Sir Isaac Newton

Siapa yang tidak kenal dengan sang jenius Isaac Newton? Seorang ilmuan Inggris yang namanya selalu lalu lalang dari sekolah dasar hingga tingkat sekolah menengah diseluruh dunia. Bukan hanya itu Newton juga merupakan seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, ahli kimia, dan filosofer.

Istilah “social distancing” dan “work from home” yang terjadi saat ini akibat pandemi COVID-19 bukan fenomena baru yang terjadi di dunia. Siapa sangka, penemuan fenomenal Isaac Newton yang berkaitan dengan ‘apel’ terjadi ketika dirinya harus melakukan isolasi untuk menghindari wabah “The Great Plague of London”. Bagaimana? sangat menarik bukan? maka dari itu,

Yuk mengenal lebih dekat dengan Sir Isaac Newton.

Kehidupan Awal Isaac Newton

Kelahiran Isac Newton

Isaac Newton dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1643 (Masehi) di Woolstorphe, sebuah desa di Lincolnshire, Inggris (Britania Raya). Pada waktu kelahirannya, Inggris masih menggunakan kalender Julian, sehingga tanggal kelahirannya tercatat tanggal 25 Desember 1642 yang bertepatan dengan wafatnya Galileo Galilei. Ayahnya seorang petani bernama yang Isaac Newton yang meninggal 3 bulan sebelum dia lahir, sehingga dia dinamakan Isaac Newton sama seperti nama mendiang ayahnya dan Ibunya bernama Hannah Ayscough.

Isaac Newton dilahirkan secara premature dengan berat hanya 3 pounds (1,36 kg). Karena itu Newton diprediksi hanya bisa bertahan hidup selama beberapa jam saja karna tubuhnya yang terlalu kecil, bahkan ibunya mengatakan saking kecil tubuhnya bisa muat masuk kedalam cangkir.

Masa kecil Isac Newton

Semasa kecil Isaac Newton sering sakit-sakitan dan terlihat rapuh. Dibawah penjagaan sang ibu yang merupakan seorang wanita intelek yang baik, membuat Newton sangat menyayanginya sehingga hubungan ibu dan anak ini sangat harmonis dan lembut.

Namun, pada saat Newton berumur 3 tahun Ibunya menikah kembali dengan Barnabas Smith seorang pendeta kaya. Ibunya memutuskan untuk pergi dan tinggal bersama suami barunya di North Witham, sebuah desa sekitar satu mil dari selatan Woolstorphe. Sehinggan Newton kecil harus dititipkan dibawah pengasuhan sang nenek yang bernama Margery Ayscough dan pamannya yang bernama James Ayscough.

Isaac Newton tidak menyukai Ayah tirinya itu, dan ia menyimpan rasa kesal kepada Ibunya karena menikahi pria tersebut. Seperti yang tersingkap dalam pengakuan dosanya: “Threatening my father and mother Smith to burn them and the house over them.  (Mengancam ayah dan ibu Smith untuk membakar rumah mereka dan atas mereka).”

Masa remaja Isaac Newton

Pada saat Isaac Newton berusia 12 tahun, ia dikirim oleh neneknya ke sekolah The King’s School, sebuah sekolah di daerah Grantham. Dia menjadi anak terpandai di sekolahnya. Saat bersekolah disana ia tinggal di kost milik seorang apoteker yang bernama William Clarke. Dengan otak cemerlangnya, pada masa ini Newton telah menunjukkan minatnya pada desain dan konstruksi mainan mekanik dan model mekanik.

Ketika Newton berusia 14 tahun, Ibunya menjadi janda untuk kedua kalinya, sehingga memaksa Newton untuk pulang dan bertani. Namun, Newton bukanlah petani yang baik, ia lebih memilih untuk bersandar dipohon sambil membaca buku-bukunya. Akhirnya setelah meyakinkan Ibunya dengan bantuan paman dan kepala sekolahnya Henry Stokes, Newton berhasil kembali bersekolah di The King’s School, dan menamatkan sekolahnya pada usia 18 tahun dengan hasil yang memuaskan.

Pada Juni 1661, usia 18 tahun, Newton diterima di Trinity College Universitas Cambridge sebagai seorang sizar (mahasiswa yang belajar sambil bekerja). Pada saat itu, ajaran universitas didasarkan pada ajaran Aristoteles, namun Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti Descartes dan astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler. Rene Descartes dan filsuf lainnya sangat bertolah belakang dengan Aristoteles. Mereka memandang realitas fisik terdiri dari partikel-partikel materi yang bergerak dan semua fenomena alam dihasilkan dari interaksi mekanisnya.

Sekitar tahun 1664, Newton membuat sebuah catatan yang diberi judul “Quaestiones Quaedam Philosophicae” (Pertanyaan Fisafat Tertentu). Isi utamaa dari catatannya ini adalah pengembangan metode ilmiah yang ada dalam pikiran Newton, dimana setiap pertanyaan akan ia tes dalam eksperimen. Dalam “Quaestiones” terungkap bahwa ia telah menemukan konsep baru tentang alam yang menyediakan kerangka kerja revolusi ilmiah.

Kisah Asmara Isaac Newton

Dikabarkan bahwa, pada usia 19 tahun Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke(pemilik kost tempat tinggal Newton), Anne Storer. Saat Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran, kisah cintanya dengan menjadi semakin tidak menentu dan akhirnya Storer menikahi orang lain. Banyak yang mengatakan, Newton, selalu mengenang kisah cintanya walaupun selanjutnya tidak pernah disebutkan Newton memiliki seorang kekasih dan bahkan tidak pernah menikah.

Wabah Besar Menghantam London

Pada tahun 1665, Inggris menghadapi wabah besar yang disebut ” The great Plague of London“. Wabah ini berlangsung selama 1 tahun dan membunuh sekitar 100.000 jiwa, atau 20% penduduk London waktu itu. Penyakit ini diidentifikasi sebagai penyakit pes, yaitu infeksi oleh bakteri Yersinia pestis, yang ditularkan melalui kutu di tikus.

Saat itu, Isaac berusia awal 20-an, ia hanyalah seorang mahasiswa di Trinity College Universitas Cambridge, London. Newton menerima gelar sarjana dari Trinity pada Januari 1665 tepat saat wabah turun ke London. Universitas Cambridge ditutup pada 7 Agustus 1665 karena wabah, dan meminta para mahasiswa untuk pulang ke rumah masing-masing dan belajar mandiri. Newton kembali ke rumah milik keluarganya di Woolsthorpe Manor, sekitar 60 mil barat laut Cambridge, tempat dia kemudian tinggal saat dikarantina.

Pondasi kalkulus oleh Isaac Newton

Selama masa “social distancing” ini Newton mulai mikirkan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benaknya. Wabah ini tidak menghalangi Newton untuk terus berkembang. Masa-masa itu menjadi masa produktif Newton. Ia mencoba memecahkan persoalan matematika dari kampusnya yang belum sempat ia kerjakan. Makalah matematika yang ia kerjakan ini membimbingnya dalam penemuan baru yaitu kalkulus.

Pegembangan ilmu optik dan cahaya

Saat itu pula Newton mendapatkan prisma dan bereksperimen di kamarnya. Pada siang hari ia menutup semua ventilasi disebuah ruang rumahnya lalu ia membuat lubang kecil di jendela yang menghasilkan sinar cahaya kecil masuk ke kamar. Seberkas sinar mnerobos masuk melalui lubang itu itu, lalu ia menempatkan sebuah kaca prisma pada garis sinar tersebut. Sinar itu dipantulkan ke selembar kertas putih menghasilkan sebuah gambar menyerupai matahari. Sebagian besar sinar itu berwarna putih, namum pada sisi atas terdapat warna biru dan sisi bewah terdapat warna merah. Pada percoaan keduanya ia berhasil membuat pelangi di dalam ruangan tersebut. Dari sini ia terpikir untuk mengembangkan ilmu optik dan cahaya.

Apel dan cikal bakal teori gravitasi

Setelah beberapa temuannya, tepat di jendela rumahnya di Woolstorphe terdapat pohon apel. Ketika Newton sedang bosan ia pergi bersantai ke kebun rumahnya yang terdapat pohon apel itu. Ia pun heran dengan apel yang tegak lurus jatuh ke tanah. Lalu, muncul pertanyaan dalam benaknya. Kenapa jatuhnya apel tegak lurus? kenapa tidak kesamping atau ke atas? Ia menyadari ada sebuah daya atau kekuatan dari bumi yang menarik apel tersebut, sehingga jatuh lurus langsung menuju bumi. Dan inilah cikal bakal Newton menemukan hukum gravitasi. Semakin ia amati semakin ia menyadari, bahwa kecepatan jatuhnya objek terus meningkat setiap detiknya.

Menyandang Gelar Sir

Pada tahun 1667, Newton kembali ke Cambridge setelah redanya wabah, dengan membawa teori-teori yang telah ditulisnya selama masa karantina. Dan dalam waktu enam bulan, dia diangkat menjadi fellow (rekan profesor), dua tahun kemudian, menjadi seorang profesor.

Penemuan Newton yang lain adalah seperti mekanika Newton, Gravitasi universal, hukum gerak, hingga teleskop angkasa. Pada tahun 1687, Isaac Newton mempublikasikan karyanya yang berjudul “Philosophiae Naturalis Principia Mathematica” yang merupakan karya terbesarnya. Buku ini digadang-gadang sebagai buku yang paling berpengaruh dalam perkembangan ilmu fisika. Berkat buku ini ia diangkat sebagai kstaria oleh ratu Anne pada tahun 1705. Hal inilah yang membuatnya mendapatkan gelar Sir didepan namanya.

Sir Isaac Newton menghabiskan sisa hidupnya di Cranbury Park. Ia tinggal bersama keponakannya yang bernama Catherine Barton Conduitt dan suaminya John Conduitt. Pada Maret 1727, Newton mengalam berbagai macam penyakit, hingga akhirnya jatuh pingsan dan meninggal dunia. Tercatat Newton meninggal pada tanggal 31 Maret 1727 di usia 84 tahun, ia dikebumikan di Westminster Abbey.

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment