyamuk, kalian juga bisa melindungi diri kalian dengan menggunakan baju tertutup ketika malam hari.

3. Memasang Kelambu

Memasang Kelambu
Memasang Kelambu

Cara ini dapat dilakukan guna mencegah gigitan nyamuk ketika tidur. Kalian bisa memasang kelambu pada tempat tidur kalian. Dengan memasang kelambu akan mencegah nyamuk masuk ke tempat tidur kamu.

4. Membersihkan Pekarangan Rumah

Membersihkan Pekarangan Rumah
Membersihkan Pekarangan Rumah

Pekarangan rumah bisa jadi mempercantik rumah kamu dan bisa jadi juga menjadi sarang nyamuk jika kamu tidak rutin mebersihkannya.

Oleh karena itu, kamu perlu memangkas tanaman liar dan membuang genangan air di pekarangan rumah yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Jika kamu suka dengan tanaman hias, maka bisa juga menanam tanaman hias yang bisa mengusir nyamuk seperti serai, lavender maupun peppermint.

Jadi, pemutusan daur hidup nyamuk bisa dilakukan dengan mencegah adanya genangan air dan menutup berbagai penampungan air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Langkah ini perlu kamu perhatikan apalagi jika sudah masuk musim penghujan karena nyamuk bisa berkembang lebih pesat.

Itulah siklus hidup nyamuk dan cara memutus daur hidup nyamuk. Meskipun kecil, nyamuk bisa menjadi hewan yang berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Dan salah satu cara mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yaitu dengan 3M, menguras, menutup, dan menimbun. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kamu.

Daftar Pustaka

  • www.sehatq.com/ artikel/mempelajari -daur-hidup-nyamuk -secara-lengkap
  • www.dekoruma.com/ artikel/ 94176/ mengetahui-daur- hidup-nyamuk
  • www.cryptowi.com/ metamorfosis- nyamuk/
  • www.alodokter.com/ di-rumah-banyak- nyamuk- ini-penyakit- yang-bisa-mengintai- si-kecil

Originally posted 2020-10-14 20:00:00.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment