Contoh Teks Anekdot 5/5 (1)

Teks Anekdot, Pernahkah Belum mendengar atau membaca teks jenis ini?

Teks ini merupakan salah satu jenis teks yang berbeda dengan jenis teks yang lainnya. Isi dari teks yang satu ini adalah berbagai macam hal lucu.

Meski hanya sebuah teks singkat, namun teks ini sesungguhnya mengandung berbagai macam unsur seperti unsur kehidupan, pendidikan dan lain sebagainya.

Nah, dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai pengertian, struktur, kaidah beserta contoh teks anekdot. Berikut akan dibahas mengenai berbagai macam hal tersebut.

Pengertian Teks Anekdot

Apa yang dimaksud dengan teks anekdot itu sendiri?

 Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan.

Teks yang satu ini ternyata bukan hanya sekedar berisi hal-hal yang lucu saja. Akan tetapi, teks ini lebih dikenal sebagai sindiran alami terhadap suatu hal yang sedang terjadi di masyarakat.

Ada banyak sekali contoh teks anekdot itu sendiri, mulai dari teks yang menceritakan tentang kehidupan, politik, pendidikan dan masih banyak lagi.

Untuk membuat sebuah teks anekdot juga tidak perlu panjang-panjang, karena yang terpenting adalah, teks tersebut dibuat dengan struktur dan sesuai kaidah yang berlaku.

Jadi, membuat sebuah teks yang singkat namun berisi saja hal tersebut sudah mencerminkan sebuah teks anekdot yang baik.

Ciri-Ciri Teks Anekdot

Teks Anekdot ke Kebahasaannya
Selain Lucu, Terdapat Sindiran Juga

Teks anekdot memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan karya sastra lainnya.

Supaya kamu dapat membedakan teks ini dibanding dengan teks yang lain, coba pahami juga ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Terinspirasi dari kejadian nyata yang diubah menjadi bentuk cerita atau dialog.
  2. Awalnya hanya melibatkan tokoh-tokoh terkenal, tetapi seiring waktu penyajiannya mengalami perubahan ke arah fiktif dan menampilkan tokoh-tokoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  3. Bersifat menghibur, tetapi tujuan utamanya untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih umum.
  4. Terkadang bersifat sindiran alami.
  5. Anekdot dekat dengan tradisi tamsil atau perumpamaan.
  6. Sebagai media untuk menyampaikan kritik, pandangan, dan aspirasi yang bernilai positif ke publik atau masyarakat.

Nah, dengan memahami berbagai macam ciri-ciri dari atas, diharapkan kalian sudah sedikit mengenal yang namanya teks anekdot dengan baik.

Jenis – Jenis Teks Anekdot

Menurut Luxemburg dkk (1984:160). teks anekdot terdiri atas tiga jenis, yaitu dalam bentuk artikel, cerpen, dan dialog.

3 Jenis Teks Anekdot

1. Artikel

Anekdot dalam bentuk atikel dapat berbentuk format naratif. Teks anekdot menceritakan suatu hal atau tokoh faktual/terkenal sehingga dalam ceritanya memiliki kejelasan tokoh, alur, peristiwa, dan latar.

2. Cerpen

Anekdot berupa cerpen menceritakan suatu hal yang lugas atau tidak berbelit-belit agar pendengar atau pembaca lebih cepat mengerti isi lelucon cerita tersebut. Oleh sebab itu, cerpen anekdot lebih singkat daripada cerpen pada umumnya.

3. Teks dialog

Teks anekdot dalam bentuk dialog menggunakan format drama yang mempunyai petunjuk lakon. Teks ini yang disajikan dalam bentuk dialog dominan menggunakan kalimat langsung.

Struktur Teks Anekdot

Selain mengetahui ciri diatas, sebuah teks dengan bentuk anekdot juga memiliki struktur tersendiri.

Struktur cerita anekdot sama halnya dengan karangan prosa lainnya, yaitu terdiri atas tokoh, alur, dan latar.

  • Tokoh bersifat faktual, biasanya orang-orang terkenal
  • Alur berupa rangkaian peristiwa yang benar-benar terjadi atau sudah mendapat polesan maupun tambahan dari pengarang.
  • Latar berupa waktu, tempat, ataupun suasana dalam anekdot yang diharapkan bersifat faktual.
  • Sudut pandang, yaitu teknik yang dipilih pencerita untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Susut pandang dalam cerita yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.
  • Gaya bahasa dan nada, gaya bahasa berfungsi sebagai penyapa gagasan. Nada merupakan ekspresi pencerita.
Menurut Garot dan Wignell

Menurut Gerot dan Wignell (2004) Struktur anekdot adalah sebagai berikut:

  1. Abstraksi, bagian awal (paragraf) berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Umumnya akan menunjukkan hal unik yang akan terjadi dalam teks. Abstrak disebut juga sebagai tahap pembukaan.
  2. Orientasi, bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang peristiwa tersebut. Umumnya penulis bercerita dengan detail pada bagian ini. Orientasi juga berfungsi untuk membangun teks.
  3. Krisis, terjadinya hal atau masalah yang unik atau tidak biasa. Krisis dimaknai sebagai saat terjadinya ketidakpuasan atau kejanggalan.
  4. Reaksi, cara penulis atau orang yang diceritakan dalam menyelesaikan masalah yang timbul pada bagian krisis. Reaksi berkaitan dengan tanggapan dari kejadian sebelumnya.
  5. Koda, bagian akhir cerita. Terdapat kesimpulan tentang kejadian yang diceritakan oleh penulis. Koda juga merupakan penutup.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Kompleks banget ya? Ya begitulah.

Lalu, apa saja kaidah-kaidah tersebut?

Menurut Pardiyono (2007), teks anekdot umumnya menggunakan kalimat deklaratif dan pernyataan kausal pada bagian abstrak. Penulisan anekdot haruslah memperhatikan kaidah penulisannya. Berikut merupakan kaidah penulisan anekdot.

Kaidah-kaidahnya sebagai berikut:
  1. Menggunakan pertanyaan retorika atau kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, seperti “apakah kamu tahu?”
  2. Menggunakan kata kerja aksi seperti menulis, membaca, berjalan, dan sebagainya.
  3. Disajikan dalam bahasa yang lucu.
  4. Berisi peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel.
  5. Terdapat sindiran.
  6. Menggunakan konjungsi waktu, seperti kemudian, setelah itu, dan lalu.
  7. Menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu.
  8. Mengandung kebenaran tertentu
  9. Menggunakan kalimat perintah dan menggunakan kalimat seru.

Setelah mengetahui mengenai struktur, ciri-ciri, dan juga kaida-kaidahya, maka kamu sudah mulai dapat membuat sendiri teks ini.

Kumpulan Contoh Teks Anekdot

1. Contoh Teks Anekdot tentang Pendidikan

Sindiran KUHP

Ada seorang dosen fakultas hukum memberikan mata kuliah hukum pengadilan.

Setibanya di sesi tanya jawab ada mahasiswa yang bertanya kepada dosennya.

Tono: “Maaf sebelumnya pak, kepanjangan dari KUHP apa ya pak?”

Kemudian dosen tidak memberikan jawaban tetapi pertanyaan tersebut diberikan kepada Tini. “Saudara Tini, cobalah menjawab pertanyaan yang diajukan oleh saudara Tono.” Ucap dosen. Kemudian, dengan lantang Tini menjawab “Terima Kasih Uang Habis Perkara pak.” Mahasiswa yang lain tertawa, dosen pun meminta izin dengan menambah pertanyaan ke Tini.

Dosen: “Saudara Tini, jawaban dari mana itu?”

Tini pun kemudian menjawab, “Kata peribahasa, pengalaman adalah guru yang paling baik pak.”

Semua mahasiswa yang ada di kelas pun kaget dan saling melihat satu sama lain dan kemudian tertawa bersama-sama. Ketika semua mahasiswa sudah tenang, kegiatan pembelajaran pun berjalan dengan normal.

2. Contoh Teks Anekdot tentang Bisnis

Bisnis

Pada suatu hari ada seorang manajer yang bertemu dengan seorang pengemis. Kemudian, terjadilah banyak perbincangan diantara keduanya.

“Pak, habis ngemis ya pasti capek.” Kata sang manajer.

Pengemis pun menjawab dengan nada datar, “Biasa saja, bahkan tadi Saya sudah makan tiga kali.”

Manajer pun kaget mendengar jawaban dari si pengemis. “Tadi Saya juga habis makan bersama dengan keluarga Saya di resto siap saji.” Lanjut si pengemis. Kemudian, manajer tersebut pun bertanya, “Memang gajinya berapa?”

Pengemis pun menjawab secara detail dan mengatakan bahwa jumlah semua gajinya adalah Rp. 25 juta perbulan. Hal ini tentu terpaut sangat jauh dengan jumlah gaji si manajer yang hanya Rp. 8 juta saja perbulannya dan padahal dia sudah sekolah S2.

3. Contoh Teks Anekdot Sindiran

Sihir Penghapus

Anto dan Anti sedang duduk sambil berkonsentrasi mengerjakan soal ujian. Seperti biasanya, Anto tidak membawa penghapus.

Anto: “Ti, pinjam penghapusnya dong!”

Anti: “Hmmm, baru aja beli ini. Penghapus yang kemarin Kamu pinjam dimana?”

Anto: “Kemarin kan penghapusnya dipinjam sama Wono.”

Anti: ” Ya itu kan tanggung jawab Kamu yang meminjamnya pertama kali.”

Anto pun hanya terdiam, memang dia yang lupa meminta penghapus milik Anti yang dia pinjamkan kepada Wono.

Ujian pun akhirnya selesai, Anto, Anti dan Dodot pergi ke kantin untuk makan siang.

Dodot: “Anti, katanya kemarin Kamu mau belajar sulap ya.”

Anti: “Gak, ah aku mau belajar ke Anto saja.”

Anto: ” Dari mana aku bisa, kan aku gabisa sulap.”

Anti: “Kata siapa, kan setiap hari Kamu sudah ngilangin penghapus aku. Kan jadinya bisa menghilang.”

Anto pun hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepala karena malu. ” Baiklah akan aku ganti nanti, ku belikan yang baru.” Kata Anto sambil menahan malu.

4. Contoh Teks Anekdot Singkat

Contoh Singkat

Ada sepasang suami istri yang sedang memanen tomat di kebun yang berada tak jauh dari rumahnya. Tomat yang dipanen besar-besar dan berwarna merah cerah, sehingga membuat si suami berkeinginan untuk memakannya.

Setelah mendapat beberapa keranjang si suami memakan satu tomat yang diambilnya dari keranjang. Kemudian si istri menegurnya.

‘’Pa kenapa dimakan, kan tomat ini belum dicuci dan masih mengandung pestisida.” sanggah istri. ‘’Tau gak ma, tomat ini seperti papa pada mama, jawab si suami.

‘’Maksudnya?’’ si istri terheran. ‘’I love you too much.’’ Jawab suaminya dengan nada mesra. Si istri yang mendengarnya langsung tersentuh dan tertawa.

Banyak bukan beberapa contoh teks anekdot yang bisa Anda jadikan sebagai referensi? Nah, semoga pembahasan mengenai teks anekdot mulai dari pengertian, ciri, struktur dan kaidah kebahasaan dapat bermanfaat bagi Anda.

Kesimpulan

Bagaimana? Sudah lumayan mengerti kan?

Intinya Sih teks ini sering dibuat sebagai bahan candaan yang berbobot khususnya untuk ‘Menyindir’ pembaca mengenai kehidupan sosial yang terkadang terasa tidak adil dan tidak seimbang.

Semoga Pembahasan dan contoh teks anekdot singkat di atas dapat bermanfaat, dan selamat belajar.

Referensi Tulisan
  • studiobelajar.com /teks-anekdot/
  • cerdika.com/ teks-anekdot/

Nilai Kualitas Artikel

Leave a Comment